BUKITTINGGI – Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., MA, menekankan bahwa momentum Ramadan harus menjadi titik balik bagi para pemangku kebijakan untuk memperkuat integritas. Baginya, esensi puasa bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan instrumen untuk mempresisi kembali niat pengabdian kepada masyarakat.
Ditemui di kediamannya di kawasan Belakang Balok, Minggu (8/3/2026), Syaiful menegaskan bahwa kejujuran yang ditempa selama bulan suci merupakan modal utama dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan. Ia meyakini bahwa kualitas kebijakan seorang pemimpin sangat bergantung pada kejernihan batin dan ketulusan niat.
“Hati yang suci akan menjadi perisai bagi perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Ketika jiwa kembali kepada kesucian, maka niat dan keinginan juga akan lurus. Dari sinilah lahir kebijakan yang benar dan berkeadilan bagi rakyat,” ujar Syaiful dengan nada tenang namun tegas.
Pesan integritas ini ditarik lebih jauh ke dalam ranah profesionalisme anggota dewan. Syaiful menyebut bahwa instrumen etika seperti Badan Kehormatan (BK) Award bukan sekadar ajang penghargaan seremonial, melainkan pengingat krusial bagi setiap wakil rakyat untuk menjaga muruah lembaga dan kepercayaan publik.
Sebagai nakhoda DPRD Bukittinggi, ia memandang bahwa nilai-nilai Ramadan harus terinternalisasi dalam kolaborasi antara Pemerintah Kota, DPRD, dan masyarakat. Pembangunan yang maksimal, menurutnya, mustahil tercapai jika batin para pengambil kebijakan terkotori oleh kepentingan pribadi atau golongan.
“Integritas adalah harga mati. Jika hati pemimpin bersih dan niatnya lurus, maka setiap regulasi dan anggaran yang disepakati akan membawa kemaslahatan yang nyata bagi masyarakat luas,” tambah tokoh yang juga dikenal sebagai akademisi agama tersebut.
Melalui refleksi Ramadan ini, Syaiful berharap seluruh elemen di lingkungan DPRD Bukittinggi dapat meningkatkan etika kerja dan semangat saling merangkul, guna menciptakan iklim pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keadilan sosial. (Harika)









