Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Zamhar, tentara aktiv yang maju menjadi calon Wali Nagari Tanjung Gadang, terpilih menjadi wali nagari pada Pilwanag Serentak kemaren di Limapuluh Kota. Zamhar resmi dilantik kemaren (1/7) bersama 68 wali nagari lainnya di kantor Bupati Limapuluh Kota, Sarilamak.
Zamhar merupakan sosok TNI idealis yang dikenal lurus dan visioner. Zamhar diminta masyarakat untuk menjadi wali nagari dan ia pun tak berniat untuk maju menjadi calon wali nagari karena baginya menjadi wali nagari adalah beban berat.
Berdasarkan survei Tim Suara Pribumi di daerah itu sejumlah masyarakat menilai Zamhar sosok yang pas untuk mengurai permasalahan di nagari. Masyarakat setempat mengatakan Zamhar selain membumi, Zamhar telah menunjukkan kepeduliaannya.

Zamhar membantu pasokan air untuk masjid dengan membangun pipa dan kolam penampungan air jauh sebelum pencalonannya menjadi wali nagari. Rencana membeli motor tracker ia urungkan demi membantu pembangunan kelancaran air di mesjid.
Menurut Zamhar menjadi wali nagari adalah musibah baginya karena harapan masyarakat berada dipundaknya, tanggung jawab besar berada di tangannya.
“Innalillahi wainnailaihi rajiun, Pertanggung jawabannya dunia akhirat. Saya takut harapan masyarakat yang tinggi tak dapat saya penuhi karena ketika jadi wali nagari semua persoalan di masyarakat adalah menjadi tanggung jawab saya,” ujarnya, Minggu (3/7/22).
Jika ia memilih gaji jauh lebih besar di TNI, dengan posisi terakhir yang akan ditempatinya pengamanan di kantor Badan Intelijen Negara (BIN). Namun karena dorongan dari masyarakat dan hasratnya untuk memperbaiki kampungnya ia mantabkan untuk menjadi wali nagari.
Ciri khas TNI tegas tetap mengakar dalam dirinya namun disisi lain ia punya prinsip kuat memegang teguh ajaran agama. Ia pernah ditawari untuk naik pangkat dengan cara menyogok namun ia tolak. Dia tak mau menanggung dosa sogok untuk kepentingan jabatan.
Ditambah dengan gayanya yang bersahaja dan bersahabat serta peduli membuat masyarakat Tanjung Gadang mempercayakan wali nagari kepada dirinya meskipun Zamhar sendiri sebelumnya karena aktiv di TNI jarang tinggal di Kampung.
Zamhar menyadari permasalahan di Nagari Tanjung Gadang mulai dari banyaknya jalan yang rusak, sampai permasalahan tambang di nagari tersebut. “Saya katakan ke masyarakat, saya akan bekerja maksimal, namun saya hanya manusia biasa pasti banyak nanti kelemahan saya,” tuturnya.
Ia mengatakan kemajuan nagari akan terwujud jika bersama-sama. Kesejahteraan masyarakat tak akan tercapai apabila wali nagari dibiarkan bekerja sendiri. “Kalau bpk ibu biarkan saya sendirian tak ada yang bisa selesai tapi kalau kita bersama-sama saling koordinasi membangun nagari mudah-mudahan kedepan akan lebih baik,” ujarnya.
Kini Zamhar sah menjadi Wali Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, yang sertijabnya dengan wali nagari lama akan dilakukan lebih kurang dalam 1,5 bulan kedepan dan sesuai aturan yang berlaku, karena ia terpilih jadi wali nagari, Zahmarpun mengajukan pengunduran diri dari TNI.
Editor: Syafri Ario, S. Hum





‘Aktiv’ tu pakai ‘v’ atau pakai ‘f’ tuan?
Di KBBI aktif nan basaroboknyo, ndak basuo aktiv do.