Tampung Aspirasi Peternak Puyuh, Bupati Safni Instruksikan SPPG MBG Serap Telur Puyuh Lokal

Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Bupati Limapuluh Kota, Safni mendapat keluhan dari para peternak Puyuh Petelur karna jatuhnya harga jual dan sulitnya menjual telur Puyuh sejak proyek Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan di Limapuluh Kota.

“Kemaren Para peternak Puyuh mengeluhkan ke kami harga telur Puyuh yang murah dan dapur MBG juga tidak menyerap produksi telur mereka, untuk itu kami telah memanggil pengelola Dapur MBG agar bisa menyerap pangan lokal seperti telur Puyuh ini,” ujar Bupati Safni, Kamis (14/5/26).

Sebanyak 30 Pengusaha Peternak Telur Puyuh menemui Bupati Safni menyampaikan keluhan dan aspirasi agar harga telur puyuh kembali normal dan dapat diserap SPPG/Dapur MBG yang ada di Limapuluh Kota.

 

Seperti diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) memang mendorong pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peran tersebut ditegaskan melalui Petunjuk Teknis (Juknis) Keputusan Deputi Sistem dan Tata Kelola Nomor 009/05/01/SK.09/08/2025 tentang Pemilihan Mitra SPPG MBG, yang menempatkan pemda sebagai pengawas dan fasilitator, bukan sebagai pelaksana langsung program.

Dalam juknis pemilihan mitra SPPG MBG, BGN mengatur pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra pelaksana. Pemerintah daerah diharapkan mendukung kelancaran program melalui fungsi pembinaan, koordinasi, serta pengawasan agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Bupati Safni melalui Kepala Dinas Pangan Yunire Yunirman mengatakan untuk merespon keluhan Peternak Puyuh Petelur tersebut, Bupati bersama dinas terkait Dinas Pangan memanggil 20 pemilik SPPG MBG yang ada di Limapuluh Kota. Dalam pertemuan itu Bupati Safni dan Kepala Dinas Pangan meminta semua pemilik dapur MBG di Limapuluh Kota untuk menyerap telur Puyuh hasil peternak lokal agar usaha mereka tetap berjalan dan masyarakat bisa menikmati multipiler efek dari kehadiran Dapur MBG di Limapuluh Kota.

“Alasan mereka tidak menyerap telur Puyuh karna susah membuka telur Puyuh, maka kami menyarankan untuk membeli alat pembuka telur Puyuh harganya cukup murah berkisar Rp1 juta,” ujarnya.

Kadis Pangan mengatakan sesuai arahan bupati saat ini Pemkab tengah menyusun draf surat Imbauan kepada pengelola SPPG agar dapat memperhitungkan penggunaan telur puyuh sebagai salah satu pilihan variasi menu protein hewani dalam penyelenggaraan MBG (Makan Bergizi Gratis). Kadis mengatakan ia sudah mulai menyampaikan ke masyarakat baik di lapangan maupun melalui media sosial untuk memprioritaskan menyerap hasil ternak dan hasil pangan lokal untuk menu MBG

“Kita sudah tekankan kepada pengelola SPPG agar serap pangan lokal seperti telur Puyuh untuk pemenuhan gizi, sehingga masyarakat kita juga merasakan manfaat hadirnya SPPG di daerahnya. Kita berharap dapat mendongkrak pendapatan peternak Telur Puyuh di Limapuluh Kota. Termasuk pangan lainnya,” ujar Kadis Pangan.(Syafri Ario)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *