Ciptakan Kenyamanan Wisata, Pemko Bukittinggi Relokasi PKL Kawasan Jam Gadang ke Pasa Ateh

Berita322 views

BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi mulai menertibkan dan menata Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan ikonik Jam Gadang, Kamis (21/5). Penertiban yang dilakukan secara bertahap ini difokuskan pada pemindahan para pedagang ke kawasan Pasa Ateh, sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam menciptakan ketertiban, kenyamanan, serta keindahan di pusat kota wisata tersebut.

Aksi penataan ini dikawal langsung oleh personel Satpol PP bersama tim SK4 Kota Bukittinggi. Menariknya, petugas tidak hanya melakukan pengawasan, melainkan ikut aktif membantu para pedagang mengangkut dan memindahkan barang dagangan mereka menuju lokasi baru yang telah disiapkan di dalam kawasan Pasa Ateh. Langkah persuasif dan pendekatan humanis yang diterapkan petugas membuat seluruh proses relokasi berlangsung aman, lancar, dan kooperatif tanpa adanya penolakan dari para pedagang.

Penataan ini merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum). Berdasarkan regulasi tersebut, pemanfaatan fasilitas umum sebagai tempat berjualan dilarang keras, terutama di area ruang publik dan ikon wisata utama. Kendati demikian, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa pemerintah tidak sekadar menggusur, melainkan memberikan solusi yang berkeadilan bagi kelangsungan ekonomi para pedagang.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Pemko Bukittinggi telah memetakan titik-titik strategis di dalam Pasa Ateh agar aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib dan terpusat. Dengan demikian, wisatawan maupun masyarakat lokal dapat dengan mudah mencari barang kebutuhan mereka di satu area, baik melalui kios resmi, toko di sekeliling pasar, maupun lapak PKL yang baru. Kebijakan ini diambil demi menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara merata.

Dengan dipusatkannya aktivitas perdagangan di Pasa Ateh, kawasan Jam Gadang kini dapat kembali berfungsi optimal sebagai ruang publik dan destinasi wisata unggulan yang bersih, tertib, dan ramah pengunjung. Di sisi lain, keberadaan PKL di lokasi baru juga diyakini meningkatkan kenyamanan pembeli karena transaksi jual beli menjadi jauh lebih teratur. Pemerintah Kota Bukittinggi berharap seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha dapat terus bersinergi mendukung penataan kota demi mewujudkan Bukittinggi yang indah dan nyaman. (Harika)