oleh

Payakumbuh, Branding Kota yang tak Jelas

Payakumbuh, Suarapribumi.co.id – Nasib kota jika dikelola pajabat tak berkompeten, alamat hancurlah kota tersebut. Tampaknya Kota Payakumbuh jadi korbannya.

Branding sedari awal kota ini tak pernah jelas, mulai dari; Payakumbuh Kota Idaman (PKI), Kota Biru, Kota Galamai, Kota Batiah hingga terakhir yang santer Kota Randang.

Dari semua branding itu yang paling mengemuka adalah Kota Batiah dan Kota Randang baru-baru ini.

Munculnya slogan Payakumbuh City of Randang menggantikan Kota Batiah tampak santer di media. Semua penyebutan di media secara perlahan berganti dari Payakumbuh Kota Batiah menjadi Payakumbuh City of Randang.

Branding City of Randang sudah digembar-gembor ke seluruh jagad raya, sampai-sampai mengundang William Wongso dan menggelar event skala nasional.

Sayangnya, branding ini tak sejalan dengan realisasi Kota Payakumbuh benar-benar menjadi pusat produksi rendang yang mendunia.

Tercatat hingga kini target Payakumbuh untuk menjadi eksportir randang ke luar negri juga belum terealisasi sesuai target.

Branding ini semakin tak jelas, ketika Kota Payakumbuh membangun pedestrian layaknya Malioboro.

“Tiba-tiba saja pedestrian itu ditulis dengan Payakumbuh, Kota Batiah, katanya Kota Randang, mana yang betul ni, entah apa dalam pikiran pejabat Payakumbuh ini,” ujar Yogi pejalan kaki di Payakumbuh.

Hingga berita ini dinaikkan belum ada jawaban dari Kepala Dinas PUPR, Muslim setelah dilakukan upaya konfirmasi oleh Suarapribumi.co.id.

Penulis: Syafri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait