Desak Copot Kalapas Bukittinggi, Herdianto: Tragedi Keracunan Adalah Bukti Gagalnya Sistem Pemasyarakatan

Nasional761 views

Suarapribumi.co.id – Jakarta, 15 Mei 2025
Gerakan Pemuda Amanah Bangsa (GPAB) mengecam keras tragedi keracunan massal di Lembaga Pemasyarakatan Bukittinggi yang menyebabkan jatuhnya korban di antara warga binaan. GPAB menilai bahwa peristiwa ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk nyata dari kegagalan sistemik dan pembiaran institusional di bawah kepemimpinan Kalapas Herdianto.

“Kami tidak bisa lagi menyebut ini kelalaian. Ini adalah pelanggaran berat atas hak asasi manusia. Kalapas Bukittinggi, Herdianto, harus segera dicopot dan diproses hukum. Jika tidak, ini menjadi bukti bahwa negara melindungi kejahatan,” tegas GPAB dalam pernyataannya.

Menurut laporan dari lapangan, sejumlah warga binaan mengalami keracunan parah akibat makanan yang disediakan pihak lapas. Hingga kini, belum ada penjelasan transparan dari Kementerian Hukum dan HAM RI, sementara korban terus menderita.

GPAB menilai penanganan kasus ini lamban, tidak transparan, dan terkesan ditutup-tutupi. Karena itu, GPAB akan menggelar aksi besar-besaran untuk mendesak:

Tuntutan GPAB:

1. Pencopotan segera Kalapas Bukittinggi, Herdianto.

2. Investigasi independen terhadap insiden keracunan massal.

3. Reformasi menyeluruh dalam sistem pemasyarakatan Indonesia.

4. Tindak tegas seluruh aparat yang terbukti lalai dan melanggar hukum.

Aksi Damai Nasional GPAB:

Tanggal: 15 Mei 2025

Lokasi: Depan Kementerian Hukum dan HAM RI

Waktu: 10.00 WIB – Selesai

Kami mengingatkan, negara tidak boleh lepas tanggung jawab. Di balik tembok lapas, warga binaan tetap manusia yang harus dijamin hak dan keselamatannya.

Jika negara terus diam, maka rakyat akan bersuara lebih keras. GPAB akan terus berdiri di garda terdepan menuntut keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *