BREAKING NEWS
Jakarta-
Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Commiittee (CIC) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit segera menangkap dan memburu Hartono dan Basri, terkait pengembangan kasus peredaran narkotika di tempat hiburan malam HH Club P3 Batam yang memasuki babak baru.
CIC mendesak Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri terus melakukan pendalaman terhadap Basri dan Hartono jaringan yang diduga berada di balik masuknya barang haram tersebut ke lokasi hiburan malam di HH Clup Planet 3 Batam.
Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menegaskan,”Dalam pengungkapan peredaran obat terlarang tersebut, dimana pihak aparat telah mengamankan barang bukti berupa 762 butir pil ekstasi serta menetapkan 10 orang tersangka yang diduga memiliki peran berbeda dalam aktivitas di lokasi tersebut. Namun dari pengembang kasus ini muncul nama Hartono pemilik HH Club Planet 3 dan Basri sebagai bandar prederan pil ekstasi, yang telah kabur.Saya meminta tegas kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit segera memburu Basri dan Hartono,” tegas R.Bambang.SS kepada wartawan Sabtu (15/8) di Jakarat.
CIC menilai, para tersangka tidak akan berani menjadi kurir jika uang yang dijanjikan tidak menggiurkan bagi para tersangka. Adapun tersangka yang diamankan diketahui berasal dari berbagai posisi pekerjaan, mulai dari waiter, LC, kapten hingga supervisor.
CIC mendesak proses penyidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan. Tim penyidik kini harus membidik struktur yang lebih besar, termasuk dugaan pihak-pihak yang memiliki peran dalam penyediaan, distribusi, hingga aliran dana dari peredaran narkotika tersebut seperti Basri dan Hartono.
Menurut R.Bambang.SS sosok Basri muncul dalam pengembangan penyidikan kasus tersebut bukan rahasia umum lagi, Basri sejak dulu memang sudah menjadi pengedar besar peredaran pil ekstasi di berbagai tempat hiburan malam, jadi muncul nama Basri, sosok yang disebut tidak asing dalam dunia hiburan malam Kota Batam sudah tidak asing lagi. Maka dari itu CIC mendesak Polri segera menangkap dan memburu Basri .Karena sosok Basri merusak para generasi muda bangsa.
Informasi yang beredar menyebutkan, Basri kini dalam pencarian aparat dan diduga telah berada di luar negeri, bahkan disebut melarikan diri ke Malaysia. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi terbaru terkait keberadaan maupun status hukum Basri dari pihak berwenang.
Selain memburu keberadaan Basri, penyidik juga disebut melakukan penelusuran terhadap aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.
“Dari hasil penggerebekan yang dilakukan tim penyidik Bareskrim mabes polri telah menyita sebanyak 11 unit kendaraan berbagai merek dikabarkan telah diamankan dari sejumlah lokasi untuk kepentingan penyidikan.
Kendaraan-kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan seseorang yang disebut bernama Basri dan Hartono,” ujar R.Bambang.SS.
Jaringan besar dan aliran dana jadi sorotan
Kasus HH Club Planet 3 kini menjadi perhatian masyarakat Batam, khususnya bangsa ini. Pasalnya, tempat hiburan malam merupakan usaha berbadan hukum yang memiliki struktur manajemen, sehingga publik meminta agar penyidik mengusut secara menyeluruh apabila ditemukan adanya keterlibatan pihak lain dalam aktivitas ilegal tersebut.
CIC berharap proses hukum tidak hanya berhenti pada pekerja lapangan, tetapi juga mengungkap siapa saja pihak yang diduga memiliki peran lebih besar, termasuk kemungkinan aliran dana dari dugaan transaksi narkotika yang telah berlangsung.
“Basri harus berhasil diburu dan ditangkap, dimana publik berharap tim penyidik dapat membingkar jaringan prederan pil ekstasi dibatam, dan pihak-pihak yang terlibat, serta bagaimana mekanisme peredaran barang haram tersebut bisa masuk ke lingkungan tempat hiburan malam.
Hingga saat ini, seluruh dugaan tersebut Tim penyidik harus bisa pembuktian secara resmi dari aparat penegak hukum dalam pemberatasan peredaran pil haram apakah ini termasuk jaringan internasional yang dikendalikan Basri dan Hartono,” pungkas R.Bambang.SS.
(Moriza)




