oleh

Untuk Optimalisasi Sentra IKM Rendang, Kementrian Perekonomian sambangi Kota Payakumbuh

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Dalam rangka optimalisasi fungsi Sentra IKM Randang Payakumbuh sebagai pusat produksi Randang, Kementerian koordinator bidang perekonomian menyatakan kesiapannya untuk membantu pengembangan industri rendang di Payakumbuh setelah melakukan kunjungannya ke Payakumbuh, Kamis (25/04/2019)

Foto bersama perwakilan kementrian perekonomian di depan ruang pertemuan Randang Balaikota

“Kementrian perekonomian datang untuk meninjau kesiapan kita dalam pengembangan industri rendang skala besar setelah proposal yang kita ajukan,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Wal Asri di Ruangan Asisten II Sekdako.

Ia mengatakan setelah melihat fasilitas dan tempat serta semangat tinggi pelaku usaha IKM rendang Kementrian tertarik untuk mengupayakan bantuan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN.
“Dalam bantuan CSR BUMN itu Kementrian akan melihat skala prioritas dalam pemberian CSR itu diantara peralatan yang kita minta,” ujarnya.

Senada dengan kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Asisten III Amriul Dt. Karayiang mengatakan dengan adanya bantuan CSR BUMN tersebut diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Payakumbuh.

“Kami berharap dengan adanya bantuan ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat payakumbuh dari hulu sampai ke hilir,” kata Asisten III tersebut.

Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh, Budi Kurniawan menjelaskan setelah ini pada minggu kedua bulan Mei Kementrian Koordinator Perekonomian akan mengumpulkan BUMN di pusat dan daerah yakni Bank Nagari dan Semen Padang.

“Nanti Payakumbuh akan mempresentasikan industri rendang dan Kementrian akan memfasilitasi dalam mengupayakan bantuan CSR BUMN yang dibutuhkan Payakumbuh,” jelasnya.

Ia menyebut diantara kebutuhan Kota Payakumbuh untuk industri rendang adalah beberapa alat produksi, kuali elektrik, mobiler galery, mobiler koperasi dan pengelola.
“Meski belum lengkap namun saat ini produksi sudah mulai berjalan dengan peralatan yang ada karena sebagain dapur tradisional masih ditanggung melalui APBD,” jelasnya.

Kunjungan ke Sentra IKM Rendang di Kel. Padang Kaduduak Kec. Payakumbuh Utara

Sementara untuk ekspor ke Arab Saudi ia belum bisa memastikan kapan dilakukan karena terlebih dahulu perlu melengkapi semua perlengkapan tersebut.
“Soal ekspor itu pasti hanya waktu yang belum bisa kita tentukan karena kemaren mereka pengusaha Arab Saudi sudah tertarik setelah memastikan kesanggupan dan ketersediaan bahan baku kita,” ujarnya.

Pada saat itu menurutnya pengusaha Arab Saudi sangat antusias dengan distribusi rendang di Arab Saudi setelah ketersediaan bahan baku dan kesiapan industri rendang Payakumbuh.

“Setelah melengkapi semua peralatan yang kita minta ini Insha Allah secepatnya kita ekspor,” kata Budi.

Rombongan Kementerian koordinator bidang perekonomian yang datang melihat kesiapan IKM Randang Romi Ramdani Kasubid Peningkatan Skala UMKM, Ganesha Mahottama Lubis Kasubid Pengembangan Produk UMKM dan Sagita Mutiara Hidayah Analis Perekonomian.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait