Suarapribumi.co.id, Bukittinggi — Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bukittinggi melakukan evakuasi sarang tawon jenis vespa di salah satu rumah warga di Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguak Panjang, Kamis (malam, pukul 22.00 WIB).
Evakuasi dilakukan setelah warga melaporkan keresahan akibat keberadaan tawon berbisa yang bersarang di bagian rumah dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bukittinggi, Joni Feri, melalui Kasi Penyelamatan, Dedi Aprianto, menyebutkan bahwa penanganan tersebut merupakan bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat dalam mengatasi kondisi darurat non-kebakaran.
“Penanganan sarang tawon ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Kami bergerak cepat untuk memastikan lingkungan warga aman dari ancaman hewan berbahaya,” ujar Dedi.
Dalam proses evakuasi, personel Regu Brama yang terdiri dari Budi Darmansyah, Zainal Abidin, Ari Setiadi, dan Zulfahmi, menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap guna menghindari sengatan berbahaya dari tawon vespa.
Tawon jenis vespa dikenal memiliki racun yang cukup berbahaya. Sengatannya dapat menyebabkan:
Rasa nyeri hebat dan pembengkakan
Reaksi alergi serius (anafilaksis) yang berpotensi mengancam nyawa
Serangan berkelompok jika sarangnya terganggu, sehingga risiko cedera meningkat
Selain itu, tawon vespa cenderung agresif ketika merasa terancam, terutama di area dekat sarangnya.
Dedi Arianto juga mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri sarang tawon atau hewan berbahaya lainnya.
“Kami mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada petugas jika menemukan hewan, reptil, atau serangga yang berpotensi mengancam keselamatan. Jangan mengambil tindakan sendiri karena sangat berisiko,” tegasnya.
Sementara itu, Friswati (66), pemilik rumah yang menjadi lokasi evakuasi, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari tim Damkar.
“Kita bersyukur ancaman tawon berbisa sudah bisa ditanggulangi dan saya berterima kasih atas kinerja bapak-bapak dari Damkar Kota Bukittinggi,” ujarnya. (Harika)






