oleh

Pemko Jamu Berbuka Dua Tim Ramadan Reguler Provinsi Sumatera Barat

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Rabu (8/5) senja, Pemerintah Kota Payakumbuh menjamu berbuka rombongan Tim Ramadan Reguler (TRR) Provinsi Sumatera Barat tahun 2019. Lepas berbuka, rombongan yang jamak dikenal dengan istilah tim safari ramadan ini bersilaturahmi dan mengunjungi dua masjid di Kota Payakumbuh, yaitu Masjid Al Wusta Kelurahan Padang Tiakar Payakumbuh Timur dan Masjid Istiqomah Kelurahan Limbukan Payakumbuh Selatan.

Rombongan TRR itupun terbagi dalam dua kelompok. Tim pertama diketuai Danlantamal II Padang Laksamana Pertama Agus Sulaeman diwakili Letkol (Mar) Zulkarni. Sementara tim kedua dipimpin oleh Rektor UNP diwakili Wakil Rektor (Warek) III, Prof. Dr. Ardipal, M.Pd.

Rombongan TRR disambut oleh Walikota Payakumbuh diwakili Asisten II Elzadaswarman dan Asisten III Amriul Dt.Karayiang. Turut menyambut sejumlah pimpinan perangkat daerah, diantaranya Staf Ahli Ruslayetti, Inspektur Andri Narwan,Kadis Ketahanan Pangan Edvidel Arda, Kadis Nakerperin Wal’asri, Kadis Kominfo diwakili Kabid Kehumasan Irwan Suwandi, Kabag Protokol Dony Prayuda dan perwakilan lainnya.

“Mewakili pimpinan kami menyampaikan permohonan maaf karena sedianya Bapak Walikota langsung menyambut, akan tetapi karena saat bersamaan beliau sedang mengikuti Musrenbang Nasional di Jakarta bersama Bapak Sekda, dan Bapak Wakil Walikota juga tengah di Jakarta menjadi Narasumber Kuliah Umum di Kampus STP Sahid Jakarta, sehingga beliau mewakilkan kepada kami,” ujar Asisten III Amriul.

Dalam sambutannya, Asisten III mengapresiasi hadirnya TRR Provinsi di Payakumbuh. Diharapkan kedatangan TRR Provinsi akan semakin menggairahkan kehidupan beragama di Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah perkembangan keagamaan di Payakumbuh cukup baik. Saat ini banyak bertumbuhan Sekolah Islam Terpadu. Rata-rata setiap tahun di Payakumbuh diwisuda sekitar 300-400 orang Hafidz Qur’an, mulai dari hafalan 5, 10,15 hingga 30 juz,” ujar Amriul.

Sementara TRR dalam sambutannya yang diwakili oleh Ust. Mulyadi Muslim Lc, sekaligus menyampaikan tausyiah menjelang berbuka mengatakan kehadiran TRR membawa semangat silaturahim. Dikatakan, safari ramadan merupakan kegiatan rutinitas yang sangat mungkin kehilangan maknanya.

“Safari Ramadan ini sudah rutinitas, puluhan tahun. Karena sudah rutinitas maka bisa saja kehilangan makna. Oleh karena itu kita perlu mengulang-ulang niat. Perbaharui terus niat kita agar dalam menjalankan kegiatan ini bisa menjadi amal sholeh bagi kita,” ujar Mulyadi.

Dikatakan, niat merupakan kunci segala amal. Niat akan menentukan proses dan hasil dari sebuah pekerjaan yang dilakoni.

“Sesuatu yang berat, kalau niat ikhlas maka akan terasa ringan. Segala sesuatu diawali dengan niat. Kalau niat iklas dia akan bernilai ibadah,” pungkas Mulyadi Muslim disambut lantunan beduk tanda masuk waktu berbuka.

Komentar

Tinggalkan Balasan