oleh

Rezka Oktoberia Serahkan Sertifikat PTSL kepada Warga Nagari Situjuah Tungkar

Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Rezka Oktoberia menyerahkan sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Nagari Situjuah Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota secara simbolis di balai adat nagari setempat, Senin (2/8).

Penyerahan sertifikat itu dilaksanakan bersama Camat, Wali Nagari, Ketua KAN, Bamus dan perangkat nagari bersama penerima sertifikat PTSL dengan protokol kesehatan ketat pencegahan Covid-19.

Wali Nagari Situjuah Tungkar Yosrizal Dt. Pado menyampaikan dalam proses pembuatan sertifikat PTSL bagi warganya ada 4897 bidang tanah yang diukur Badan Pertanahan Negara (BPN) tahun 2020 lalu, dimana warga yang mengurus sertifikat sebanyak 650, dan yang sudah jadi 488. Namun, yang sudah sampai sertifikat di tangan masyarakat saat ini ada sebanyak 236 setifikat.

“Kami berangsur menagih BPN agar menyiapkannya dan melaporkan kepada Uni Rezka untuk mendorong cepat keluar sertifikatnya. Alhamdulillah jumlah sertifikat yang sudah keluar cukup banyak, sementara nagari yang lain belum mencapai angka ini. Kalau diurus secara pribadi, sertifikat PTSL ini menelan biaya biasanya jutaan, tapi karena adanya program di kementerian ini, masyarakat kita cuma membayar 250 ribu saja untuk biaya administrasi,” paparnya.

Dt. Pado juga menyampaikan bangga dengan adanya salah satu anggota DPR RI dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Rezka yang merupakan anak bako dari urang Situjuah. Diinformasikannya Rezka juga mendukung pembangunan rusunawa di pesantren Al Makmur meski program pemerintah terbatasi akibat suasana pandemi, namun Rezka tetap memenuhinya dengan sudah dititip melalui pokok pikirannya untuk pembangunan sanitasi. Untuk kedepannya, nagari mengajukan lewat aspirasi Rezka untuk pembangunan rusunawa yang butuh anggaran sekitar 3 miliar.

Wali Nagari yang ramah itu juga menyampaikan di nagari saat ini sulit akses ke rumah sakit Suliki, nagari ingin adanya ambulance nagari, ini sudah lama menjadi idaman masyarakat. Biasanya warga terpaksa dibawa dengan mobil L300 beralaskan kasur di baknya.

“Secara aturan, dana desa tak bisa dipakai untuk pengadaan ambulance, sementara itu setiap musrenbang ini sering dibahas bersama masyarakat. Selain itu kami juga berharap Rezka memperhatikan irigasi sawah. Ada tali bandar yang sudah rusak dan berimbas kepada 32 hektar sawah tidak bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Dari sisi Ketua KAN Nagari Situjuah Tungkar H Am St. Bandaro Kuniang sangat berbangga hati dan menyambut baik kedatangan Rezka Oktoberia ke Nagari Situjuah Tungkar. Dirinya merasakan ini memotivasi masyarakat dimana ada anggota dewan seorang putri asli Luak Limopuluah yang selalu memperhatikan masyarakat di tingkat nagari.

“Wujud perhatiannya ini dibuktikan oleh Uni Rezka. Kami tentu mengharapkan melalui kunjungan kerja ini Rezka terus bisa membawa keluhan dan aspirasi kita ke tingkat pemerintahan sekelas kementerian,” ungkapnya.

Rezka Oktoberia menyampaikan rasa syukur dengan telah selesai urusan sertifikat PTSL di Nagari Situjuah Tungkar. Selaku mitra kerja komisi II, Rezka langsung menelpon kepala BPN untuk menerbitkan hak masyarakat itu. Kabar baiknya, sertifikat PTSL untuk Nagari Tungkar lebih banyak dari daerah lain.

“Kegigihan wali nagari dan perangkat nagari bersama masyarakat sangat kami apresiasi. Insyaallah kami akan membantu percepatan keluarnya sertifikat PTSL di daerah lain,” ungkap Rezka.

Selaku penerima sertifikat PTSL, Darusna Elita (65) menyampaikan rasa syukur tanah yang dibelinya sudah menjadi hak miliknya dengan telah disertifikatkan. Tentunya ini akan menjadi aset masa depan bagi keluarga dan anak cucunya nanti.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih tak terhingga kepada Uni Rezka, tak sia-sia rasanya kami yang mendukung Uni Rezka dari dahulu. Sekarang taragak basuo terobati, dan kami sebagai konstituennya juga bisa bertemu langsung dengannya. Mudah-mudahan Uni Rezka berlanjut di periode selanjutnya,” ungkapnya Haru. (Syafri)

Komentar

Tinggalkan Balasan