Kabut Asap Makin Pekat, Bupati Eka Putra Siapkan Langkah Darurat hingga Evaluasi Porprov

Berita, Daerah9 views

TANAH DATAR Suarapribumi.co.id— Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Datar dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Jarak pandang menurun, sementara keluhan mata perih dan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) turut menjadi perhatian pemerintah daerah.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengimbau warga membatasi kegiatan di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Masyarakat yang harus beraktivitas di ruang terbuka diminta mengenakan masker untuk mengurangi risiko paparan asap.

Imbauan tersebut disampaikan Eka saat membagikan masker kepada masyarakat di Simpang Baringin, Kota Batusangkar, Rabu (16/9/2026). Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, jumlah kasus ISPA di Tanah Datar telah mencapai 2.589 kasus.

“Kita mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting sekali. Kalau harus keluar, gunakan masker. Ini langkah kita bersama untuk mencegah kasus ISPA semakin banyak,” ujar Eka.

Pemkab Tanah Datar, kata dia, masih melakukan pemantauan, pengkajian, dan evaluasi terhadap kualitas udara serta kondisi kesehatan warga. Apabila situasi memburuk, pemerintah daerah akan mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan menetapkan status tanggap darurat bencana kabut asap.

Eka berharap hujan segera turun sehingga konsentrasi asap berkurang. Ia juga mengakui dampaknya mulai dirasakan langsung, terutama berupa iritasi pada mata.

“Kita masih melihat situasi cuaca. Kalau dalam satu atau dua hari ke depan turun hujan, tentu asap akan berkurang. Karena selain ISPA, asap juga membuat mata perih. Saat ini kita juga merasakan langsung saat berada di lapangan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Tanah Datar, khususnya petugas pelayanan publik, telah diarahkan menggunakan masker. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung seperti biasa.

Dari sektor kesehatan, persediaan obat-obatan telah disiapkan di seluruh Puskesmas. Pemerintah daerah juga mempertimbangkan pembentukan posko kesehatan khusus di kawasan Kota Batusangkar jika kondisi udara semakin memburuk. Untuk saat ini, masyarakat masih dapat memperoleh layanan kesehatan di Puskesmas masing-masing.

Mengenai pelaksanaan Car Free Day (CFD), Eka menyebut kegiatan tersebut masih direncanakan tetap berjalan karena turut membantu perputaran ekonomi, terutama bagi para pedagang. Namun, pelaksanaannya dapat ditinjau ulang apabila kabut asap semakin tebal dan berisiko bagi kesehatan.

“Ekonomi juga kita pikirkan, karena CFD memberikan kesempatan bagi pedagang untuk berjualan. Tetapi kalau tingkat asap bertambah tebal, tentu akan kita larang. Kesehatan tetap menjadi yang utama,” tegasnya.

Pemkab Tanah Datar turut mengingatkan masyarakat agar tidak membakar jerami atau membuka lahan dengan metode pembakaran. Eka menyebut, hingga kini belum ditemukan kebakaran besar di wilayah Tanah Datar. Adapun kebakaran kecil yang sempat terjadi di kawasan Simawang telah ditangani petugas pemadam kebakaran.

Terkait dugaan asap kiriman dari luar daerah, Eka mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Barat untuk menyampaikan perkembangan situasi. Pemkab juga menyiapkan laporan tertulis serta mendorong koordinasi dengan kabupaten tetangga dan daerah lain yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga menyinggung laporan mengenai lima ekor sapi yang mati dan diduga berkaitan dengan paparan kabut asap. Namun, informasi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian ternak.

“Informasi itu perlu dikaji. Kita sudah melaporkan secara lisan kepada Pak Gubernur dan saya sudah meminta Sekda membuat surat tertulis, sekaligus meminta koordinasi dengan daerah kabupaten tetangga dan provinsi yang terjadi kebakaran hutan,” jelasnya.

Dampak kabut asap juga mulai dikaitkan dengan rencana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Eka mengatakan, apabila kualitas udara tidak membaik, Pemkab Tanah Datar akan mengusulkan penundaan pelaksanaan ajang tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Kalau asap ini masih berlanjut dan tidak bisa reda, kami akan mengusulkan secara resmi kepada pemerintah provinsi untuk menunda pelaksanaan Porprov demi kesehatan para atlet, penonton dan pecinta olahraga,” ujarnya.

Menurut Eka, persiapan anggaran dan kesiapan kontingen Tanah Datar telah dikoordinasikan bersama KONI. Namun, keselamatan dan kesehatan tetap menjadi pertimbangan utama, terlebih Tanah Datar dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga, di antaranya voli dan tinju.

Ia mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menjaga lingkungan agar kondisi tidak semakin memburuk.

“Yang pertama, saya mengimbau warga untuk tidak keluar rumah kalau tidak penting. Kedua, gunakan masker. Ketiga, tentu banyak berdoa. Mari kita berdoa bersama agar kabut asap ini segera hilang dari Tanah Datar,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Eka Putra didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Jasrinaldi, sejumlah pimpinan OPD, Ketua KONI, serta Camat Lima Kaum. (Harika)