oleh

Menjadi Guru yang “Meletek” (Melek Teknologi)

Oleh: Wadda Rifi, S.Pd.I
Mahasiswa PPG Tahun 2021

 

Sumatera Barat, Suararibumi.co.id — Menjadi guru adalah suatu profesi yang sangat mulia. Guru mempunyai tugas dan tanggung jawab yang besar dalam pendidikan anak, suatu pendidikan tidak akan bisa berjalan lancar tanpa adanya peranan seorang guru.

Pengertian guru dalam pendidikan adalah tenaga professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen).

Selain tugas utama guru mendidik dan mengajar guru juga berperan sebagai fasilitator bagi peserta didik, sebagai fasilitator, guru berperan dalam memberikan pelayanan termasuk ketersediaan fasilitas guna memberi kemudahan dalam kegiatan belajar bagi peserta didik.

Guru yang berperan sebagai fasilitator, harus mampu memanfaatkan teknologi digital yang ada untuk mendesain pembelajaran kreatif. Dalam semua hal, mulai dari cara mengajar, membuat soal, dan hal lainnya harus diubah menjadi lebih inovatif. Dengan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran akan mempermudah guru dalam mengajar dan akan menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Dalam menjalankan tugasnya seorang guru harus mampu menjadi guru yang professional, guru yang professional adalah guru yang mempunyai kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Salah satu kemampuan pedagogik yang harus dimiliki guru adalah guru harus mampu memanfaatkan teknologi untuk pelaksanaan pembelajaran.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata teknologi mengandung arti metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, ilmu pengetahuan terapan atau keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Kemajuan teknologi yang semakin pesat dapat menjadi tantangan tersendiri bagi guru untuk terus melek teknologi.

Dengan perkembangan teknologi mampu menghasilkan metode-metode belajar baru yang efektif. Bahkan bisa memanfaatkan teknologi supaya belajar menjadi lebih menyenangkan.

Di era digital ini seorang guru harus mampu menjadi guru yang “MELETEK” (Melek Teknologi), guru yang melek teknologi adalah guru yang paham dan pandai teknologi, jangan kita sampai menjadi guru “GAPTEK” (Gagap Teknologi).

Apa lagi dalam masa Pandemi, teknologi mempunyai andil besar dalam segala kegiatan yang dilakukan misalnya dalam pelaksanaan rapat maupun kegiatan lain seperti seminar atau worksop sudah dilaksanakan dengan menggunakan teknologi dan juga dalam pembelajaran teknologi mempunyai peranan yang tak kalah pentingnya, dimana teknologi dijadikan sebagai penunjang untuk pelaksanaan pembelajaran apa lagi dalam pembelajaran daring, pembelajaran akan bisa berjalan lancar dengan pemanfaatan teknologi, seperti pembelajaran dilakukan dengan menggunakan HP melalui aplikasi-aplikasi yang bisa dijadikan sebagai media pembelajaran seperti Whatsapp, Google classroom dan lainnya.

Maka dalam hal ini sangat menuntut guru untuk paham dan pandai dalam pemanfaatan teknologi. Guru yang tidak paham dengan teknologi akan tertinggal dengan kemajuan zaman. Agar tidak tertinggal dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi kita harus menjadi guru yang pandai dan paham dalam pemanfaatan teknologi atau menjadi guru yang melek teknologi.
Mengapa kita harus menjadi guru yang melek teknologi? Dengan menjadi guru yang melek teknologi kita akan mempunyai kelebihan diantaranya adalah :

Pertama, metode belajar selalu baru dan seru, Dengan tetap update dengan teknologi, bisa menciptakan metode-metode belajar baru seiring dengan adanya teknologi terbaru. Pembelajaran akan seru jika setiap saat metode belajar yang digunakan selalu berbeda, Pasti peserta didik juga akan lebih semangat untuk belajar maupun mengerjakan tugas sehingga suasana belajar menjadi kondusif.

Kedua, mengajar bisa lebih fleksibel, dengan teknologi, bisa membantu kegiatan belajar mengajar baik bagi guru maupun bagi peserta didik. Misalnya saja, saat ingin memberikan materi pelajaran kepada peserta didik, guru bisa secara mudah share materi belajar dengan adanya internet. Ini juga sangat membantu guru seandainya sedang berhalangan mengajar, jadi materi maupun tugas tetap bisa diberikan kepada peserta didik sehingga seluruh materi bisa dipelajari oleh peserta didik.

Ketiga, mengajarkan peserta didik menggunakan teknologi secara positif, Mengingat peserta didik sudah melek teknologi, membuat mereka sudah terbiasa menggunakan teknologi. Sebagai guru yang melek teknologi guru bisa mencoba mengajak peserta didik untuk menggunakan gadget atau HP mereka untuk kegiatan positif seperti mencari materi pembelajaran dan mengajarkan peserta didik untuk tidak menggunakan teknologi untuk hal-hal yang negatif.

Keempat, tidak ada lagi kelas yang membosankan, kelas yang menyenangkan selalu dinanti. Dengan memanfaatkan berbagai media saat mengajar, tentunya ak an membuat kelas menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Apalagi kalau ternyata, pelajaran lainnya masih menggunakan cara tradisional jadinya peserta didik cepat bosan dan penat di kelas. Solusinya, Guru bisa mengajar menggunakan video, film, atau kecanggihan teknologi lainnya biar peserta didik pun jadi ‘melek’ lagi.

Kelima, dikagumi oleh peserta didik, biasanya guru yang update  dengan teknologi itu dikagumi oleh peserta didik. Bahkan bisa dikatakan guru yang keren, karena mereka melihat sebagai guru yang asyik dan berjiwa muda. Dengan rasa kagum ini, tentu akan tercipta rasa kedekatan antara peserta didik dengan guru. Sehingga Mengajar jadi tidak kaku lagi.

Jadi itulah kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh guru yang melek teknologi. Mari kita sama-sama menjadi guru yang “MELETEK” (Melek Teknologi). Sabtu (03/07/2021).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait