Zulhamdi Nova Candra: Sejarah Bukittinggi Harus Jadi Roh Pembangunan, Bukan Sekadar Dekorasi Foto Wisatawan

Berita33 views

BUKITTINGGI – Pesatnya geliat pariwisata di Kota Bukittinggi membawa kekhawatiran tersendiri bagi Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Zulhamdi Nova Candra IB, Amd, Pangulu Alam. Ia menilai, narasi sejarah perjuangan yang melekat pada setiap sudut kota jangan sampai tergerus dan hanya berakhir menjadi latar belakang foto yang kehilangan makna.

Pernyataan tegas ini disampaikannya saat berbincang hangat mengenai arah pembangunan kota, Senin (12/1/2026). Sebagai putra asli Nagari Kurai, Zulhamdi menekankan bahwa pembangunan fisik dan ekonomi melalui sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai sejarah.

“Wisata itu penting, ekonomi bergerak. Tapi kalau sejarah perjuangan kita hanya jadi dekorasi foto, maka kita sedang kehilangan makna. Bukittinggi harus dibangun dengan roh sejarahnya, bukan sekadar memoles wajah kota agar terlihat cantik di kamera,” ujar Zulhamdi dengan nada serius.

Salah satu yang menjadi sorotan emosional bagi sosok bergelar Pangulu Alam ini adalah keberadaan Gevangenis Van Fort De Kock, bekas penjara kolonial yang menjadi saksi bisu penahanan tokoh-tokoh perlawanan bangsa. Baginya, situs seperti ini adalah pengingat bahwa Bukittinggi pernah menjadi ruang pertarungan ide, iman, dan keberanian yang luar biasa.

“Di kota ini, banyak pejuang besar lahir dan ditempa. Ada yang berpidato membakar semangat, ada yang bergerak diam-diam, dan ada yang harus merasakan dinginnya penjara kolonial. Itu semua adalah jati diri kita yang tidak boleh pudar oleh modernisasi,” tambahnya.

Zulhamdi mendorong agar pemerintah daerah mulai menyusun narasi resmi kota yang lebih berpihak pada pelestarian sejarah. Hal ini mencakup penataan kawasan bersejarah yang lebih terintegrasi hingga penguatan kurikulum sejarah lokal bagi generasi muda.

Baginya, pembangunan tanpa kesadaran sejarah berisiko melahirkan generasi yang tercerabut dari akar budayanya. “Bukittinggi bukan hanya tempat orang datang untuk berlibur, tapi tempat orang belajar tentang arti perjuangan. Inilah fondasi moral yang harus kita jaga untuk masa depan,” tutup Ketua DPD Partai NasDem Bukittinggi tersebut.

Melalui pandangan ini, Zulhamdi mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk kembali memposisikan sejarah bukan sebagai masa lalu yang usang, melainkan sebagai pedoman dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Kota Bukittinggi ke depan.