BREAKING NEWS
Jakarta-
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (DPP CIC), R. Bambang SS, menegaskan bahwa penanganan perkara yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya.
Kasus ini dinilai menjadi ujian besar bagi integritas penegakan hukum di Indonesia.
R.Bambang.SS mendesak Tim 9 yang dibentuk untuk memeriksa kasus ini agar bertindak berani dan tanpa tebang pilih.
CIC mendesak tim 9 khusus tersebut tidak boleh ragu untuk memeriksa siapa saja yang diduga terlibat dalam pusaran kasus ini, termasuk Jaksa Agung,SS NB sekalipun jika ditemukan indikasi keterkaitan.
Skandal ini semakin membusuk, karena menyeret bos kakap Bakrie Grup terseret di meja pemeriksaan.
CIC menilai, publik disuguhkan pertunjukan elite bagaimana hukum diatur sesuka jidat para penguasa.
Lebih lanjut, CIC menyoroti posisi Kuntadi yang kini menjadi prioritas utama untuk segera diperiksa.
R.Bambang.SS mengingatkan bahwa Kuntadi memiliki rekam jejak kedekatan struktural yang kuat di Korps Adhyaksa.
“Yang bersangkutan (Kuntadi) pernah menjadi anak buah Febrie di Gedung Bundar saat menjabat sebagai Direktur Penyidikan (Dirdik). Hubungan hierarki ini perlu didalami lebih lanjut,”tegas R.Bambang.SS kepada wartawan Sabtu (1/8/2026) di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa dalam dugaan kasus pemerasan ini, mantan Jampidsus tersebut tidak mungkin bergerak sendirian tanpa bantuan pihak lain.Dimana ketika nyanyian Febrie Ardiansyah didepan tim 9, sukses menyeret nama Nirwan Bakrie dan SS.
CIC meyakini ada keterlibatan oknum staf atau jajaran di bawahnya yang ikut memfasilitasi atau mengetahui praktik culas tersebut selama beroperasi di Gedung Bundar.Kebusukan ini makin lengkap yang membongkar dugaan lobi tingkat tinggi ke istana.
Selain internal kejaksaan, CIC juga mengendus adanya pergerakan dari oknum petinggi yang mencoba melakukan sabotase. Ada dugaan kuat bahwa sejumlah pihak berpengaruh sedang berupaya mengintervensi kasus ini agar mantan Jampidsus tersebut terhindar atau bahkan bebas dari segala tuntutan hukum.
R.Bambang.SS mengimbau masyarakat dan penegak hukum yang lurus agar tidak terkecoh oleh taktik dan manuver terselubung yang sedang dimainkan oleh para oknum tersebut. Ia melihat ada pola terstruktur untuk menekan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita jangan dibodohi oleh cara-cara busuk mereka. Manuver yang dilakukan saat ini sengaja dirancang untuk menekan Presiden Prabowo. Tujuannya jelas, mereka ingin menjadikan kasus ini sebagai posisi tawar atau istilahnya ‘tukar kepala’ demi menyelamatkan kelompok mereka. mulai dari usulan tukar guling kursi kapolri sampai pertemuan tertutup demi untuk mengamankan posisi Febrie Ardiansayah.Kalau lingkaran dekat Febrie Ardiansyah dan para Oligarki terus dibiarkan melenggang
.CIC Juga Mendesak Hukum mati Febrie Ardiansyah,” pungkas R.Bambang.SS.
(Moriza)




