Bukittinggi, Suarapribumi.co.id — Dewan Pers sebagai lembaga independen di Indonesia yang berfungsi untuk mengembangkan dan melindungi kehidupan pers di Indonesia menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Aula Bung Hatta, Novotel, Bukittinggi selama dua hari, 10-11 September 2022.
Dewan Pers menggelar UKW bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat dan Ikatan Jurnalis Nasional Indonesia (IJTI) yang diikuti sebanyak 73 peserta mulai dari jenjang muda, madya hingga utama.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Erman Safar mengatakan, Kota Bukittinggi banyak melahirkan tokoh wartawan yang terkenal, hanya faktanya tidak banyak yang membuat soal sejarah kota Bukittinggi dari pers lokal.
“Saya juga belum melihat wartawan mengangkat isu strategis yang seharusnya bisa membawa dampak positif bagi Bukittinggi, salah satu contoh tingginya inflasi di Sumbar, wartawan masih berkutat dengan hal yang remeh temeh,” ujarnya.
Menurut Wako Erman Safar yang harus dibenahi setelah mengikuti uji kompetensi, jangan menulis seperti memberi informasi di media sosial. Harus ada klarifikasi dan narasumber yang jelas. “Jangan katanya katanya,” ujar Erman Safar.
Erman Safar menilai saat ini ada kecenderungan satu tulisan atau informasi untuk seribu media, bila kecenderungan ini dipertahankan, akan membentuk penilaian negatif dari pembaca dan kualitas medianya akan menurun.
Sementara itu Ketua Dewan Pers Indonesia Azyumardi Azra menyampaikan terimakasih kepada Wali Kota Bukittinggi dan mengapresiasi kepada tim penguji yang datang dari berbagai daerah baik dari Pekanbaru, Malang , Jakarta dan lain-lain.
Lanjut Azyumardi Azza, dalam sambutannya ia tidak menampik apa yang diungkapkan Wako Erman Safar, bahkan menurut ketua Dewan Pers saat ini tingkat kritis wartawan di Sumbar cenderung menurun, berada pada urutan ke 20 dari sebelumnya urutan ke 6.
” Kita tidak tahu kenapa daya kritis wartawan itu menurun,bisa juga disebabkan karena kepentingan kepentingan,” ujar Azyumardi Azra
Pada pembukaan UKW tersebut, dihadiri Ketua PWI Sumbar, Kadis Kominfo Bukittinggi Erwin Umar, anggota DPRD Edison Nimli, Forkompinda, dan 12 tim penguji.
Editor: Syafri Ario, S. Hum




