Anggota DPR-RI Asal Sumbar, M. Iqbal Minta Pemerintah Protes Terkait Diskriminasi Wanita Berhijab di India

Nasional, Politik456 views

Jakarta, Suarapribumi.co.id — Anggota DPR-RI daerah pemilihan II, Sumatra Barat, Muhammad Iqbal prihatin atas larangan penggunaan hijab bagi siswi sekolah di India. Iqbal mengatakan tindakan intoleran itu justru dinilai membahayakan bagi kemanusiaan dan kebebasan beragama.

Iqbal selaku Ketua Lembaga Hubungan Internasional DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta pemerintah Indonesia untuk menyampaikan nota protes melalui saluran diplomatik kepada pemerintah India atas prilaku diskriminasi bermotif agama dan penistaan terhadap umat Islam yang kerap terjadi belakangan ini.

“Larangan memakai hijab ini harus dihentikan dan meminta kepada pemerintah India agar menghentikan pihak-pihak yang melakukan diskriminasi terhadap umat Islam, sehingga kasus serupa tidak terulang di kemudian hari,” kata wakil rakyat asal Ranah Minang tersebut, Senin (14/2/2022).

Menurut Iqbal, aksi diskrimansi pelarangan penggunaan hijab bagi siswi sekolah di India menunjukkan bukti perlakuan diskriminatif pemerintah India terhadap umat Islam di sana.

“Alih-alih menjaga toleransi, larangan hijab ini justru membahayakan bagi kemanusiaan dan mengganggu kerukunan yang sejak awal diajarkan oleh tokoh India Mahatma Gandhi, yakni menjunjung tinggi kemajemukan, dari suku hingga agama,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI itu menambahkan, India didirikan di atas gagasan nasionalisme yang mengakui keragaman dan menempatkan manusia itu setara. Larangan hijab di India ini merupakan bukti pemerintah India mempertontonkan perlakuan diskriminasi terhadap umat Islam.

Sebelumnya, sebuah sekolah menengah khusus perempuan yang dikelola pemerintah di India melarang siswi Muslim berhijab masuk ruang kelas. Beberapa pekan kemudian, lebih banyak sekolah di India juga melarang penggunaan hijab.

Protes dan kecaman atas larangan penggunaan hijab bagi siswi muslim di sejumlah sekolah di India memanas dan mengemuka di jagat maya.

Bahkan, seorang pejabat Amerika Serikat telah menyuarakan keprihatinan tentang pelarangan jilbab yang kontroversial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di negara bagian Karnataka, India selatan, mendorong bantahan keras dari New Delhi.

Rashad Hussain, Duta untuk Kebebasan Beragama Internasional dari Amerika Serikat, mengatakan dalam sebuah tweet pada hari Jumat bahwa larangan jilbab akan menstigmatisasi dan meminggirkan perempuan dan anak perempuan.

Di Indonesia sendiri, aampai saat ini diketahui baru fraksi PPP yang berani secara lantang menyuarakan diskriminasi dan sikap intoleran terhadap muslim tersebut yang dilakukan pemerintah India.

Editor: Syafri Ario, S. Hum

Tinggalkan Balasan