Solusi Cepat Pemkab Tanah Datar: Bupati Eka Putra Tawarkan Dua Skema Rumah Baru Bagi Korban Banjir

Berita12 views

Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bergerak cepat dalam menyusun langkah pemulihan jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan tanah longsor.

Pada peninjauan hari kedua pascabencana, Kamis (14/5/2026), Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM menawarkan dua metode penanganan rumah warga yang hanyut dan rusak berat.

​”Untuk penanganan rumah warga yang terdampak, kami menawarkan dua metode. Pertama, pembangunan hunian tetap terpadu dengan lahan dan bangunan disiapkan oleh pemerintah.

Kedua, pola mandiri, yaitu lahan disiapkan oleh warga secara pribadi, sementara bangunan rumahnya dibantu oleh pemerintah,” ujar Bupati Eka Putra di sela-sela peninjauannya.

​Percepatan Infrastruktur dan Jembatan Bailey dari BNPB
​Selain fokus pada hunian warga, Pemkab Tanah Datar juga bergerak taktis mengatasi infrastruktur yang lumpuh.

Menanggapi putusnya jembatan di kawasan Tanjung Anau, Nagari Taluak yang sempat mengisolasi warga selama dua hari, Bupati mengonfirmasi bahwa koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membuahkan hasil.
​Jembatan Bailey:

Pembangunan jembatan darurat dari BNPB akan segera dipasang dalam waktu dekat untuk memulihkan akses transportasi utama.

​Apresiasi Gotong Royong: Bupati mengapresiasi aksi swadaya masyarakat setempat yang bergerak cepat membangun jembatan darurat dari batang kelapa agar mobilitas warga tidak lumpuh total.

​Posko Logistik dan Pengerahan Personel TNI
​Untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan sistematis,

Pemkab Tanah Datar telah memetakan klaster posko bantuan di wilayah terdampak parah, seperti Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Tanjung Emas.

​Beberapa langkah taktis yang mulai berjalan antara lain:
​Pusat Logistik: Posko utama didirikan di Setangkai (Kecamatan Lintau Buo) yang dilengkapi dengan dapur umum.

Sementara untuk Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Lintau Buo Utara, posko dipusatkan di kantor camat masing-masing.

​Bantuan Personel: Satu pleton personel TNI dari Batalyon TP Pandeka Gunung Marapi dikerahkan untuk membantu warga membersihkan material sisa banjir dan tanah longsor.

​Penyaluran Bantuan Sembako: Bantuan darurat berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan bayi sudah mulai didistribusikan melalui wali nagari maupun langsung ke posko pengungsian.

​Kondisi Pengungsi dan Kerugian Materiil
​Bupati Eka Putra memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Tim medis dari Puskesmas setempat juga telah disiagakan penuh di tempat pengungsian guna memantau kondisi kesehatan warga.

​Meskipun pendataan kerugian materiil masih terus berjalan, laporan awal menunjukkan dampak kerusakan yang cukup masif, meliputi kerusakan ratusan hektare sawah, sejumlah jembatan putus, rumah warga yang hanyut, hingga hilangnya hewan ternak milik masyarakat.

​Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Asisten Ekobang, serta jajaran pimpinan OPD terkait. (Harika)