Abad Baru Jam Gadang: Bukittinggi Bidik Panggung Budaya Dunia Lewat IMLF 2026

Berita35 views

SuaraPribumi.co.id, BUKITTINGGI – Momentum peringatan 100 tahun Jam Gadang tidak sekadar menjadi perayaan sejarah bagi warga Kota Bukittinggi, melainkan pintu gerbang diplomasi budaya di kancah internasional.

 

Melalui perhelatan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026, kota wisata ini sukses menarik perhatian dunia dengan merangkul delegasi dari 37 negara.

 

Komitmen tersebut ditegaskan dalam acara Welcome Dinner yang digelar meriah di Lapangan Balaikota Gulai Bancah, Bukittinggi, pada Rabu malam (3/6/2026).

 

Hadirnya puluhan perwakilan negara sahabat ini menjadi sinyal kuat bahwa kekayaan tradisi Minangkabau siap mengambil peran strategis dalam jaringan literasi dan kolaborasi global.

 

Menjual Pesona Minang ke 37 Negara

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menegaskan bahwa kehadiran para akademisi, penulis, dan pegiat literasi internasional ini merupakan bukti nyata daya tarik global yang dimiliki Bukittinggi.

 

Pemerintah daerah memanfaatkan momentum emas satu abad Jam Gadang untuk memperkenalkan branding kota yang kaya sejarah sekaligus ramah investasi budaya.

 

“Momentum peringatan 100 tahun Jam Gadang ini adalah kesempatan besar kita untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, dan tradisi Minangkabau kepada dunia internasional,” ujar Ramlan saat menyambut para tamu.

 

Melalui tradisi sekapur sirih yang sarat makna penghormatan, Pemko Bukittinggi menunjukkan komitmen keterbukaan dalam mempererat kerja sama lintas negara.

 

Festival ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai ajang seremonial, melainkan menjadi pemantik lahirnya kolaborasi global di bidang literasi dan pelestarian sejarah yang berdampak langsung pada masyarakat.

 

Dukungan Penuh Lintas Sektor

Langkah strategis Bukittinggi ini mendapat dukungan penuh dari tingkat provinsi. Acara jamuan makan malam tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, jajaran kepala daerah se-Sumatera Barat, serta Ketua LKAAM Sumbar.

 

Sinergi antara pemerintah dan tokoh adat ini memperkuat posisi tawar Sumatera Barat dalam mempromosikan pariwisata berbasis kebudayaan (cultural tourism).

 

Suasana malam keakraban kian semarak saat para delegasi asing disuguhi berbagai pertunjukan seni tradisional Minangkabau yang memukau. Penampilan ini berhasil menjadi instrumen diplomasi lunak (soft diplomacy) yang efektif untuk merekatkan hubungan antar bangsa.

 

Dengan suksesnya pembukaan IMLF 2026 di tengah perayaan satu abad ikon kotanya, Bukittinggi kini bersiap melangkah ke abad baru—bukan lagi sekadar sebagai kota tempat Jam Gadang berdiri, melainkan sebagai pusat literasi dan sejarah dunia yang diperhitungkan di peta internasional.( Harika)