oleh

Pengaruh Komunikasi Orangtua terhadap PENINGKATAN KECERDASAN ANAK PADA MASA PANDEMI DI DESA BENTE

Oleh
Siti Saputri
FUAD, Komunikasi Penyiaran Islam

 

Abstrak:
Pada masa pandemi ini, pengaruh komunikasi dalam keluarga yang terjalin anatara anak dan orang tua menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan perkembangan kecerdasan anak. Komunikasi ini diharapkan dapat menjadi komunikasi yang efektif yang dapat menimbulkan kesenangan, pengaruh sikap serta hubungan yang semakin baik antara orangtua dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi orangtua pada masa pandemi terhadap peningkatan kecerdasan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan bahwa pengaruh komunikasi orangtua pada masa pandemi terhadap peningkatan kecerdasan anak sangatlah penting. Namun adakalanya komunikasi orangtua dengan anak di Desa Bente berjalan dengan baik dan adakalanya masih juga terdapat tidak baik. Sehingga dapat menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi setiap orangtua. Komunikasi orangtua terhadap peningkatan kecerdasan anak di Desa Bente perlu bimbingan serta pengetahuan yang lebih mendalam lagi karena keterbatasan tersebut telah menghambat perkembangan kognitif anak, seperti anak merasa sulit menguasai materi, pembelajaran daring yang dilakukan tidak efektif seperti pembelajaran di sekolah, keterbatasan pengetahuan orangtua terhadap materi pembelajaran, keterbatasan jaringan, kendala mengoperasikan gudget dan kesulitan dalam menumbuhkan minat belajar anak. Hal ini dapat menjadi faktor penghambat komunikasi orangtua terhadap anaknya dalam meningkatkan kecerdasan. Selain itu faktor penghambat lainnya di Desa Bente ialah adanya tuntutan terhadap orangtua yaitu faktor kerja dan faktor ekonomi.

Kata kunci: Komunikasi, Orangtua, Pandemi, Kecerdasan Anak.

A. Pendahuluan

Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa komunikasi manusia tidak bisa menyampaikan pesan atau informasi kepada orang lain. Dengan adanya komunikasi manusia bisa berhubungan atau berinteraksi dengan yang lainnya. Komunikasi menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang sampai-sampai yang tidak bisa menyampaikan komunikasi melalui bicara diciptakan sebuah alat agar bisa berkomunikasi. Komunikasi dimulai pada setiap manusia sejak meraka lahir. Keluarga yang menyambut kelahiran seorang anak merasa sangat bahagia karena telah dititipkan suatu anugrah yang tidak terhingga. Seorang anak yang memberi pesan melalui tangisan karena haus, hanya memberi isyarat. Tetapi orangtua harus bisa memahami hal tersebut. Maka dalam hal ini orangtua berarti sangat berperan penting dalam pertumbuhan anak-anaknya. Orang tua dan anak merupakan suatu ikatan dalam jiwa tidak seorangpun dapat memisahkannya. Ikatan tersebut dalam bentuk hubungan emosional antara orang tua dan anaknya tercermin dalam prilaku. Artinya orangtua merupakan pendidikan pertama seorang anak.
Dua tahun terakhir, dunia sedang diguncangkan dengan sebuah virus yang telah melanda seluruh penjuru dunia (Idah Wahidah, Jurnal JMO, Desember 2020:179-188). Pada tanggal 26 mei 2020 virus ini telah singgah pada korban jiwa 5.623.503 orang dengan angka kematian yang telah dilahapnya 348.760 serta jumlah pasien yang sembuh 2.393.551 dan telah menyebar ke 213 negara. Di Indonesia virus ini pertama kali hadir pada tanggal 2 maret 2020 hal ini di sampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, diantaranya dengan mengeluarkan PP No.21 Tahun 2020 tentang pembatasan sosial bersekala besar dalam rangka mempercepat penanganan Covid-19 yang berakibat pada berbagai aktivitas termasuk diantaranya sekolah. mulai dari perguruan tinggi, sekolah yang berada dikota sampai dengan sekolah yang berada di pelosok desa sekalipun. Sementara itu aktivitas belajar mengajar dari rumah telah dikeluarkan secara resmi melalui surat Edaran Mendikbud No. 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut telah memaksa guru dan murid untuk tetap bekerja dan belajar dari rumah mulai dari jenjang PAUD sampai ke jenjang Perguruan tinggi. Kebijakan ini tentunya tidak hanya berdampak pada relasi guru dan murid semala belajar dari rumah tetapi juga penting optimalisasi pengaruh komunikasi orangtua dalam meningkatkan kecerdasan anak. (Euis Kurniati Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini,2021)
Virus yang bernama Covid-19 telah menuntut pemerintah dan masyarakat disetiap negara untuk melahirkan kebijakan baru. Indonesia dan negara lainnya telah menerapkan suatu keharusan kepada masyarakat agar tetap tinggal dirumah dan menghindari kerumunan. Selain itu, sistem pendidikan di Indonesia juga telah berubah, yang awalnya tatap muka namun sejak 2020 lalu Kemendikbud telah mengeluarkan surat edaran tentang penyelenggaraan belajar yang dilakukan dari rumah. Melihat ini secara tidak langsung orangtua telah mengambil alih kembali menjadi pembimbing langsung dalam meningkatkan kecerdasan anak.
Pada masa pandemi ini, komunikasi interpersonal dalam keluarga yang terjalin anatara anak dan orang tua menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan perkembangan kecerdasan anak. Komunikasi ini diharapkan dapat menjadi komunikasi yang efektif yang dapat menimbulkan kesenangan, pengaruh sikap serta hubungan yang semakin baik antara orangtua dan anak (Onong Uchjana Effendy:1993;8). Hanya saja, kesempatan yang sangat berharga ini banyak disia-siakan oleh orangtua. Terkadang proses perubahan pada anak-anak biasanya tidak disadari oleh orangtua, namun sangat dirasakan oleh anak-anak. Seperti halnya yang terjadi di Desa Bente, bahwa banyak dari orangtua disana membiarkan anaknya sibuk dengan gadjetnya tanpa tau apa yang sedang dilakukan. Terkadang karena kurangnya perhatian orangtua siswa-siswi tidak acuh dengan pembelajaran. Jika dahulu masih ada guru yang membimbing serta tempat pemberi semangat belajar namun sekarang berbeda. Penyebabnya ialah karena kurangnya komunikasi orangtua terhadap anaknya sehingga menyebabkan anak malas untuk belajar dan sibuk dengan main gadjetnya masing-masing.
Berdasarkan hal tersebut di atas, kajian dalam penelitian ini menjadi sangat penting dilakukan untuk memahami bagaimana sebenarnya pengaruh komunikasi orang tua dalam mendampingi dan membimbing untuk meningkatkan kecerdasan anak pada masa pandemi ini.

B. Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tundakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Jenis penelitian ini bertujuan mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap bagaimana pengaruh komunikasi orangtua pada masa pandemi terhadap peningkatan kecerdasan anak. Data dikumpulkan melalui pendekatan wawancara dan observasi. Penelitian ini dilakukan dengan menghimpun data dalam keadaan yang sewajarnya, mempergunakan cara bekerja yang sistematis, terarah dan dapat dipertanggung jawabkan, sehingga tidak kehilangan sifat ilmiahnya atau serangkaian kegiatan atau proses menjaring data/informasi yang bersifat sewajarnya.

C.Pembahasan
Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan setiap manusia dimana pun dan kapan pun, termasuk dalam lingkungan keluarga. Pembentukan komunikasi intensif, harmonis dan dinamis dalam keluarga juga menjadi dambaan setiap orang. Peranan keluarga terutama orangtua menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang anak. Terlebih lagi apabila anak tersebut mulai memasuki masa remaja. Masa remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Masa ini menjadi sangat rentan jika kurangnya perhatian orangtua terhadap anaknya. Pada masa remaja seseorang akan mengalami berbagai perubahan mengenai dirinya, baik perkembangan psikologis maupun perkembangan fisik. Remaja pada umumnya sangat rentan terhadap pengaruh dari lingkungannya. Sebab pada masa ini remaja banyak mengalami jiwa psikologisnya.
Keluarga merupakan tempat dimana proses interaksi sosial primer berlangsung dan menjadi tempat di tanamkannya pendidikan moral dan agama (Aldenis Mohibu: E-Jurnal: Akta Diurna,2015). Maka sehigga keluarga terutama orangtua harus bertanggung jawab dalam membimbing anaknya. Orangtua menjadi sumber utama informasi dan menjadi pengemudi memberikan arah kepada anaknya serta membimbing terhadap generasi muda nantinya akan melanjutkan cita-cita bangsa. Komunikasi efektif dapat menjadi jalan bagi orangtua untuk memantau dan membimbing anaknya. Namun terkadang, orangtua dan remaja terlalu sibuk dengan kegiatannya masing-masing sehingga enggan untuk berkomunikasi atau berbincang-bincang bersama. Apalagi pada masa pandemi ini bisa menjadikan hal yang jauh mendekat dan yang telah dekat menjadi makin dekat. Bukan malah sebaliknya.

1. Komunikasi Orangtua
Menurut Suryo Subroto komunikasi orangtua pada anaknya sangat penting dalam pertumbuhan kepribadian anak. Jika komunikasi orangtua baik dan efektif terhadap anaknya maka hal ini juga dapat menyebabkan perkembangan anak baik pula. Suasana komunikasi orangtua dirumah sangatlah penting pengaruhnya salam menentukan kehidupan anak. Apalagi pada masa pandemi ini, ketika sekolah diliburkan dan proses belajar dan mengajar dilakukan dengan daring (menggunakan Hp dan memberi tugas). Dalam hal ini orangtua harus menjadikan rumah sebagai wadah untuk berkomunikasi secara intens pada anaknya.
Menurut Soelaiman dan Shochib (2000:17) keluarga merupakan sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal yang sama. Masing-masing anggota merasakan adanya peraturan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi, memperhatikan dan saling menyerahkan diri. Komunikasi orangtua merupakan proses penyampaian pesan antara orangtua dengan anaknya sehingga melahirkan perhatian dan efek tertentu. Menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss tanda dari komunikasi yang efektif itu ada lima, yaitu: (Rakhmat, 2007:12-15)
Pengertian. Artinya penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang dimaksud komunikator.
Kesenangan. Tidak semua komunikasi ditujukan untuk membentuk pengertian dan menyampaikan informasi. Sapaan saat bertemu teman, sahabat atau orang terdekat juga dapat menimbulkan kesenangan. Maka komunikasi inilah yang melahirkan hubungan hangat, akrab dan menyenangkan.
Mempengaruhi sikap. Sering kita lakukan dengan komunikasi bertujuan untuk mempengaruhi orang lain. Contohnya, seorang guru mengajak muridnya agar lebih mencintai ilmu pengetahuan. Ini merupakan komunikasi persuasif yaitu memerlukan pemahaman mengenai faktor-faktor pada diri komunikator dan pesan yang menimbulkan efek pada komunikasi. Persuasi di definisikan sebagai proses mempengaruhi pendapat, sikap, dan tindakan orang tersebut bertindak atas seperti kehendak yang diinginkan.
Hubungan sosial yang baik. Komunikasi juga ditujukan untuk menumbuhkan hubungan sosial yang baik. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia ingin berhubungan dengan orang lain secara positif. Kebutuhan sosial merupakan kebutuhan untuk menumbuhkan dan mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan orang lain dalam hal berinteraksi dan asosiasi pengendalian dan kekuasaan serta cinta dan kasih sayang. Secara singkat manusia ingin bergabung dan berhubungan dengan orang lain. Manusia ingin mengendalikan dan dikendalikan, ingin berkuasa dan dikuasai dan ingin mencintai dan dicintai. Kebutuhan sosial ini hanya dapat dipenuhi dengan komunikasi interpersonal yang efektif.
Tindakan. Komunikasi untuk menimbulkan pengertian memang sukar, tetapi lebih sukar lagi mempengaruhi sikap. Jauh lebih sukar lagi mendorong orang untuk bertindak. Tetapi efektivitas komunikasi biasanya diukur dari tindakan yang nyata dilakukan komunikasi.
Menurut Rakhmat komunikasi orangtua dengan anak dilakukan efektif bila kedua belah pihak saling dekat, saling berkomunikasi antara keduanya dan saling menyukai merupakan hal yang menyenangkan sehingga terjadilah keterbukaan dan saling tumbuh rasa percaya diri. Komunikasi efektif dilandasi adanya keterbukaan dan dukungan yang positif pada anak agar dapat menerima dengan baik apa yang disampaikan orangtua. Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa komunikasi orangtua itu berpengaruh baik pada anaknya. Komunikasi pada orangtua merupakan proses penyampaian informasi antara orangtua dengan anaknya sehingga dapat melahirkan perhatian dan efek tertentu. Adapun tanda-tanda komunikasi yang efektif adalah dengan adanya pengertian, kesenangan, mempengaruhi sikap, hubungan sosial yang baik dan tindakan.
Dengan demikian orangtua sangat berperan dalam perkembangan anak. Komunikasi orangtua sangat besar dalam membina, mendidikn memotivasi dan membesarkan anak hingga menjadi sukses. Motivasi ini bisa berasal dari dalam diri anak/ instrinsik dan motivasi dari luar anak/ekstrinsik. Diantara pengaruh komunikasi orangtua menurut Nur Aisyatinnaba (2015:22) dalam meningkatkan motivasi belajar anak ialah yaitu:
a. Dengan mengontrol waktu belajar dan cara belajar anak. Caranya tidak hanya dengan memaksa. Tetapi dengan mengajak bicara membahas mengenai pelajaran dan lain sebagainya. Sehingga tidak membuat anak tertekan.

b. Memantau perkembangan kemampuan akademik anak. Misalnya dengan mengajak mengobrol santai orangtua dengan anak membahas tentang tugas, memeriksa kembali nilai-nilai ulangan dan tugas anak mereka.

c. Memantau perkembangan kepribadian yang mencakup sikap, tingkah laku dan moral anak. Hal ini juga dapat dilakukan orangtua dengan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan anak.

d. Memantau keefektivitas jam belajar di sekolah(Ningrum,2019:14). orangtua dapat menanyakan dengan anak mengenai aktivitas yang dilakukan mereka selama di sekolah.

Dalam Mutmainnah (Jurnal Pendidikan Anak,2012:108) Orangtua merupakan sosok yang harus paling mengenal kapan dan bagaimana anak belajar dengan sebaik-baiknya. Dalam perkembangan anak peran orangtua antara lain yaitu:
a. Mendampingi. Setiap anak memerlukan perhatian dari orangtua. Namun sebagian orangtua yang bekerja dan pulang kerumah dalam keadaah lelah bahkan ada juga orangtua yang menghabiskan waktunya siang malam hanya untuk bekerja. Sehingga mereka hanya sedikit memiliki waktu untuk bertemu atau berkomunikasi dengan keluarga. Hal ini lah yang dapat memicu kepada perkembangan belajar anak.Orangtua yang banyak menghabiskan sebagian waktunya untuk bekerja diluar rumah, bukan berarti mereka gugur kewajiban untuk mendampingi dan menemani anak-anak dirumah. Hanya saja dengan waktunya yang sedikit. Orangtua hanya bisa memberikan perhatian berupa sedikit tetapi hal ini juga berpengaruh. Tetapi sebaliknya orangtua yang memberikan perhatian berkualitas pada anaknya dengan fokus menemani anak, seperti bercanda, mendengar cerita anaknya atau lain sebagainya. Menyediakan segala kebutuhan anak dan media bermain anak yang lengkap tidak menjamin anak merasa senang. Anak juga merupakan makhluk sosial yang sangat butuh dengan perhatian, memiliki kebutuhan sosial seperti berinteraksi dengan orang lain, mendapat perhatian dan kehangatan dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
b. Menjalin komunikasi. Komunikasi merupakan menjadi hal yang sangat penting dalam hubungan orangtua dengan anak. Sebab komunikasi merupakan jambatan yang menghubungkan keinginan, respon dan harapan dari masing-masing pihak. Dengan komunikasi orangtua dapat menyampaikan harapan, dukungan dan masukan pada anak. Begitu pula sebaliknya, dengan adanya komunikasi anak dapat bercerita dan menyampaikan pendapatnya. Komunikasi yang diwarnai dengan keterbukaan dan bertujuan yang baik dalam kehidupan keluarga dapat melahirkan suasana yang hangat dan nyaman. Sebut saja saat bermain, orangtua dan anak menjalin komunikasi dengan saling mendengarkan lewat cerita dan obrolan.
c. Memberi kesempatan. Orangtua tidak harus terlalu mengekang segala kegiatan anak. Orangtua harus memberikan kesempatan kepada anak. Kesempatan tersebut dapat dimaknai dengan sebagai suatu kepercayaan. Tentunya kesempatan tersebut tidak hanya sekedar diberikan tanpa adanya pengarahan dan pengawasan. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri apabila diberikan kesempatan untuk mencoba, mengekprlorasi, mengekpresikan dan mengambil keputusan. Kepercayaan adalah unsur esensial, sehingga arahan, bimbingan dan bantuan yang diberikan orangtua kepada anak akan menyatu dan memudahkan anak menangkap. Orangtua kadangkala perlu membiarkan anak perempuannya bermain perang-perangan dan berlarian selama tidak membahayakan dan anak laki-laki yang ikut membeli permainan masak-masakan.
Mengawasi. Pengaewasan mutlak diberikan pada anak agar tetap dapat dikontro dan diarahkan. Tentunya pengawasan yang dimaksud bukan berarti dengan memata-matai dan terlalu curiga kepada anak. Tetapi pengawasan yang dibangun dengan dasar komunikasi dan keterbukaan. Orangtua perlu secara langsung dan tidak langsung dalam mengamati misalnya dengan siapa dan apa yang dilakukan oleh anak. Sehingga dapat meminimalisir dampak pengaruh negatif terhadap anak.
d. Mendorong atau memberikan motivasi. Motivasi adalah keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong prilaku ke arah tujuan yang akan dicapai. Motivasi bisa muncul dari diri individu maupun dari luar individu. Setiap individu merasa senang dengan diberikan penghargaan dan dukungan atau motivasi. Motivasi dijadikan sebagai prihal semangat oleh setiap individu falam mencapai tujuan. Motivasi diberikan agar anak selalu berusaha mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah dicapai. Apabila anak berhasil maka motivasi dapat membuat anak pantang menyerah dan jika gagal mereka mau mencoba lagi.
e. Mengarahkan. Orangtua tidak selama hanya mengawasi dan memberikan motivasi kepada anak. Orangtua memiliki posisi yang strategis dalam membantu agar anak memiliki dan mengembangkan dasar-dasar disiplin diri. Orangtua memberikan arahan kepada anak agar paham terhadap apa yang disampaikan dan lainnya. pengarahan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan oleh anak dalam mereka melakukan segala sesuatu.

2. Pembelajaran Daring
Melihat dari kamus KBBI Kemendikbud (Nadim) menjelaskan, daring adalah akronim dari dalam jaringan (Tri Handayani, 2020:9). Artinya terhubung melalui jaringan komputer, internet dan sebagainya. Pembelajaran daring merupakan bentuk pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan infotmasi. Misalnya internet, room zoom, google meet dan lain sebagainya. Pembelajaran daring telah dianggap sebagai salah satu solusi kegiatan belajar dan mengajar tetap berjalan walaupun dalam kondisi pandemi covid-19. Walaupun pembelajaran daring ini telah disepakati, tetapi masih tetap saja menuai kontroversi. Pembelajaran daring ini hanya efektif bagi penugasan saja. dalam hal ini pembelajaran daring yang dilakukan antara guru dan siswa dianggap adanya merasa kesulitan dalam memahami materi ketika menggunakan caradaring. Kemajuan teknologi bermanfaat besar bagi setiap anak yang menempuh pendidikan. Fasilitas yang menunjang jarak jauh juga mungkin setiap anak berbeda. Kemungkinan yang menonjol dari hal itu sudah koneksi lemah dan kouta internet yang mungkin bagi mereka dirasa mahal, itu semua menjadi hambatan besa dan nyata bagi terlaksananya pembelajaran daring tersebut.
Faktor Penghambat Proses Komunikasi Orangtua Terhadap Anak di Masa Pandemi
Kurangnya pemahaman materi oleh orangtua
Orangtua atau keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan yang utama bagi anak-anak, pendidikan orangtua lebih menekankan pada aspek moral atau pembentukan keperibadian dari pada pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan. Dalam Vazela (2017:16) dasar dan tujuan penyelenggaraan pendidikan keluarga bersifat individual sesuai dengan pandangan orangtua masing-masing. Sekalipun secara nasional bagi keluarga-keluarga Indonesia memiliki dasar yang sama yaitu Pancasila. Orangtua merupakan satu kesatuan hidup dan orangtua atau keluarga yang menyediakan situasi belajar dirumah secara daring. Sebagai suatu kesatuan hidup bersama, keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ikatan kekeluargaan dapat membantu anak mengembangkan sifat persahabatan, hubungan antar pribadi, disiplin, kerjasama tingkah laku yang baik, cinta kasih, dan pengakuan akan kewibawaan (Hasbullah, 2013:87). Namun dalam kenyataannya dan bahkan kebanyakan dari orangtua seringkali acuh tak acuh akan peningkatan atau pengembangan anak.
Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa pemahaman materi orang tua dalam mendampingi anak belajar dirumah pada masa pandemi ini sangat terbatas sehingga menjadi kendala dalam pelaksanaannya. Sebut saja dengan kurangnya pemahaman materi oleh orangtua. Penduduk Desa Bente merupakan penduduk yang dominan dengan pekerjaan petani kelapa. Keseharian mereka setiap hari ialah bekerja dari pagi ke kebun kelapa sampailah dengan sore hari. Selain itu kebanyakan dari mereka juga kurangnya pendidikan. Para orangtua atau keluarga kebanyakan hanya tamatan sekolah dasar atau menengah. Jika di telaah lebih dalam banyak dari penduduk Desa Bente hanya beberapa orang saja yang dengan lulusan SMA atau perguruan tinggi.
Pemahaman orangtua yang luas mengenai materi pembelajaran sangat membantu atau berperan sekali dengan peningkatan kecerdasan anak pada masa pandemi ini. Misalnya dengan berkomunikasi kepada anak sebelum tidur, mengajarkan anak, membantu dalam mengerjakan tugas sekolah yang diberikan guru kepada muridnya dan lain sebagainya. Namun karena kendala dari para orangtua merupakan kurangnya pemahaman materi dalam mengajar anak. Sama halnya dengan pemaparan dari wawancara bersama salah seorang orangtua di Desa Bente“Untuk berkomunikasi dengan anak tentu saya harus paham dulu tentang materi pelajaran namun saya pribadi merasa sangat kesusahan dalam mengajarkan kepada anak saya. Karena ya itu kami tidak paham dengan materi yang diberikan oleh guru pada anak saya..(wawancara bersama ibu Hor).

Menyampaikan ilmu tidaklah mudah apalagi anak usia dini membutuhkan latihan khusus serta pemahaman ilmu yang cukup agar proses komunikasinya dapat berjalan baik. Namun dari hasil pengamatan diatas bahwa selama pembelajaran dirumah atau daring ini dilaksanakan orangtua tidak bisa menyampaikan materi dengan benar. Orangtua menganggap tugas yang diberikan oleh guru terlihat sulit sehingga mereka juga sulit menyampaikan materi tersebut kepada anak. Oleh karenanya pemahaman materi orangtua seharusnya lebih dalam lagi agar proses komunikasi yang dilakukan antara orangtua dan anak dapat berjalan dengan baik. (Cahyati & Kusumah, 2020:775)

a. Kendala Jaringan Internet
Indonesia merupakan negara yang sangat besar denah lokasinya. Bahkan telah diakui oleh dunia. Indonesia yang masih berstatus negara berkembang ini memiliki berbagai ragam kekurangan salah satunya tidak di semua tempat di Indonesa ini dapat terjangkau oleh jaringan internet. Pembelajaran daring yang dilaksanakan setelah hadinya pendemi covid-19 menuntut seluruh anak sekolah melakukan proses belajar mengajar melalui jaringan internet. Desa Bente merupakan salah satu Desa yang ada di Indonesia yang sangat sulit sekali memperoleh jaringan. Desa Bente merupakan tempat yang bisa dikatakan tempat terpencil. Jika kita mencari di sebuah google map kita tidak akan menemukan tempat tersebut. Selain itu, jaringan yang ada di tempat ini hanyalah ada satu jaringan yaitu telkomsel.
Jangkauan layanan internet yang lambat memungkinkan berpengaruh pada proses belajar mengajar yang dilakukan daring pada peserta didik. Sama halnya dengan pemaparan dari wawancara bersama ibuk Ermi “Ditempat kami tinggal ini hanya satu kartu telkomsel itulah yang dapat digunakan, jadi kami merasa sangat terkendala sekali dengan pembelajaran dirumah ini. Kadang anak saya Usi itu pernah menangis karena tiba-tiba jaringan disini hilang. Terlebih lagi dengan pelajaran yang kurang efektif ini membuat anak-anak kami lemah dalam memproleh nilai yang baik.”
Seperti yang kita ketahui bahwa kartu telkomsel merupakan kartu yang sangat mahal biaya internetnya. Orangtua yang memfasilitasi setiap kegiatan pembelajaran anak juga merasa kualahan karena membutuhkan biaya yang cukup berat.

b. Kendala mengoperasikan Gudget
Ketika dunia telah berubah melakukan sistem komunikasi yang biasa disebut era 4.0. manusia mulai resah dengan keadaan yang berubah secara tiba-tiba. Era 4.0 ini era yang menggunakan segala hal serba digital, mulai dari urusan daput, urusan tranformasi, dan sampai urusan pendidikan semua telah menggunakan teknologi. Dengan adanya perubahan ini juga mengubah pola komunikasi dalam kehidupan. Jika dahulu untuk berbicara suatu hal yang penting kita harus menemui orang bersangkutan sekarang semuanya telah berubah menjadi praktis yaitu bisa dilakukan dengan menelpon tanpa harus menggunakan biaya untuk berjumpa. Dari belahan dunia mana saja kita bisa melihatnya dengan sekejap mata. Perubahan era ini serempak dengan hadirnya sebuah virus yang telah menggeparkan dunia. covid-19 telah banyak memakan korban manusia dimulai dari negeri bambu (China), Amerika bahkan sampai ke Indonesia. Juga telah merubah sistem pola komunikasi antar manusia. Hampir dua tahun terahkir manusia dituntut untuk menjadi manusia individu dengan bersosialisasi didalam rumah. Begitu pula dengan hal pendidikan, murid dituntut untuk harus dapat menggunakan gudget agar bisa bersekolah secara daring.
Desa Bente merupakan salah satu desa di Indonesia yang sangat jauh dan beberapa orangtua mereka yang berlatar belakang masyarakat awam. Selain itu masyarakat disini rata-rata merupakan orang-orang yang tidak mampu. Dengan diterapkannya pembelajaran daring ini membuat mereka kualahan dalam beradaptasi. Seperti yang disebutkan oleh ibuk Sarif “Saya baru memiliki hp setelah adanya perintah dari pihak guru untuk proses belajar online ini. Jadi saya kesulitan dalam menggunakannya. Banyak betul peraturan aplikasinya yang tidak saya paham. (Kutipan wawanncara ibuk Sarif)
Orangtua mengalami kendala mengoperasikan gudget dalam mendampingi anak belajar dirumah di masa pandemi covid-19. Perubahan pola komunikasi ini penting diperhatikan. Seharunya ada komunikasi antara orangtua dan guru untuk meminimalkan kesulitan yang dihadapi orangtua dalam mendampingi belajar anak pada masa pandemi. Misalnya guru bisa memberikan tugas pada murid dengan menggunakan pesan singkat. Hal ini dapat meminalisir kesulitan orangtua yang tidak bisa mengoperasikan gadget.

c. Kesulitan menumbuhkah minat belajar anak
Menumbuhkan minat belajar anak merupakan jurus yang ampuh bagi orangtua dalam membentuk hasil akademis anak di sekolah. Namun jika menumbuhkan minat belajar anak merupakan hal yang sulit dilakukan bagi orangtua maka sang anak pun terabaikan. Pada masa pandemi covid-19 ini merupakan masa emas untuk menumbuhkan suatu hubungan yang didambakan setiap keluarga. Pembelajaran yang dilakukan daring oleh pihak sekolah tentu membuat anak mengalami kecemasan, stress, bosan, sedih, jenuh dan lain sebagainya. Oleh karena itu penting bagi orangtua berkomunikasi pada anak dengan memberikan motivasi dalam menumbuhkan minat belajar anak. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Bente bersama beberapa warga menunjukan bahwa sebagian orangtua merasa kesulitan dalam menumbuhkan minat belajar anak. Kepedulian orangtua kepada anak-anaknya di Desa Bente hanyalah beberapa saja. Salah satu faktor yang menyebabkan orangtua yang berada di Desa Bente sulit dalam menumbuhkan minat belajar anak ialah disebabkan karena kurangnya pemahaman mengenai pentingnya belajar.

3. Pengaruh Komunikasi Orangtua pada Pandemi terhadap Peningkatan Kecerdasan Anak
Komunikasi yang lancar dan sehat dalam sebuah hubungan keluarga merupakan harapan bagi setiap anggota keluarga. Sebab individu dengan individu lainnya terdapat keterkaitan dan saling berhubungan serta saling memerlukan. Maka dari itu, komunikasi yang lancar dan sehat di dalam keluarga sangat didambakan oleh setiap anggota keluarga agar terus berlangsung dengan intensif dan baik. Agar mendapatkan komunikasi yang sehat dan harmonis disebuah keluarga tentunya hal ini tidak terlepas dari peranan kedua orangtua dalam mengoperasikan suatu suri tauladan untuk anak-anaknya agar keluarga tersebut selamat dan sejahtera. Begitupun halnya dengan komunikasi orangtua dengan anak sangat berpengaruh kepada peningkatan kecerdasan anak.
Menurut pendapat imam Al-Ghazali mengungkapkan sebagaimana yang dikutip oleh M. Arifin (1978:80) bahwa melatih anak merupakan suatu hal yang sangat penting sekali sebab anak merupakan amanah bagi orangtuanya. Hati anak yang suci bagaikan mutiara cemerlang, bersih dari segala ukiran serta gambaran ia dapat atau mampu menerima segala yang diukit diatasnya condong kepada segala yang dicondongkan padanya. Maka apabila suatu ukiran yang dilakukan orangtua berupa komunikasi yang baik kepada anaknya akan membuahkan hasil kebaikan pula oleh anak tersebut. Jadilah anak yang baik dan bahagia dunia dan akhirat. Namun jika sebaliknya, orangtua jarang memberitahu hal-hal yang baik dan yang buruk pada anak, dibiarkan anak dalam kejelekan serta tidak peduli dengan perkembangan anak maka celakalah dan rusaklah anak tersebut.
Pada hakikatnya pada masa pandemi ini merupakan kesempatan emas bagi setiap orangtua untuk mendekatkan diri kepada anaknya. Dengan melakukan komunikasi terbuka dan sejajar tentunya anak akan merasa dirinya dihargai, dicintai dan diperhatikan oleh orangtuanya. Begitupun sebagai orangtua, mereka akan tahu bagaimana cara memahami anaknya, membina dan mengenali setiap prilaku anak dengan sebaik-baiknya. Sehingga mereka nanti akan menjadi generasi yang dapat menentukan baik buruknya akhlak suatu bangsa, serta akan timbul sikap saling pengertian antara keduanya. Orangtua dapat memulai dengan menerima dan mengakrabi serta mengayomi mereka dengan komunikasi yang baik. Sehingga dengan adanya komunikasi yang baik (terbuka atau sejajar) dapat mengarahkan kepada perkembangan prilaku anak sampai dengan peningkatan kecerdasan anak. Komunikasi yang baik akan berpengaruh positif tentunya yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam baik di rumah, maupun diluar rumah. Pengaruh komunikasi orangtua terhadap anak akan sangat terlihat berbeda apabila yang terjadi pada komunikasi yang tertutup atau tidak sejajar dalam sebuah keluarga. Hal inilah akan menjadi dampak negatif terhadap anak misalnya anak akan menjadi tertutup, takut, tidak dihargai, kurang mendapatkan perhatian dari kedua orangtua, lebih mementingkan gudget dari pada belajar. Sehingga komunikasipun tidak akan menjadi proses belajar yang positif bagi kedua belah pihak (orangtua dan anak).
Dengan menciptakan komunikasi yang efektif yaitu komunikasi yang akan menjanjikan komunikasi antara orangtua dengan anak yang memiliki kontribusi luar biasa bagi peluang perkembangan perilaku positif dan meningkatkan kecerdasan anak. Tujuan dari komunikasi jelas yaitu komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak ialah dengan menciptakan iklim persahabatan yang hangat, sehingga dengan begitu anak akan merasa nyaman dan damai kepada orangtua. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan sifat keterbukaan antara orangtua dan anak. Dalam masa pandemi ini banyak hal positif yang dapat diambil hikmahnya salah satunya ialah menciptakan hubungan yang harmonis antara orangtua dengan anak, baik untuk meningkatkan kecerdasan anak atau bahkan suatu hubungan keluarga yang sangat didamba-dambakan oleh setiap orangtua.

Namun dalam hal ini banyak orangtua merasa kesulitan dalam melaksanakannya. Sebut saja orangtua merasa kesulitan dalam memahami prilaku anak-anaknya yang sering sekali terlihat tidak logis dan tidak sesuai dengan akal sehat. Hal tersebut sama halnya dengan penjelasan Ibu Warni “Sebelum masa pandemi ini datang saya dengan anak semata wayang saya Hardi sangat tidak dekat tetapi masih ada guru yang mengajarkannya jadi saya tidak merasa khawatir akan pemahaman anak saya. Namun setelah dilaksanakan pembelajaran daring ini saya merasa khawatir tentang kecerdasan anak saya. Awalnya saya merasa kesulitan sekali untuk bisa berbicara dengan anak saya. Karena saya dan dia itu tidak dekat..” (Wawancara bersama ibu Warni)
Masa pandemi ini memang emasnya waktu bersama keluarga namun dalam hal ini banyak dari orangtua merasa kesulitan dalam melaksanakan komunikasi bersama anak-anaknya. Maka untuk memahami anak, membina kehidupan jasmani, kecerdasan sosial dan emosionalnya, orangtua haruslah memiliki pengetahuan tentang perilaku mereka (Maurice Balson, 1996:13). Misalnya dengan memandang anak sebagai makhluk sosial dengan segala sesuatu yang mereka lakukan hanya bertujuan untuk mendapatkan tempat dalam kelompok-kelompok yang penting dalam hidup mereka yaitu keluarga asli. Sebab disininlah dasar perilaku anak terbentuk dan bahwa fakta menunjukan kesibukan atau banyaknya masalah yang dihadapi orangtua. Sehingga perhatian terhadap anaknya menjadi berkurang lalu menyebabkan komunikasi orangtua dengan anak menjadi terhambat. Supaya komunikasi orangtua dengan anak dapat senantiasa bebas dan terbuka, maka perlulah perhatian orangtua terhadap anak harus bertambah sesuai dengan perkembangan anak.
Komunikasi dapat diterapkan terhadap anak dengan orangtua memberikan pengawasan mutlak. Pengawasan yang dimaksuk disini ialah pengontrolan orangtua yang diarahkan kepada jalan lebih baik bukan main memata-matai dan main curiga. Tetapi pengawasan yang dibangun dengan dasar komunikasi dan keterbukaan. Orangtua penting secara langung atau tidak langsung untuk mengamati anak misalnya dengan siapa dan apa yang dilakukan anak. Dengan begitu dapat meminimalisir dampak pengaruh negatif pada anak.

D. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah di paparkan diatas bahwa pengaruh komunikasi orangtua terhadap peningkatan kecerdasan anak pada masa pandemi sangatlah penting. Namun ada kalanya komunikasi orangtua dengan anak di Desa Bente berjalan dengan baik dan adakalanya masih juga terdapat tidak baik. Sehingga dapat menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi setiap orangtua. Komunikasi orangtua terhadap peningkatan kecerdasan anak di Desa Bente perlu bimbingan serta pengetahuan yang lebih mendalam lagi karena keterbatasan tersebut telah menghambat perkembangan kognitif anak, seperti anak merasa sulit menguasai materi, pembelajaran daring yang dilakukan tidak efektif seperti pembelajaran di sekolah, keterbatasan pengetahuan orangtua terhadap materi pembelajaran, keterbatasan jaringan, kendala mengoperasikan gudget dan kesulitan dalam menumbuhkan minat belajar anak. Hal ini dapat menjadi faktor penghambat komunikasi orangtua terhadap anaknya dalam meningkatkan kecerdasan. Selain itu faktor penghambat lainnya di Desa Bente ialah adanya tuntutan terhadap orangtua yaitu faktor kerja dan faktor ekonomi. Dengan dilaksanakannya pembelajaran daring ini pengaruh komunikasi orangtua sangatlah penting terhadap anaknya bukan hanya untuk peningkatan kecerdasan melainkan pengaruh sikap dan prilaku anak. Adapun peran orangtua dalam mendampingi proses belajar anak ialah dengan menjalin komunikasi secara terbuka dan tujuan yang baik. Hal ini dapat membuat suasana harmonis dan nyaman. Pengawasan orangtua dibangun dengan dasar komunikasi keterbukaan, memberikan motivasi kepada anak serta mengarakan kemauan anak. Dengan menciptakan komunikasi yang efektif yaitu komunikasi yang akan menjanjikan komunikasi antara orangtua dengan anak yang memiliki kontribusi luar biasa bagi peluang perkembangan perilaku positif dan meningkatkan kecerdasan anak. Tujuan dari komunikasi jelas yaitu komunikasi yang baik antara orangtua dengan anak ialah dengan menciptakan iklim persahabatan yang hangat, sehingga dengan begitu anak akan merasa nyaman dan damai kepada orangtua.

Daftar Kepustakaan
Buku:
Arifin, M. 1978. Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama di Lingkungan Sekolah dan Keluarga. Jakarta: Bulan Bintang.
Balson, Maurice. 1996. Bagaimana Menjadi Orang Tua yang Baik. Jakarta: Bumi Aksara.
Effendy, Onong Uchjana. 1993. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung : PT Citra Aditya Bakti
Effendy, Onong Uchjana. 1993. Dinamika Komunikasi. Bandunng: Remaja Rosdakarya.
Hasbullah. 2013. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Rakhmat, Jalaludin. 2007. Buku Kerja Multiple Intelligences. Bandung: Kaifa. PT. Mizan Pustaka.
Shochib, M. 2000. Pola Asuh Orang Tua dalam Membantu Anak Mengembangkan Disiplin Diri. Jakarta: Rineka Cipta.
Sobur , Alex. 1996. Pembinaan Anak dalam Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Jurnal:
Muthmainnah, Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Pribadi Anak yang Androgynius Melalui Kegiatan Bermain, Jurnal Pendidikan Anak 1, No.1 (Juni 2012)
Kurniati, Euis. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 2021
Mohibu, Aldenis. Peranan Komunikasi Orang Tua Dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak, E-Jurnal “Akta Diurna” Vol. 4, No.4 Tahun 2015

Skripsi:
Handayani, Tri. 2020. Peran Orang Tua Dalam Membimbing Anak Pada Pembelajaran Daring Di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru Tahun Pelajaran 2019/2020. Skripsi: IAIN Salatiga.
Nur Aisyatinnaba. 2015. Peran Orang Tua Dalam Memotivasi Belajar Siswa. Skripsi: Universitas Negeri Semarang.
Ningrum, Lilia Kusuma.2019. Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Anak Di Kelurahan Margorejo 25 Polos Kecamatan Metro Selatan. Skripsi: IAIN Metro.
Valeza,Alsi Rizka. 2017. Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Prestasi Anak Di Perum Tanjung Raya Permai Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan Tanjung Senang Bandar Lampung. Skripsi: UIN Raden Intan Lampung.

Wawancara:
Hor. 2021. “Kurangnya Pemahaman Materi Belajar Daring”.Desa Bente. pada hari sabtu 03 Juli 2021 pukul: 09.00 WIB
Rosmita, Ermi. 2021. “Kendala Jaringan Pada Proses Belajar Daring”.Desa Bente. pada hari sabtu 03 Juli 2021 pukul: 15.30 WIB
Sarif. 2021. “Kendala Mengoperasikan Gudget”. Desa Bente. pada hari Minggu 04 Juli 2021 pukul: 16.20 WIB
Warni. 2021. “Pengaruh Komunikasi Orangtua Pada Masa Pandemi Terhadap Peningkatan Kecerdasan Anak”. Desa Bente. pada hari Minggu 04 Juli 2021 pukul: 09.15 WIB

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait