Breaking News
Jakarat-
Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Commiittee (CIC) mendesak Tim 9 Kejaksaan Agung segera ungkap keterkaitan Haji Isam dalam pusaran bisnis dengan dua tersangka mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah dan Don Dito sebagai pemegang saham. Disini CIC menilai keberanian dan nyali Tim 9 untuk membongkar siapa saja yang terlibat dalam kasus TPPU.
CIC menilai,lingkaran kerabat eks Jampidsus Febrie Adriansyah jadi sorotan. Salah satu yang menarik adalah kolaborasi bisnisnya bersama taipan Kalimantan Selatan, Haji Isam. Bagaimana hubungannya?.
Nama Haji Isam muncul dalam lingkaran hubungan bisnis dengan Febrie Adriansyah yang merupakan tersangka dari beberapa dugaan kasus tindakanan pidana korupsi dan pencucian uang. Dari informasi yang ada, dimana Haji Isam dan Febrie terhubung dari dua entitas bisnis.
Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menegaskan,”Kasus Febrie Adriansyah bermula dari dugaan manipulasi dalam pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU yang dinilai merugikan negara senilai Rp5 triliun. Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menyebutkan hal itu menjadi faktor penyebab mati listrik yang dialami di Sumatra dan Jawa pada Juni silam.Dalam operasi penggeledahan,Kortastipdikor bergerak menyasar ke-12 lokasi dari Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Bogor. Hasilnya, pada 8 Juli 2026, polisi menyita aset senilai Rp60 miliar di kafe de’Clan Signature beberapa waktu lalu, sehingga bukti tersebut menjadi bukti kuat keterlibatan Febrie Ardiansyah dalam kasus TPPU, jelas dalam kasus ini mantan Jampidsus tidak sendiri melakukan TPPU,CIC mendesak Tim 9 segera mengungkap dan mengusut tuntas kasus TPPU yang banyak menjerat oknum dan pihak swasta,”tegas R.Bambang.SS dalam keterangan resmi kepada awak media Kamis (6/8/2026) di Jakarta.
R.Bambang.SS menambahkan,selanjutnya, polisi menggeledah sebuah rumah Sentul City di Bogor yang diduga rumah Febrie. Hasilnya ditemukan uang tunai 4,76 juta dolar AS, dan 14,08 juta dolar Singapura, 74 kg emas batangan, dan Rp100 juta. Jika ditotal, semuanya senilai Rp476 miliar.
CIC menilai,Febrie bersama orang dekatnya Don Ritto pun ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Juli 2026. Dalam hal ini,CIC mengungkap ada 3 kasus yang diduga ada keterlibatan Febrie Ardiansyah mantan Jampidsus yang kini telah mendekam di Hotel Prodeo KPK.
Sekretaris Jenderal CIC DJ Sembiring mengungkapkan,”Ada beberapa poin keterlibatan bisnis Haji Isam dengan Febrie Ardiansya dan Don Dito, dimana Dugaan pemerasan dan pencucian uang di Asabri
Kasus penyelesaian utang anak usaha KRAS
Kasus korupsi pengadaan batu bara PLN pada 2018-2026
Lalu, bagaimana hubungan dipusaran bisnis antara Febrie dengan Haji Isam?, jelas ada kaitannya kalau kita mau jujur siapa yang tidak kenal Haji Isam,” ujar DJ Sembiring.
Menurut DJ Sembring,Gurita Bisnis Orang Dekat Pak Jaksa, ada dua PT yang menjadi penghubung antara Febrie dengan Haji Isam.
Pertama, PT Surya Banua Energi yang memiliki bisnis pertambangan batu bara di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.merujuk ke Data AHU Kementerian Hukum per 27 Desember 2024, perusahaan ini dimiliki oleh beberapa pemegang saham, yakni, dimanaDon Ritto pihak terafiliasi Febrie
Junaidi SH (orang dekat Haji Isam dan juga Presiden Komisaris TEBE)
Welly Susanto (Direktur TEBE)
GT Denny Ramdhani (Presiden Direktur TEBE dan juga Komisaris Utama di PT Eshan Agro Santosa yang menjadi pengendali JARR)
PT Sebamban Mega Energi (Perusahaan terafiliasi Don Ritto dan anak Febrie Adriansyah via PT Hutama Indo Tara)
Agustinus Antonius
PT Baramega Citra Mulia Persada (Perusahaan terafiliasi Haji Isam dan juga menjadi salah satu pemegang saham PGUN, entitas saham CPO milik Haji Isam dengan porsi kepemilikan 15,69 persen.
“Kedua, PT Indosentosa Agro Makmur yang memiliki bisnis Agrobisnis dengan pemilik manfaat Junaidi SH (yang tercatat sebagai komisaris TEBE),” pungkas DJ Sembiring.
(Moriza)




