Sekjen Kemenlu RI Denny Abdi: Literasi dan Kolaborasi Global Kunci Hadapi Krisis Multidimensi Dunia

Berita17 views

Suarapribumi.co.id, Bukittinggi — Tantangan dunia yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama lintas negara, lintas budaya dan lintas disiplin ilmu. Pesan itulah yang mengemuka dalam Seminar International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 bertema “100 Tahun Jam Gadang: Dari Literasi ke Lestari; Membangun Kesejahteraan, Perdamaian dan Pembelajaran Tanpa Henti” yang digelar di Bukittinggi, Kamis (4/6/2026).

 

Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Denny Abdi, SE, M.Si, yang tampil sebagai keynote speaker menegaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi berbagai krisis multidimensi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara atau satu kelompok masyarakat saja.

 

“Kita perlu bekerja sama untuk meningkatkan hubungan dan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu dalam menghadapi kondisi krisis multidimensi global yang terjadi saat ini,” ujar Denny Abdi di hadapan peserta seminar.

 

Menurutnya, International Minangkabau Literacy Festival menjadi contoh nyata bagaimana dialog antarbangsa dapat dibangun melalui pendekatan literasi, budaya dan pendidikan. Kehadiran delegasi dari berbagai negara menunjukkan bahwa pertukaran gagasan dan pengetahuan tetap menjadi kebutuhan penting dalam menciptakan masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

 

Denny Abdi juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bukittinggi yang dipimpin Wali Kota Ramlan Nurmatias serta Ketua Panitia IMLF, Sastri Bakry, yang dinilai berhasil menghadirkan forum internasional dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan.

 

Ia menjelaskan, IMLF tidak hanya berfungsi sebagai ajang literasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah, bahasa, sastra dan tradisi Minangkabau kepada masyarakat dunia. Di sisi lain, festival ini membuka ruang pertemuan antara akademisi, budayawan dan pegiat literasi dari berbagai negara untuk saling bertukar pemikiran.

 

Selain memperkuat jejaring internasional, kegiatan tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai negara diharapkan dapat meningkatkan sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi lokal di Sumatera Barat.

 

Seminar yang berlangsung dalam rangka peringatan 100 Tahun Jam Gadang itu turut dihadiri Ketua DPRD Bukittinggi Syaiful Efendi, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar, serta ratusan peserta dan undangan dari dalam maupun luar negeri.

 

Melalui IMLF, Bukittinggi tidak hanya merayakan satu abad Jam Gadang sebagai ikon kota, tetapi juga mengukuhkan diri sebagai ruang dialog dunia yang menghubungkan budaya, literasi dan perdamaian dalam menghadapi tantangan global abad ke-21. (Harika)