Pemprov Tuding Jalan Payakumbuh-Lintau Rusak Akibat Kendaraan Tambang

Lima Puluh Kota2,113 views

Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Persoalan jalan Lintas Payakumbuh – Sitangkai Lintau tak kunjung selesai hingga kini meskipun sudah beberapa kali diperbaiki. Saat ini satker di Dinas PUPR Provinsi Sumbar sedang mengerjakan ruas jalan tersebut tepatnya jalan di Nagari Batu Payuang dan Labuh Gunuang, Kabupaten Limapuluh Kota.

Namun dalam proses pengerjaannya, sudah mendapatkan keluhan dari masyarakat setempat karena jalan yang diperbaiki tampak rusak.

Salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Provinsi Sumatera Barat, Hermanita Sabir menjelaskan rusaknya jalan bukan sebabkan oleh pengerjaan yang tidak sesuai spek namun disebabkan oleh banyaknya kendaraan tambang yang sering melintas di jalan tersebut.

“Kan nampak jika dia rusak karena mutu rusaknya tidak seperti itu tapi rusak retak menerus retak buaya namun kalau retak penyok keatas itu akibat kendaraan tambang yang lewat,” kata Hermanita, Selasa (25/10/2022).

Sementara itu menurut warga setempat tidak benar rusak karena kendaraan tambang karena mobil belum dibolehkan melewati yang dibatasi dengan batu.

Hermita meyakini jalan itu rusak karena kendaraan tambang. “Nampak perbedaan rusak mutu dengan rusak mobil tambang, ia dibatasi tetapi tetap dibuka pada jam tertentu mobil itu tetap naik ke jalan karena ada jejak mobil,” jelasnya.

Ia sangat menyayangkan karena akibat rusak itu kontraktor harus mengeluarkan biaya besar lagi untuk memperbaiki.

“Itu tetap akan diperbaiki kembali namun sekarang harga naik semua, kontraktor harus memperbaiki kembali karena mobil besar tambang lewat disitu,” kata Hermanita.

Pihak salah satu perusahaan tambang Tekad Jaya, Roni mengatakan memang dari awal kendaraan tambang selalu disalahkan.

Ia meminta semua pihak jangan saling menyalahkan. “Kalau bisa kita carikan solusinya bersama-sama, kalau saling tuding terus ndak selesai masalah, sampai hari kini kita masih support material untuk perbaikan jalan daerah situ,” ujarnya.

“Kita siap juga kalau ada solusi lainnya, cuma sejauh ini tambang-tambang lain di halaban ini menonton saja, disitu agak kecewa kita sama kawan-kawan tambang yang lain,” pungkasnya. (Syf)

Editor: Syafri Ario, S. Hum