IMLF 2026 Satukan Penyair Dunia dalam Panggung Budaya Bukittinggi

Berita18 views

Suarapribumi.co.id, Bukittinggi – International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026 kembali membuktikan dirinya sebagai ruang perjumpaan budaya dunia. Melalui malam pertunjukan seni yang digelar di Bukittinggi, Jumat (5/6/2026), para penyair dan seniman dari berbagai negara tampil dalam satu panggung yang menyatukan bahasa, sastra, dan kebudayaan lintas bangsa.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang tersebut menghadirkan delegasi dari sejumlah negara, mulai dari Indonesia, Australia, Italia, Bulgaria, Spanyol, Malaysia, India hingga Amerika Serikat. Mereka berbagi karya melalui pembacaan puisi dan pertunjukan seni tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya masing-masing.

Malam budaya diawali dengan penampilan Silat Minang oleh Sakola Alam Qu Sungai Janiah sebagai representasi warisan budaya Minangkabau. Penonton kemudian diajak menikmati beragam karya sastra melalui pembacaan puisi oleh Eva Mulusia, Mai White dari Australia, Oktavia Ningsih, Dedy Safputra, Sabrina dari Italia, dan Maja Panajotova dari Bulgaria.

Keberagaman budaya semakin terasa saat SMA Negeri 5 Bukittinggi menampilkan Tari Bagurau, disusul penampilan sejumlah penyair internasional seperti Hassanal Abdullah dari Amerika Serikat, Balbina dari Spanyol, Moh Syahrezza Satad dari Malaysia, hingga Prithviraj Taur dan Sankha Subhra dari India.

Tidak hanya menghadirkan sastra, panggung IMLF juga menampilkan kesenian tradisional Nusantara. Pertunjukan randai bertajuk Kisah Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah dan Tari Awok Bengkulu menjadi bukti bahwa kearifan lokal tetap mendapat ruang utama di tengah perhelatan internasional tersebut.

Partisipasi Dewan Persuratan Melayu Pahang Malaysia melalui Hajah Mahani Binti Mohamad turut memperkuat hubungan budaya serumpun yang selama ini menjadi salah satu semangat IMLF. Bersama para penyair Indonesia seperti Refdinal Muzan, Eka Safria, Sulthon M. Putra, dan Syarifuddin Arifin, mereka menghadirkan panggung sastra yang mempertemukan berbagai perspektif dan pengalaman budaya.

Melalui puisi, musik, tari, dan seni tradisi, IMLF 2026 tidak hanya menjadi festival literasi, tetapi juga wadah diplomasi budaya yang mempererat hubungan antarbangsa. Dari Bukittinggi, pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya, membangun perdamaian, dan memperkuat kolaborasi global disampaikan melalui bahasa seni yang dapat dipahami oleh semua orang. (Harika)