Bukan Sekadar Lomba Puisi, 40 Pelajar di Bukittinggi Unjuk Bakat hingga Bikin DPRD Terpukau

Berita, Daerah32 views

BUKITTINGGI, Suarapribumi.co.id — Suasana berbeda terlihat di Perpustakaan Umum Mr. Syafruddin Prawiranegara Kota Bukittinggi, Sabtu (29/8/2026). Puluhan pelajar dari tingkat SD dan SMP tampil percaya diri membacakan puisi dalam ajang yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bukittinggi.

Sebanyak 40 peserta ambil bagian dalam perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka terdiri dari 23 pelajar SD dan 17 pelajar SMP yang berasal dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra, memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba baca puisi bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk menemukan dan mengasah potensi anak sejak usia dini.

“Kami dari DPRD Kota Bukittinggi tentu memberikan apresiasi kepada SMSI Bukittinggi yang telah mengangkat kegiatan seperti ini. Kegiatan ini sangat positif untuk membangkitkan semangat generasi muda yang memiliki bakat, khususnya dalam bidang puisi,” ujar Zulhamdi.

Ia menilai setiap anak memiliki keunggulan masing-masing. Ada yang menonjol dalam olahraga, seni, budaya maupun sastra. Karena itu, dukungan lingkungan menjadi penting agar kemampuan tersebut tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dapat berkembang menjadi prestasi.

“Pada dasarnya semua anak itu luar biasa. Ada yang memiliki bakat di bidang olahraga, seni, budaya, termasuk sastra dan puisi. Tugas kita bersama adalah memberikan ruang dan kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki,” katanya.

Menurut Zulhamdi, kegiatan sastra juga memiliki hubungan erat dengan peningkatan budaya literasi. Kegemaran membaca, kata dia, dapat membuka wawasan sekaligus menjadi pintu bagi anak untuk mulai menulis dan menghasilkan karya.

Ia berharap kegiatan yang melibatkan pelajar tersebut dapat terus dikembangkan. Tidak hanya membaca puisi, tetapi juga berbagai aktivitas seni, budaya dan literasi yang mampu mendorong anak-anak untuk berani berkarya.

“Siapa tahu dari kegiatan membaca puisi ini nantinya muncul penulis-penulis muda. Orang yang gemar membaca dan menulis, suatu saat tentu memiliki keinginan untuk menghasilkan karya, bahkan membuat sebuah buku. Insyaallah, dari kegiatan kecil seperti ini akan lahir generasi-generasi yang memiliki prestasi dan karya,” ungkapnya.

Dalam perlombaan itu, peserta membawakan puisi bertema perjuangan dan kemerdekaan. Penampilan mereka dinilai dari sejumlah unsur, di antaranya penghayatan, ekspresi, artikulasi serta intonasi.

Bagi sebagian peserta, panggung tersebut bukan hanya tempat untuk mengejar kemenangan. Mereka juga mendapat kesempatan untuk melatih keberanian berbicara dan tampil di hadapan orang banyak.

Ketua SMSI Kota Bukittinggi, Roni Novendra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan kreativitas generasi muda.

“Kami ingin SMSI bukan hanya dikenal sebagai organisasi yang bergerak di bidang media, tetapi juga bisa hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat, khususnya dalam bidang pendidikan, kreativitas dan pengembangan generasi muda,” ujarnya.

Roni menambahkan, kemampuan anak tidak hanya dibentuk melalui proses belajar di dalam kelas. Aktivitas seni dan literasi juga dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi serta keberanian tampil di ruang publik.

“Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan pendidikan di dalam kelas. Mereka juga perlu ruang untuk tampil, berkreasi, berani berbicara dan berani berdiri di depan orang banyak,” katanya.

Kegiatan tersebut turut mempertemukan pelajar, orang tua, guru pendamping, insan pers, pemerintah dan masyarakat dalam satu ruang yang sama. Perpustakaan pun tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi berubah menjadi panggung bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Panitia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan jumlah peserta yang lebih banyak serta menghadirkan lebih banyak cabang kreativitas, sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan menghasilkan karya.( Harika)