oleh

Kondisi Memprihatinkan, Rezka Oktoberia Bedah Rumah Dua Lansia di Nagari Sungai Antuan Mungka

Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Hati seorang Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat Rezka Oktoberia begitu mudah tersentuh. Dirinya mendapat laporan dari Anggota Bamus Nagari Sungai Antuan, Prima Myfirstson bahwa ada warga lanjut usia di dua jorong yang tinggal di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Setelah menerima keterangan dan data yang cukup, Rezka dengan tangan dinginnya membantu biaya bedah rumah bagi kedua warga tersebut. Ada Dasir (67) warga lanjut usia tuna netra di Jorong Padang Batang Korong Bukik Tongah dan Dayuni (80) warga renta di Jorong Lubuak Samato Nagari Sungai Antuan.

Rumah Dasir, Tuna Netra Pemanjat Kelapa

Dasir adalah seorang tuna netra yang huniannya dengan kacamata orang awam saja tak bisa disebut rumah, kondisinya sangat tidak layak untuk dihuni. Ditutupi terpal Dasir tinggal bersama istri dan 2 anaknya, anak sulung tamat SMA pada 2020, dan anak bungsu tengah duduk di bangku kelas XI SMA, di Pondok Pesantren Darul Funun. Pekerjaan sehari-hari yang digeluti Dasir adalah sebagai pemetik buah kelapa dengan upah 1 banding 10.

Rezka Oktoberia tak kuat menahan hati melihat kondisi ini, Srikandi Luak Limopuluah itu memutuskan untuk membantu agar Dasir dibuatkan rumah semi permanen.

Saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah pemilihannya, Rezka menyempatkan diri mengunjungi rumah Dasir, melihat sudah sejauh mana progres pembangunan rumah baru bagi pria tuna netra itu didampingi Wali Nagari Sungai Antuan Rafles dan Anggota Bamus Prima Myfirstson, Selasa (3/8).

Terlihat pengerjaan rumah tersebut sudah lebih dari 40 persen, sudah terlihat tiang yang kokoh dari papan yang serba baru, ditambah atap genteng yang mengkilat.

Dasir saat ditemui Rezka sedang tidur di kandang kambing, terbaring sakit karena lagi tidak enak badan. Rezka menyapa dan memberikan semangat kepada Dasir kalau sebentar lagi dirinya akan memiliki rumah baru, sebuah hunian yang layak baginya dan keluarga.

Dayuni, Lansia Renta Tanpa Sanak Famili

Berbeda dengan Dasir, Dayuni adalah lansia yang tinggal di rumah milik keponakannya yang merantau, dirinya dititip kepada orang lain yang ikut tinggal di rumah tersebut. Ruangan bagi Dayuni yang sulit berjalan karena sudah renta itu tepat berada di sebelahnya, kondisinya sungguh tidak layak ditinggali, berlantaikan tanah, banyak dinding kayu yang sudah lapuk dan berlubang.

Rezka Oktoberia juga memutuskan untuk membantu agar rumah buat Dayuni dibuatkan berlantai dari coran semen, agar lansia itu tidak kesusahan lagi dan bisa tidur dan beraktifitas dengan nyaman.

Rezka berharap bantuan ini bisa menjadi pengobat hati mereka yang tinggal dalam keterbatasan. Dengan haru Srikandi Luak Limopuluah itu berpesan agar kedua lansia itu terus diberikan kesehatan dan semoga selalu diberikan kekuatan oleh Allah SWT.

“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini, kok ndak panuah kaateh panuah kabawah, bisa mengobat hati dua warga di Nagari Sungai Antuan, apalagi mereka sudah tua, harusnya bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak,” kata Rezka.

Dayuni yang kini tinggal sendiri dan sudah memiliki hunian yang layak itu menyampaikan terima kasih banyak atas bantuan dari Rezka Oktoberia.

“Diagiah urang awak tarimo, kalau indak yo indak baa juo. Hendaknya kebaikan Uni Rezka ko dibaleh tuhan dengan selalu Rezka diberi kesehatan oleh Allah SWT,” kata lansia renta itu.

Sementara itu, Wali Nagari Sungai Antuan Rafles menyampaikan apresiasi atas bantuan dari Rezka Oktoberia, dirinya berharap untuk kedepannya Srikandi Luak Limopuluah itu bisa membantu warga miskin lainnya yang masih hidup dalam keterbatasan di Nagari Sungai Antuan dan sekitarnya.

“Kami juga menyampaikan aspirasi agar Uni Rezka bisa membantu mempercepat proses pengaspalan jalan mulai dari Simpang Padang Batang hingga Simpang Labuah Lintang, karena jalan lingkar ini merupakan akses ke sekolah dan usaha peternakan warga, jadi kalau jalannya sudah bagus ini tentu bermanfaat sekali bagi kami,” ujarnya. (Syafri/timrzk)

Komentar

Tinggalkan Balasan