oleh

Johansen Tumanggor : Adaptasi Kebiasan Baru Solusi Hentikan Kasus Covid

BANGKA TENGAH, SUARAPRIBUMI.CO.ID– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Johansen Tumanggor berharap, Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, dapat menjadi salah satu solusi agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Kita bersama-sama mengedukasi masyarakat terhadap Perda ini, sehingga adaptasi kebiasaan baru ini dapat jadi salah satu cara kita untuk menghentikan kasus (COVID-19) ini”, kata, Johansen Tumanggor Legislator dari fraksi Nasdem, saat melaksanakan kegiataan Penyebarluasan Perda No. 10 Tahun 2020, di grand vella hotel, sabtu (11/09/2021) malam.

Kegiataan Peraturan daerah (Perda) No. 10 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19, diikuti sekitar 50 peserta, menghadirkan narasumber antara lain, Immanuel Canemart Siregar, SH. MH. M. AP dan Arifin ST.

Seperti di ketahui, Pandemi covid-19 telah memporak-porandakan kehidupan, terutama ekonomi, sosial budaya bahkan akibat pandemi banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan.

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat dapat mematuhi dan menjalankan Protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika kurang penting.

Selain itu, ia menghimbau kepada seluruh pihak dan masyarakat untuk mengikuti vaksinasi, menurutnya, Vaksin menjadi salah satu cara pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19.

“Mari ikut vaksin, jangan dengarkan isu atau informasi negatif tentang Vaksin. Kita harus vaksinasi, ke puskesmas atau ke tempat-tempat yang telah diumumkan pemerintah dalam merealisasikan vaksinasi ini ke masyarakat”, harapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, Perda yang telah disahkan sangat penting untuk disebarluaskan ke masyarakat, untuk itu, ia berharap kepada sekitar 50 peserta yang hadir di kegiataan penyebarluasan Perda dapat menjadi pelopor Protokol kesehatan di masyarakat.

” Ini adalah bagian dari representasi tokoh masyarakat dan keluarga, minimal dirumahnya, keluarga terdekatnya dan mensosialisasikan ke masyarakat yang lainnya. menjadi pelopor Prokes di tengah masyarakat “, harapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait