Vinus Muda Gandeng Kesbangpol, Gelar Pendidikan Politik Kaum Muda Kabupaten Bogor

Berita1,263 views

suarapribumi.co.id

Bogor — Vinus Muda menggelar agenda pendidikan politik bertajuk Youth Political Movement, sebuah forum yang dirancang untuk menguatkan kapasitas kepemudaan Kabupaten Bogor dalam memahami dinamika sosial, politik, dan pembangunan daerah. Lebih dari 150 peserta dari berbagai kecamatan hadir dalam kegiatan ini, membawa beragam pengalaman dan persoalan lokal untuk didiskusikan secara kolektif.

Forum ini menekankan pentingnya pemuda dalam membangun kesadaran politik yang matang dan berorientasi pada solusi. Karena itu, penyelenggara merancang rangkaian kegiatan yang tidak hanya berisi diskusi, tetapi juga pelatihan membaca persoalan daerah secara sistematis. Dalam proses tersebut, peserta dibagi ke dalam empat zona berdasarkan kesamaan karakter wilayah. Zona I mencakup daerah agraris seperti Parung Panjang, Tenjo, Jasinga, Cigudeg, Nanggung, Sukajaya, Leuwisadeng, Leuwiliang, Pamijahan, dan Cibungbulang. Zona II terdiri dari wilayah pinggiran perkotaan seperti Ciampea, Bojonggede, Sukaraja, Rumpin, Rancabungur, Ciseeng, Gunungsindur, Kemang, Parung, dan Tajur Halang. Zona III melibatkan wilayah agraris–perbukitan seperti Ciomas, Tamansari, Cijeruk, Cigombong, Caringin, Ciawi, Cisarua, Megamendung, Dramaga, dan Tenjolaya. Sementara Zona IV mencakup kawasan administratif dan industri seperti Cibinong, Babakan Madang, Citeureup, Klapanunggal, Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, Sukamakmur, Tanjungsari, dan Cariu.

Pembagian zonasi tersebut digunakan untuk mempermudah peserta memahami persoalan dari akar, karena setiap wilayah menghadapi tantangan yang sangat berbeda, mulai dari layanan publik, pendidikan, pembangunan sosial, hingga isu ekonomi dan kepemudaan. Selama kegiatan berlangsung, para peserta melakukan pemetaan masalah dan membaca struktur persoalan yang ada melalui pendekatan struktural, kultural, dan personal. Setelah itu, mereka diajak untuk merumuskan solusi kolaboratif yang dapat diterapkan melalui gerakan sosial, advokasi pemuda, hingga program komunitas skala kecil.

Founder Vinus Muda Chikal Akmalul Fauzi menekankan bahwa pendidikan politik pemuda harus berangkat dari pengalaman langsung membaca persoalan di wilayah masing-masing. “Gerakan ini lahir karena kebutuhan pemuda untuk memahami daerahnya secara lebih dekat. Pendidikan politik tidak boleh hanya berhenti sebagai teori, tetapi harus menjadi proses penguatan nalar kritis dan keberanian menyuarakan solusi,” ujarnya.

Co-Founder Vinus Muda, Muhammad Diva Mu’zizat, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang aman bagi pemuda untuk belajar politik tanpa polarisasi. “Kami ingin pemuda terbiasa berdiskusi dengan jernih, tidak terjebak opini sepintas. Dengan membaca akar persoalan, mereka akan mampu merumuskan gagasan yang layak diperjuangkan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa proses ini sekaligus membangun karakter generasi muda agar lebih analitis, empatik, dan inklusif dalam melihat persoalan daerah.

Salah satu peserta dari Zona II mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya cara pandang baru dalam melihat Bogor secara menyeluruh. “Ternyata setiap zona punya masalah khas, tapi semua saling terkait. Di sini saya belajar bahwa pemuda harus punya cara berpikir yang terukur agar kontribusinya benar-benar berdampak,” ujarnya.

Yoth Political Movement diharapkan menjadi pondasi lahirnya generasi muda Kabupaten Bogor yang lebih siap menghadapi tantangan sosial dan pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, Vinus Muda mendorong pemuda untuk tampil sebagai mitra strategis perubahan—bukan hanya pendukung acara, tetapi aktor yang mampu menawarkan solusi nyata bagi masa depan Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *