Polres Payakumbuh Amankan Dua Tersangka Pemukul Petugas Kebersihan, Satu Oknum Polisi

Payakumbuh917 views

Payakumbuh, Suarapribumi.co.id — Pasca viral video dugaan pemukulan petugas kebersihan Nagari Situjuah Batua di jalan raya Situjuah-Payakumbuh, tepatnya di Jorong Kotobaru, Nagari Situjuah Banda Dalam, pada Senin lalu (14/2), akhirnya Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira memastikan, dua tersangka tersebut ditahan. Keduanya, warga sipil dan oknum polisi yang bertugas di Polsek Situjuah tersebut ditahan di Mapolres Payakumbuh untuk proses hukum lebih lanjut.

“Sudah dilakukan proses hukum. Sudah ditangkap dan ditahan,” kata AKBP Alex Prawira di Mapolres Payakumbuh, Kamis (17/2).

Menurut AKBP Alex Prawira sebelum pada Senin itu dalam diskusi dengan wartawan, terkait kasus tersebut ada dua point yang bisa diambil dari diskusinya dengan wartawan, yaitu semangat untuk tetap tegaknya hukum dan keinginan masyarakat untuk memiliki polisi yang baik.

“Pada kesempatan ini saya selaku pimpinan Polres Payakumbuh menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggota saya yang tidak pantas. Terhadap peristiwa di atas akan kami lakukan proses hukum baik pidana maupun disiplin Polri,” tulis perwira berdarah Taram, Limapuluh Kota itu.

Kapolres yang dikenal berintegritas baik ini mengajak semua pihak menegakkan hukum tanpa melanggar hukum.

“Kita mulai dari diri sendiri dengan memberikan contoh dan tauladan. Dan saya berharap dukungan semua pihak untuk Polri menjadi lebih baik lagi,” kata AKBP Alex Prawira.

AKBP Alex Prawira mengatakan ada hikmah dan pelajaran dari kasus dugaan pemukulan petugas kebersihan oleh oknum warga sipil yang saat kejadiaan memakai baju kaos, diduga dibantu oknum anggota Polri yang memakai baju kemeja.  Salah satu hikmahnya adalah bagaimana menahan ego dalam diri.

“Itu kan, karena tidak kuat menahan ego saja. Saya pikir jika kita, kalau dimaki di jalan,  belum tentu juga akan melakukan apa. Hanya saja, ini kan anggota Polri. Mestinya, tidak bertindak seperti itu,” kata AKBP Alex Prawira.

Kapolres yang dikenal taat beribadah itu juga sempat menceritakan pengalaman empirisnya  dalam menahan ego. Beberapa waktu lalu, saat parkir dengan kendaraan pribadinya di salah satu pusat perbelanjaan di Payakumbuh, dia sempat diteriaki seorang pengemudi mobil jenis Fortuner.

“Mungkin karena mobilnya lebih bagus dari saya, pengemudi Fortuner itu teriaki saya, kenapa saya parkir di situ. Kepada sopir, saya bilang, tak usah dilawan,  mundur saja. Nah, hal-hal seperti ini, kan terkait ego sebenarnya,” cerita Kapolres.

Dalam diskusinya, Kapolres sempat menceritakan keprihatinannya, terkait  adab berlalu-lintas di jalan raya. Dimana, banyak orang terkadang gampang saja memaki di jalan raya.

“Ini sebelumnya ada juga kejadian. Seorang pejalan kaki yang sudah tua, menegur pengemudii sepeda motor yang masih remaja usia sekolah, karena motornya pakai knalpot bolong. Namun apa yang terjadi kemudian. Yang ditegur ini malah kena pukul. Kasus itu sampai di sini. Walau kemudian, terjadi perdamaian juga karena masih ada hubungan kekerabatan,” kata AKBP Alex Prawira.

Kembali kepada kasus dugaan pemukulan terhadap petugas kebersihan Situjuahbatua, Kapolres meminta awak media untuk menanyai hal-hal lebih rinci terkait kasus ini langsung kepada  Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Akno Pilindo. “Yang jelas, kasus ini sudah diproses. Ada attensi juga dari Mabes Polri dan Polda Sumbar,” kata AKBP Alex Prawira.

Sementara itu terkait video dugaan pemukulan yang viral di media sosial, Kapolres menjelaskan bahwa oknum polisi di dalam video itu memakai baju kemeja. Sedangkan yang terlihat dalam video diduga banyak memukul adalah oknum sipil.

Setelah video ini beredar di medsos, keluarga oknum polisi yang ada dalam video juga terpukul. Bahkan, anak oknum polisi itu menurut keterangan ibunya, tidak mau pergi ke sekolah. Karena anak itu merasa sudah diberi sanksi sosial. Sementara di dalam video, ayahnya tidak terlihat memukul.

Terlepas dari itu, Kapolres memastikan akan menangani kasus ini secara profesional. Untuk itu pula, kemarin siang, penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh bersama dengan Seksi Propam, sudah melakukan reka ulang di lokasi kejadian.

“Seperti disampaikan Bapak Kapolres, kasus ini sudah diproses secara hukum. Sudah dilakukan penahanan terhadap keduanya, baik sipil atau oknum anggota,” kata AKP Akno Polindo.

Editor: Syafri Ario, S. Hum

Tinggalkan Balasan