oleh

Monitoring Ke Kelurahan Parambahan Dan Koto Panjang Dalam, KPA Bakal Gelar Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS Di Daerah Rawan

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Kembali bergulir, kunjungan lapangan, monitoring, evaluasi, dan koordinasi yang dilaksanakan oleh salahsatu lembaga kesehatan khusus yang diketuai Riza Falepi, Walikota Payakumbuh.

Adalah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Payakumbuh menggelar tatap muka dengan dua Kepala Kelurahan Parambahan dan Koto Panjang Dalam, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), Senin (28/5).

Selaku Pelaksana Program, Sekretaris KPA Fahman Rizal bertekad menjalin kerjasama dengan seluruh lini untuk upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya HIV dan AIDS di Kota Payakumbuh.

Disambut baik, Kedua Lurah tersebut sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh KPA Kota Payakumbuh, dan akan memasukan KPA dalam kegiatan sosialisasi tentang HIV dan AIDS dalam agenda sosialisasi tahunan kelurahan yang bersumber dari ADK tahun 2019.

“Insyaallah habis lebaran akan kita laksanakan, dan akan kita dukung agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berdaya guna, kami melihat fungsi KPA sangat bagus untuk memagari generasi kuda dengan pengetahuan tentang bahaya HIV/AIDS,” ujar Lurah Koto Panjang Dalam, Budiarto.

“Melihat tujuan mulia dari KPA, kami selaku Lurah Parambahan juga akan mendukung program sosialisasi bahaya HIV/AIDS, akan kita fasilitasi dan pastikan peserta yang datang nanti tepat sasaran,” tambah Lurah Parambahan, Yan Chandra.

Fahman Rizal mengatakan hasil dari pertemuan tersebut alhamdulilah, dari beberapa kelurahan yang dilakukan pendekatan dan koordinasi, semuanya memahami jika kegiatan ini sepenuhnya di support oleh Walikota selaku ketua KPA.

“Untuk narasumbernya kita usulkan supaya pihak kelurahan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat atau Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, lokasi Sosialisasinya bisa di kantor lurah atau di puskesmas kalau ingin Voluntary Concelling and Testing (VCT),” ujar Fahman.

Dilaporkan laki-laki yang akrab dipanggil Pak Man ini, untuk koordinasi dengan Puskesmaspun demikian, dari 3 Puskesmas yang dikunjungi, semua sudah siap dengan sarana dan prasarananya.

“PR kita masih banyak, ada 5 Puskesmas lagi yang akan kita ajak berkoordinasi dan juga ada beberapa kelurahan lagi yang akan kita lakukan pendekatan, untuk tahun ini kita hanya memprioritaskan kelurahan yang potensi tingkat kerawanan resikonya lebih tinggi,” ujar Fahman.

Diakhir pertemuan tersebut Pak Man manyebut, target kelurahan yang akan ditemui selanjutnya sedang di agendakan.

Komentar

Tinggalkan Balasan