oleh

80 Pedagang Pasar Pabukoan Batusangkar Dapat Modal, Pedagang di Nagari Menjerit

Suarapribumi.co.id, Tanah Datar — Sedang terbang di awang-awang, pemeritah Kabupaten Tanah Datar begitu mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan, berkat bantuan yang diberikan kepada 80 pedagang pasar pabukoan di Batusangakar, pedagang di nagari menjerit, apa pasal?

Berawal dari, Bupati Tanah Datar Eka Putra memberikan bantuan kepada 80 pedagang pasar pabukoan Batusangkar di rumah dinas Indo Jolito Batusangkar, Sabtu malam (10/4/2021) silam.

Mungkin Eka lupa akan adanya ratusan bahkan ribuan pedagang di kabupaten Tanah Datar ini membutuhkan bantuan. Itu di ungkapkan salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya kepada suarapribumi.co.id, Minggu (11/04/2021) di Nagari Barulak.

“Mungkin bapak bupati lupa, ada ribuan pedagang yang membutuhkan bantuan itu, melihat ‘Hanya’ 80 orang yang menerima bantuan modal dari pemerintah, tentu pedagang lain menjerit,” keluhnya kepada media ini.

Hal senada juga di ucapkan oleh salah satu pedagang di Nagari Tanjung Alam yang tidak mau disebutkan namanya, dia mengatakan sangat membutuhkan bantuan modal, terlebih pada kondisi pandemi ini, menurutnya ini di rasakan juga oleh ribuan pedagang di seluruh antero Tanah Datar ini.

“Saya sangat membutuhkan bantuan modal, terlebih pada kondisi pandemi ini, saya juga yakin hal serupa juga di rasakan oleh ribuan pedagang di nagari-nagari lain,” tutupnya.

Eka Putra dan Richi Aprilian pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanah Datar, dengan seruan Era Baru ‘Katanya’. Yang akan membuat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Tahan Datar, dan di berbagai bidang lain. Bahakan terkait kemajuan ataupun pemulihan ekonomi Eka-Richi (yang akrab disapa) Mereka memasukan ke dalam program 100 hari kerja.

Disinyalir dengan keluhan banyak pedagang tersebut, pemerataan ataupun pemulihan ekonomi di Tanah Datar banyak tidak di rasakan masyarakat Tanah Datar, walaupun itu dimasukan kedalam program 100 hari Eka-Richi, yang sudah berjalan mendekati 100 hari kerja. Terealisasikah 100 hari program kerja Eka-Richi ?

Pewarta : Farhan Faridho

Komentar

Tinggalkan Balasan