oleh

Rapat Perdana Exco Askab PSSI Limapuluh Kota Banjir Gagasan Menarik

Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Tanpa mengulur-ngulur waktu, kepengurusan Askab PSSI Lima Puluh Kota periode 2021-2025 langsung tanjap gas menggelar rapat Exco pertama yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (6/2).

Rapat langsung dipimpin oleh Ketua Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) yang sedang berada di Jogjakarta dan dihadiri oleh seluruh anggota Exco meski berada di tempat-tempat yang berbeda seperti Verdy Dekker yang sedang berada di Kalimantan ataupun Isra Dharma Suyandra di Padang.

Rapat diawali dengan harapan ketua PSSI Lima Puluh Kota untuk menyatukan persepsi dalam menjalankan amanah PSSI, sehingga dari persepsi tersebut bisa melahirkan visi dan misi yang bisa menjawab persoalan Sepak Bola Lima Puluh Kota.

RKN berharap sepak bola Lima Puluh Kota semakin berprestasi yang menjadi visi utama yang akan diusung oleh Askab kedepan.

“Memang tidak mudah, akan tetapi jika dilaksanakan secara bersama dan niat ikhlas untuk kemajuan Sepakbola Lima Puluh Kota tentu hal itu akan bisa direalisasikan,” ujar RKN.

RKN juga meminta gagasan-gagasan dari Exco yang nanti akan dikerucutkan menjadi misi Askab selama periode 2021-2025.

Diskusi dimulai dengan gagasan yang disampaikan oleh Isra Dharma Suyandra, Ketua Persada FC ini berpendapat bahwa keberhasilan kepengurusan sebelumnya harus dipertahankan, bahkan kalau bisa lebih ditingkatkan.

“Medali Emas Porprov menjadi misi pertama yang harus dipersiapkan semaksimal mungkin,,” jelasnya.

Selain itu, Askab akan segera berkomunikasi dengan pengurus Gasliko Lima Puluh Kota agar rebrending klub kebangaan Lima Puluh Kota ini bisa segera dilaksanakan.

“Terlepas dari siapapun pengurusnya tapi yang pasti Gasliko harus menjadi TIMNAS nya pemain terbaik Lima Puluh Kota,” ucapnya.

Menurutnya menjadi juara Liga 3 tingkat Provinsi bahkan lebih bukanlah mimpi yang terlalu muluk baginya melihat potensi pemain yang dimiliki Lima Puluh Kota.

Sementara itu, Exco lainnya, Yondrivel, berpendapat bahwa Askab PSSI Lima Puluh Kota harus berkomitmen untuk melaksanakan pembinaan.

“Dimulai dari usia dini hingga usia produktif untuk mendukung pembinaan yang berkelanjutan, juga harus didukung dengan adanya kompetisi secara berkala dan rutin dilaksanakan,” ujar Exco yang sering dipanggil dengan bapak wali ini yang juga merupakan Ketua Komite Wasit Askab PSSI Lima Puluh Kota.

Zulpadli yang juga merupakan mantan pemain kebanggan Luak Limapuluah pada eranya yang kini menjadi salah seorang Exco termuda juga berpandapat bahwa Kepengurusan Askab PSSI Lima Puluh Kota harus menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

Ia mengatakan kekompakan sesama pengurus dan menjaga silaturrahmi dengan anggota Askab tidak boleh terputus. Pengurus harus bisa menyatukun semua elemen di Askab Lima Puluh Kota yang ingin berpartisipasi untuk kemajuan Sepak Bola Lima Puluh Kota.

“Kita tidak boleh memandang kelompak maupun kepentingan golongan, akan tetapi semua hanya untuk Sepakbola Lima Puluh Kota,” ujarnya.

Disisi lain, Exco termuda yang sedang berada di Kalimantan yakni Verdy Dekker berpendapat bahwa bukan hanya melakukan pembinaan akan tetapi permasalahan mendasar yang sering dihadapi oleh perkumpulan maupun SSB adalah peraturan-peraturan dasar dalam menjalani roda Organisasi dari elemen terkecil, seperti SSB sendiri.

“Jadi Askab harus membantu dalam merumuskan aturan-aturan bagi perkumpulan maupun SSB yang ada di Lima Puluh Kota,” jelasnya.

Selain itu, Verdy juga berpandapat bahwa mencapai misi-misi yang kita harapkan harus didukung oleh pendanaan yang sehat. Askab juga harus mulai menganalisa pemasukan dana baik itu dana tetap, dana terikat, maupun dana fleksibel.

Elderson yang merupakan salah seorang Exco senior dan sudah tidak asing lagi dikancah Sepakbola Lima Puluh Kota berpendapat bahwa jangan sampai ada lagi pemain-pemain terbaik Lima Puluh Kota yang tidak terpantau sehingga bermain di daerah lain atau klub selevel Gasliko di tempat lain.

“Tapi kalau main di Liga 3 Nasional, Liga 2 apalagi Liga 1 tentu itu adalah sebuah prestasi dan wajib kita dukung,” ujarnya.

Pelaksanaan perekrutan atau penyeleksian pemain di Askab Lima Puluh Kota harus transparan serta membawa pemain berkiprah di Liga 2, Liga 1 maupun Timnas harus menjadi misi lain Askab dari segi prestasi.

Sementara itu, Ismail yang menjabat sebagai Wakil Ketua menekankan bahwa, Askab harus segera bekerja, legalitas harus disegerakan, ia mengatakan telah mendapatkan rekomendasi dari KONI Lima Puluh Kota untuk pengajuan SK ke Asprov PSSI Sumatera Barat.

Selain itu, Struktur lainnya yang belum ada dalam kepengurusan Askab PSSI Lima Puluh Kota periode 2021-2025 harus segera diisi.

“Askab harus merangkul semua elemen yang ada serta tenaga professional khususnya yang ingin mengabdi dan berpartisipasi demi kemajuan Sepak Bola Lima Puluh Kota,” ujar Ismail yang pernah menjabat sebagai Kabid Olahraga Disparpora Lima Puluh Kota.

Setelah mendengar semua aspirasi dari Exco, RKN selaku ketua telah merangkum apa-apa yang menjadi harapan dari seluruh anggota Exco yang nantinya akan dijadikan sebagai Visi dan Misi Askab PSSI Lima Puluh Kota.

Selain itu, RKN juga merekomendasikan sosok sekretaris yang akan berperan sangat signifikan dalam kepengurusan Askab periode kali ini.

RKN merekomendasikan Taufik Hidayatullah Ihsan untuk menjabat posisi tersebut dan disetujui oleh semua anggota Exco.

Walau masih muda namun RKN dan seluruh anggota Exco yakin dengan pengalaman yang telah dimiliki Taufik dalam menjalankan kesekretariatan khususnya dibidang Sepakbola.

Taufik adalah mantan Ketua Liga Luak Limopuluah yang berlangsung spektakuler, dia juga adalah orang yang berada di belakang layar atas suksesnya penyelenggaraan Gala Dinner Liga Askab PSSI Lima Puluh Kota yang digadang-gadang kemeriahannya melebihi Gala Dinner Liga 1 beberapa tahun yang lalu.

Selain itu, Taufik juga merupakan Wasit berlisensi C-2 serta pernah menjabat sebagai Bendahara Komite Wasit Askab PSSI Lima Puluh Kota.

Taufik sendiri mengatakan bahwa amanah yang dipercayakan kepada dia adalah amanah yang sangat luar biasa tantangannya, dia berharap dapat belajar dengan cepat untuk melaksanakan tugas-tugas sekretaris Askab PSSI Lima Puluh Kota.

Taufik juga berharap adanya arahan, kritik, dan saran dari pengurus maupun pemerhati Sepak Bola Lima Puluh Kota.

Rapat ditutup oleh RKN dengan menyatukan prinsip Askab PSSI Lima Puluh Kota kedepan yakni transparan, menjunjung tinggi nilai sportifitas, merangkul dan Profesional.

“Kita adalah orang-orang baru yang menjalankan Organisasi ini, oleh sebab itu ayo kita jalankan dengan baik, mari kita jadikan amanah ini sebagai momentum Sepakbola Lima Puluh Kota semakin lebih baik,” pungkas RKN.

Pewarta: Syafri Ario, S. Hum

Komentar

Tinggalkan Balasan