oleh

Walikota Riza Falepi Serahkan Bantuan Perbaikan 350 RTLH Di Payakumbuh Secara Simbolis

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Tahun ini menjadi tahun ketiga di Kota Payakumbuh dalam melaksanakan perbaikan kepada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan pada tahun 2018 lalu Kota Payakumbuh diganjar penghargaan oleh Kementerian PUPR sebagai pelaksana Program Rehab Rumah terbaik.

Tepat pada Sabtu (31/8) pagi, di Gedung Olah Raga (GOR) M. Yamin, Kubu Gadang, Walikota Payakumbuh Riza Falepi menyerahkan secara simbolis kepada sebanyak 350 masyarakat penerima bantuan RTLH di Payakumbuh.

Walikota yang juga didampingi asisten II Elzadaswarman, Kepala Bank Nagari, Kepala Badan dan Dinas, Camat, Lurah dan jajaran ASN Pemko Payakumbuh.

Kepala Dinas Perkim Martha Minanda dalam laporannya memaparkan penyerahan bantuan stimulan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2019 di Kota Payakumbuh, Sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan Pemukiman.

“Tantangan kita adalah penyediaan perumahan yang layak, dengan meningkatkan persentase rumah layak huni di Payakumbuh untuk peningkatan kualitas hidup masyarakatnya, mencegah perumahan kumuh, ruang lingkup RTLH bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan kerusakan 65 persen, seperti perbaikan atap, lantai, dinding, dan kerusakan struktural,” kata Martha.

Dikatakan prinsip bantuan ini stimulan, bentuk rangsangan kepada warga yang rumahnya memang kategori RTLH, sebagai pendongkrak keinginan masyarakat untuk memperbaiki rumah. Diharapkan program ini dapat mengembangkan inisiatif dan kemampuan swadaya masyarakat juga meningkat.

Sumber dana yang diterima Pemko Payakumbuh, pertama dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berasal dari dana pusat dengan jumlah rumah yang akan direhab sebanyak 170 unit dan besaran dana Rp2,975 Milyar.

Selanjutnya ada Dana Alokasi Umum (DAU) berasal dari APBD Kota Payakumbuh dengan jumlah 100 unit rumah, besaran dana Rp1,75 M. Terakhir Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari APBN murni berjumlah 80 rumah dengan besaran dana Rp1,4 Milyar, ditambah lagi dengan sumber dana BSPS.

Walikota Riza Falepi menyebut tidak hanya melalui Dana Alokasi Khusus dari Kementerian, Kota Payakumbuh juga melakukan subsidi kepada 100 RTLH melalui APBD, komitmen untuk meningkatkan persentase rumah yang layak huni terus akan ditingkatkan oleh Riza.

“Tidak hanya rumahnya saja yang layak, namun sanitasinya juga harus, karena itu penting, kita tidak ingin masyarakat Payakumbuh BAB disembarang tempat ataupun di jamban, akan berakibat pada buruknya kesehatan lingkungan,” kata Riza.

Ditekankan oleh Walikota dua periode itu, untuk lurah, apabila memberikan data penerima bantuan stimulan itu, harus betul-betul masyarakat miskin, artinya tidak ada pilih kasih. Selagi sesuai aturan dan cukup syarat.

“Kalau memang tidak bisa menerima jangan dipaksakan, kita tekankan disini memang yang kita bantu adalah masyarakat yang masuk dalam kategori miskin dan rumahnya memang sudah tidak layak,” kata Riza.

“Walaupun sudah habis nanti masa jabatan saya sebagai walikota, kita ingin agar program ini terus berlanjut di Payakumbuh, agar masyarakat kita sejahtera dan memiliki tempat tinggal yang layak demi kelangsungan hidup keluarganya,” pungkas Riza.

Komentar

Tinggalkan Balasan