oleh

Nilai Tertinggi USBK Dan USBN Di Kota Payakumbuh, SDN 46 Sabet 2 Trofi

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — 2920 siswa SD Negeri di Kota Payakumbuh telah selesai melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah Bersama Kota (USBK) April lalu. Dari 75 SD Negeri Dan Swasta yang mengikuti ujian tersebut di Payakumbuh, SDN 46 Payakumbuh berhasil meraih ranking 1.

Sekolah yang terletak di Lapangan Saribulan Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang ini mampu menggaet predikat sebagai SD dengan nilai USBK dan USBN tertinggi di Kota Payakumbuh.

Pemko Payakumbuh juga sudah menyiapkan trofi untuk 3 Sekolah Dasar yang menjadi peringat terbaik di USBN dan USBK. Trofi itu akan diserahkan saat kunjungan dinas ke sekolah usai lebaran.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Drs. AH Agustion melalui Kabid Dikdas Tavril Samry, S.Pd didampingi Kasi Kurikulum SD Hasnaldi, S.Pd mengatakan 3 sekolah dasar yang mampu menjadi terbaik antara lain.

Untuk USBN, juara 1 SDN 46 Payakumbuh Sawah Padang, juara 2 SDN 21 Payakumbuh Labuah Baru, dan juara 3 SDN 60 Payakumbuh Kubu Gadang.

Untuk USBK, juara 1 SDN 46 Payakumbuh Sawah Padang, juara 2 SDN 31 Payakumbuh Padang Tangah Payobadar, dan juara 3 SDI Raudhatul Jannah

Fantastisnya, SDN 46 Payakumbuh akan membawa pulang 2 trofi dengan rata-rata hasil nilai USBN Bahasa Indonesia 90,87, Matematika 71,40, dan IPA 90,34. Total nilai 252,61 dan rata-rata 84,20.

Sedangkan untuk USBK Agama 78,52, IPS 96,58, dan PKN 94,20. Total nilai 269,29 dan rata-rata 89,76.

“Kita sudah melihat bagaimana proses belajar mengajar disana, fokus guru dan kepala sekolah adalah pendidik disetiap tingkat harus menguasai Proses Belajar Mengajar (PBM), selamat kepada SDN 36 Payakumbuh telah menjadi yang terbaik,” ujar Tavril.

Disisi lain, Tavril mengaku pelaksanaan ujian SD pada tahun 2019 dilihat dari rata-rata nilai umumnya sudah bagus, namun khusus untuk mata pelajaran Agama dan Matematika, nilai seluruh siswa sedikit mengalami penurunan.

“Alhamdilillah rata-rata nilai sudah bagus, tetapi hasil dari nilai agama dan matematika siswa merosot. Untuk itu kami akan ikut sertakan guru dan Kepala Sekolah untuk mengikuti workshop. Karena peran kami di dinas akan selalu membimbing guru dengan mengadakan workshop pelatihan apabila nilai mata pelajaran siswa menurun,” tandas Tavril.

Disebutkan, Workshop ini pun akan menjadi tempat pengayaan bagi para pendidik untuk menghadapi UNBK tahun depan agar hasilnya lebih baik.

“Guru juga kita himbau untuk fokus dalam mengajar, dan apabila guru pendidik menggunakan smartphone, gunakanlah untuk proses belajar mengajar. Contohnya bagaimana penyerbukan bunga, itu tidak bisa diperagakan, namun lewat video dari internet bisa divisualisasikan kepada siswa kedalam proses belajar mengajar,” himbaunya.

Komentar

Tinggalkan Balasan