PWI Kota Solok Punya Nakhoda Baru, Raunis Roni Bawa Tekad Besar Periode 2026–2029

Berita, Daerah, Solok28 views

SOLOK KOTA Suarapribumi.co.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok memasuki babak baru. Drs. Raunis Roni resmi dipercaya memimpin organisasi wartawan tersebut untuk periode 2026–2029 setelah dilantik Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, di Balairung 99 Rumah Dinas Wali Kota Solok, Rabu (30/9/2026).

Pada momentum yang sama, Yamsasni juga resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Solok periode 2026–2029 oleh Ketua IKWI Sumatera Barat.

Pelantikan ini dihadiri jajaran PWI Sumatera Barat, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, perwakilan PWI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, insan pers serta sejumlah undangan.

Usai menerima amanah tersebut, Raunis Roni menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan anggota sekaligus membangun organisasi yang lebih solid. Ia ingin kebersamaan menjadi fondasi dalam menjalankan roda PWI Kota Solok selama tiga tahun ke depan.

“Kami siap bekerja, bersinergi, dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan,” ujar Raunis.

Menurutnya, PWI bukan sekadar organisasi profesi, tetapi juga menjadi wadah untuk menjaga marwah dan profesionalisme wartawan. Karena itu, pelaksanaan tugas jurnalistik harus tetap berpedoman pada kode etik serta menjunjung independensi pers.

Raunis membawa semangat “satu hati, satu tekad” sebagai pijakan kepengurusannya. Semangat tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan antarpengurus dan anggota sekaligus menjaga amanah organisasi.

“Kami berkomitmen mengedepankan prinsip satu hati, satu tekad, bersama memperkuat solidaritas, bersatu dalam menjaga amanah serta menyajikan informasi yang terpercaya sesuai kode etik jurnalistik,” katanya.

Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, dalam sambutannya mengingatkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya bergantung kepada sosok ketua. Kekompakan pengurus dan anggota menjadi bagian penting agar program yang telah dirancang dapat berjalan.

Ia juga meminta kepengurusan baru menjalankan organisasi secara transparan dan penuh dedikasi, terlebih di tengah perkembangan teknologi yang membuat dunia pers terus mengalami perubahan.

“Sebagus apa pun visi, tidak akan berjalan jika tidak kompak. Jalankan organisasi secara transparan dan penuh dedikasi, buktikan bahwa PWI adalah rumah wartawan yang solid dan berintegritas,” ujar Widya.

Menurut Widya, pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial. Untuk itu, wartawan dituntut menghasilkan pemberitaan yang objektif, tidak terjebak sensasi, serta tetap memegang teguh independensi dan kode etik jurnalistik.

Sementara itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra turut menyampaikan pesan kebersamaan kepada pengurus PWI yang baru. Ia menyinggung hubungan historis dan budaya antara Kota Solok dengan Kabupaten Solok yang tetap terjalin meski secara administratif kini menjadi dua daerah.

“Secara administrasi memang terpisah, namun secara hati, karakter, dan sejarah, kita tetap satu. Dulu Kota Solok adalah satu nagari dari 75 nagari di Kabupaten Solok. Kini kita dua daerah, tapi darah dan sejarah tetap mengalir sama,” kata Ramadhani.

Ia kemudian mengaitkan semangat persaudaraan tersebut dengan pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 yang mengusung pesan kebangkitan persaudaraan dan kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak bencana.

Ramadhani berharap kepengurusan PWI Kota Solok periode 2026–2029 mampu menjaga kekompakan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kerja jurnalistik yang profesional.

“Selamat bertugas kepada ketua dan pengurus yang baru dilantik. Semoga senantiasa sehat, kompak, dan bermanfaat bagi masyarakat. Mari kita tumbuh dan berkembang bersama,” ujarnya.

Pelantikan Raunis Roni dan Yamsasni tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan baru PWI dan IKWI Kota Solok. Amanah tiga tahun ke depan kini berada di tangan pengurus baru, dengan tantangan menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan di tengah perubahan ekosistem media.(Harika)