oleh

Bertemu Pelaku UMKM, Sandiaga Uno Ingin Nasionalkan OK OCE

Karawang – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, mengaku bakal menasionalisasikan gerakan OK OCE. Niat ini, katanya, terkait komitmennya untuk melakukan perubahan ekonomi, khususnya pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Sandiaga ketika berkunjung ke perkampungan nelayan sekaligus bertemu dengan anggota OK OCE Prasasti di SHSD (Sambel Hejo Sambel Dadak), Jalan International Karawang Barat, Wadas, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Kamis (3/1).

Dalam kesempatan itu, Sandi meninjau langsung pelatihan UMKM kepada anggota OK OCE di Karawang sekaligus meninjau langsung sejumlah usaha yang dirintis para ibu yang tergabung dalam OK OCE Prasasti.

“Ini adalah lokasi ke-980 yang saya kunjungi. Saya selalu sempatkan datang ke pelatihan OK OCE karena ini lepas dari politik,” kata Sandi.

Sandi juga menuturkan, alasannya untuk terus berusaha mendorong OK OCE karena wirausaha menyediakan solusi atas masalah ekonomi masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja. Sebab, pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini belum maksimal.

“Insya Allah 2019 kita perhatikan. Karena 97 persen lapangan kerja dari UMKM,” ungkap Sandi.

Sandi menyatakan, melalui OK OCE, dirinya bersama Prabowo Subianto berupaya membuka peluang kerja seluas-luasnya. Terlebih, kalangan muda menganggur kini jumlahnya mencapai tujuh juta orang.

“Banyak pengangguran di usia muda. Pemerintah harus kerjasama dengan OK OCE memberantas pengangguran ini,” tuturnya.

Sandiaga mengklaim, OK OCE telah menurunkan 20 persen pengangguran di Ibu Kota. Merasa pelaksanaan OK OCE di DKI Jakarta berjalan sukses, Sandi mengaku akan membawa program pelatihan kewirausahaan itu sebagai program nasional.

“Sudah ada 60.000 pengusaha yang bergabung dengan OK OCE. Saat ini OK OCE ada di 10 provinsi se-Nusantara. Target kami membuka sejuta pengusaha baru,” ungkap Sandi.

Seperti yang dialami Suryana dari Telukjambe. Perantau asal Jakarta itu bergabung dengan OK OCE karena ingin memulai usaha di bidang kuliner. Ia bercita-cita membuat kafe Betawi di Karawang.

“Saya masih takut memulai,” kata dia.

Sandi menjelaskan, melalui OK OCE, Suryana bisa membuat jaringan pertemanan dan membuat networking.

“Insya Allah kafe Betawi bakal hadir, rasa takut berkurang karena kita bimbing terus sambil pelatihan terus,” kata Sandi.

Hal yang sama terjadi pada Khaerul. Warga asli Karawang itu sedang merintis usaha percetakan. Ia ingin usahanya maju. Tapi ia tak punya mesin cetak.

Sandi menyarankan pada Khaerul untuk memanfaatkan momentum di tahun politik ini. sebab, biasanya bisnis percetakan selalu banyak pesanan dari politisi.

“Saat ini waktu yang sangat spesial untuk usaha percetakan. Semua partai sedang pesan kalender brosur dan semacamnya. Ke depan jangan fokus di politik, fokuslah di industri kesehatan atau pendidikan. Selain itu kita di OK OCE akan ajarkan internet marketing, bantu permodalan, siapa tahu (bisa) beli mesin sendiri,” tutup Sandi.(Gatra.com)

Komentar

Tinggalkan Balasan