Harau, Suarapribumi.co.id — Suasana khidmat dan penuh semangat terasa di lingkungan Insan Cendekia Boarding School (ICBS) saat menerima kunjungan para ulama dari Arab Saudi. Kunjungan ini menjadi momen istimewa, bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap kualitas pembinaan tahfidz Al-Qur’an yang dijalankan di ICBS.
Rombongan yang dipimpin oleh Syeikh Sholih At-Thowālah bersama dua syeikh lainnya merupakan utusan dari Kerajaan Arab Saudi. Kehadiran mereka dilatarbelakangi oleh keinginan untuk melihat secara langsung perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya dalam bidang tahfidz Al-Qur’an. ICBS menjadi salah satu lembaga yang dipilih karena komitmennya dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga dalam karakter.
Selama kunjungan berlangsung, para syeikh mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan. Diawali dengan penyambutan resmi di Komplek Harau, rombongan kemudian meninjau langsung aktivitas tahfidz santri. Momen yang paling berkesan adalah ketika para syeikh menyaksikan sima’an hafalan Al-Qur’an, di mana santri memperdengarkan hafalan mereka dengan penuh ketenangan dan ketelitian.
Tidak hanya itu, kunjungan ini juga diisi dengan dialog ilmiah bersama para asatidz, penyampaian tausiyah kepada santri, hingga peninjauan fasilitas pendidikan dan asrama. Bahkan, dalam kesempatan tersebut turut dipaparkan rencana pengembangan Ma’had Tahfidz yang akan dibangun di kawasan depan Komplek Global ICBS, sebagai bagian dari penguatan program tahfidz ke depan.
Ustadz Asyari Badi Alhaq, Lc. sebagai salah satu guru program Timur Tengah yang turut hadir menyambut, menyampaikan bahwa para syeikh memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem pembinaan tahfidz yang diterapkan di ICBS.
“Mereka sangat mengapresiasi kesungguhan santri dalam menghafal Al-Qur’an, kedisiplinan dalam muroja’ah, serta sistem pembinaan yang terstruktur di ICBS,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa keunggulan program tahfidz ICBS terletak pada pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada pembentukan adab dan akhlak. Sistem tahfidz yang terintegrasi dengan pendidikan formal, pendampingan intensif dari musyrif, serta lingkungan yang kondusif menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas hafalan santri.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ICBS berkomitmen untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mutqin dalam hafalan, tetapi juga unggul dalam akademik dan memiliki karakter yang kuat. Pendekatan integratif antara ilmu, amal, dan adab menjadi landasan dalam membentuk santri yang siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Kunjungan ini juga membawa makna strategis bagi ICBS. Selain menjadi bentuk apresiasi atas program yang telah berjalan, momen ini sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan tahfidz. Di sisi lain, terbuka pula peluang kerja sama yang lebih luas dengan lembaga-lembaga di Timur Tengah, yang dapat memperkuat posisi ICBS di tingkat internasional.
Melalui kunjungan ini, ICBS kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan generasi Qur’ani yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan global. Sejalan dengan visinya, ICBS terus melangkah dalam mewujudkan generasi yang cerdas, Islami, mandiri, dan berprestasi.(Syafri Ario)




