Limapuluh Kota, Suarapribumi.co.id — Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) bersama Tim PT.Semen Padang melakukan sosialisasi tanaman Kaliandra di Nagari Koto tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Limapuluh Kota, pada Senin 27 September 2022.
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Rizki Kurniawan Nakasri (RKN) mengatakan ia berkunjung ke Nagari Koto Tinggi bersama tim Semen Padang untuk mengajak masyarakat setempat menanam tanaman Kaliandra.
“Kami berkunjung ke Nagari Koto Tinggi bersama pak Aria dan tim Semen Padang lainnya sekitar 7 orang. Kunjungan kami dalam rangka silaturahim dengan pemerintah nagari dan masyarakat untuk sosialisasi tanaman Kaliandra, atau biasa disebut warga setempat, “patai-patai”,” ujar RKN dihadapan Wali Nagari dan Bamus.
Dalam hal ini kata RKN, PT.Semen Padang memiliki program bagus untuk mendorong masyarakat menanam secara massal tanaman Kaliandra ini dengan memberikan bantuan bibit gratis, kemudian membeli panennya setelah itu.
Kaliandra ini menurut RKN merupakan tanaman yang sangat cocok ditanam di lahan-lahan tidak produktif dan bagi petani yang kekurangan modal, karena tanaman ini tidak perlu perawatan khusus seperti semak belukar saja. “Tanpa ditanam khusus pun sebenarnya tanaman ini tumbuh. Daunnya untuk makanan ternak dan batangnya untuk bahan briket/pellet yang dapat dijadikan sebagai pengganti batu bara,” jelasnya.
Semen Padang berencana untuk mengganti 15% kebutuhan batu bara mereka dengan briket dari Kaliandra ini. “Dengan begitu tentu ini akan menjadi peluang bagi warga Limapuluh Kota. Ayo manfaatkan. Bagi warga yang ingin berkonsultasi dapat menghubungi bpk Eko Wahyudi, Rusianto DT. Pado dan Mulyadi,” imbaunya.
Tanaman ini memiliki sejuta manfaat. Tanaman ini bisa menjadi bahan pembangkit tenaga listrik. Kaliandra, atau cabello de angel (rambut malaikat) yang berasal dari Guatemala ini bisa diolah menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT). Sumber olahan palet dari kayu kaliandra digadang bisa menjadi bahan EBT biomassa pembangkit listrik hingga 10 MegaWatt.
Kemudian Kaliandra merah merupakan tanaman semak yang mudah tumbuh saat musim penghujan atau kering. Akar rhizobium dan jamur microriza di akar Kaliandra juga mampu mengurangi pertumbuhan gulma lahan. Selain daun pelyuannya yang baik dimanfaatkan untuk pakan ternak, bunga kaliandra pun menjadi penghasil nektar untuk lebah madu yang baik.
Tinggi Kaliandra dapat mencapai 12 m dengan diameter 20 cm. Batang basah Kaliandra mampu menghasilkan energi panas 4600 kkl/Kg. Sedang saat sudah kering menghasilkan kkl/Kg panas. Panas ini setara dengan panas rerata batubara. Sehingga prospek olahan pelet kayu kaliandra dapat dijadikan EBT biomassa ramah lingkungan untuk tanah air.
Pelet kayu dianggap lebih ramah lingkungan daripada batubara. Wood pellet atau pelet kayu dari Kaliandra dianggap carbon neutral. Daripada bahan bakar gas (BBG), emisi CO2 yang dihasilkan pelet kayu 8 kali lebih rendah. Sedang dibandingkan bahan bakar minyak (BBM), emisi CO2 pelet kayu 10 kali lebih rendah. Sehingga tak heran, tren pelet kayu sebagai EBT biomassa menjadi alternatif energi.(Syafri/rk)





Kegiatan Wabub cap ini sangat bermanfaat untuk Regenerasi,
Ini termasuk minat dan karakteristik yg terarah untuk persaingan kedepan.
Mantap…..!