Percepatan Teknologi Pertanian, Limapuluh Kota Ikuti Penas XVI di Padang

Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-XVI, di Padang Sumatera Barat (Sumbar) digelar pada 10 hingga 15 Juni 2023 yang dipusatkan di Lanud Sutan Syahrir. Pemerintah Kabupaten Limapuluh juga ikut dalam acara tersebut.

Acara yang digagas sejak 1971 ini diagendakan dibuka langsung Presiden Jokowi, dihadri Ketua DPR RI, Puan Maharani, Mentri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Witra Porsewandi mengatakan sesuai pedoman umum yang akan mengikuti acara Penas terdiri dari para petani, peternak dan nelayan tangkap berprestasi, himpunan organosasi profesi penyuluh, duta petani milenial dan kontak tani nelayan andalan.

Totalnya ada sebanyak 13 orang. Dalam acara itu bupati akan hadir sebagai peninjau dan dinas sebagai pendamping.

“Kita akan mengikuti kegiatan disana nanti ada rembuk tani, temu wicara. Tidak sekedar melihat-lihat namun ada banyak event diantaranya ada lomba ternak,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Penyuluhan, Vivi Febria menjelaskan dengan mengikuti acara ini peserta bisa melihat seperti apa hasil pertanian ditempat lain. Diharapkan setelah mengikuti acara tersebut peserta mampu lebih mandiri dalam membuka usaha.

“Kita sadari bahwa hasil pangan kita belum terlalu menonjol dimana pangsa pasar masih lokal. Disini bisa kita belajar dari daerah lain yang sudah mampu ekspor,” jelas Vivi.

Acara ini kata Vivi bisa disebut Baralek petani dan nelayan se indonesia. Event akan disuguhkan berbagai macam inovasi teknologi pertanian. Disana peserta diharapkan dapat menyerap perkembangan teknologi pertanian.

Pemkot Padang mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk pelaksanaan Penas Tani Nelayan 2023 untuk persiapan lokasi, keamanan, acara kesenian, pameran, pelayanan tamu, hingga pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Syahrial Kamat mengatakan rumah tersebut akan ditempati 35.459 peserta Penas Tani dan Nelayan XVI yang terdiri dari peserta utama, peserta pendamping dan peserta peninjau.

Menurut dia peserta utama adalah mereka yang merupakan petani yang tergabung dalam kelompok tani dan peserta pendamping merupakan peserta dari dinas terkait dan peserta peninjau merupakan kepala daerah.

Ia menjelaskan Penas Tani Nelayan XVI awalnya akan digelar pada 20-25 Juni 2020, namun karena pandemi diundur jadi 4-9 Juni 2022, tetapi karena pandemi belum reda akhirnya diputuskan dilaksanakan pada 10-15 Juni 2023.

Menurut dia semua kegiatan Penas Petani Nelayan ke XVI 2023 dipusatkan di Lanud Sutan Sjahrir Tabing berlokasi sekitar 10 kilometer dari pusat kota dengan luas area 84,20 hektare.

“Lanud Sutan Sjahrir dipilih karena lokasinya luas dan cukup strategis termasuk akan digunakan landasan pacu untuk pameran,” kata dia.

Kegiatan ini mengambil tema “Memantapkan Penguatan Potensi Dan Posisi Tawar Komoditi Lokal Untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.

Ia menyampaikan terdapat sejumlah agenda pada kegiatan itu yang sudah disiapkan yaitu pembukaan dan penutupan, temu wicara dengan Presiden RI dan pejabat negara serta pemberian penghargaan dan hadiah lomba.
Kemudian ada acara rembuk madya dan rembuk utama, temu profesi, temu petani ASEAN dan mitra, hingga temu sukses petani dan penyuluh.

Lalu akan ada pameran pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan, pameran aquaculture, pameran agroforestry, expo dan kontes peternakan nasional, lomba stand, pengembangan digitalisasi dan jaringan informasi agribisnis.

Berikutnya, temu usaha agribisnis, temu bisnis tanaman pangan dan hortikultura, temu bisnis bidang perkebunan, temu bisnis bidang peternakan, temu bisnis bidang kelautan dan perikanan serta temu bisnis bidang kehutanan.

Pada bidang agribisnis akan ada gelar dan temu teknologi, temu karya, karya wirausaha petani nelayan, peragaan, unjuk tangkas dan asah terampil. Lalu akan ada studi banding, widyawisata dan pagelaran seni budaya.

Penas Tani Nelayan 2023 akan dihadiri petani dan nelayan dari seluruh Indonesia termasuk gubernur, bupati dan wali kota. Penas Tani Nelayan merupakan forum pertemuan yang telah berlangsung sejak 1971, dan menjadi bagian yang strategis dalam upaya membangun kesepahaman diantara berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian maupun perikanan.(Syf)

Editor: Syafri Ario, S. Hum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *