Perjuangan Bupati Safni Tak Main-Main, Kementan Beri Sinyal Kuat untuk Gambir 50 Kota

Berita145 views

Jakarta — Di tengah padatnya agenda di DPR RI, Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, memilih tidak sekadar hadir sebagai peserta kegiatan. Dari Jakarta, ia justru melakukan langkah strategis yang kini mulai menunjukkan hasil nyata bagi petani gambir di daerahnya.

Melalui pertemuan virtual bersama Kementerian Pertanian RI dan PTPN IV, Sabtu (11/4), Safni secara langsung mendorong percepatan realisasi pembangunan pabrik gambir di Lima Puluh Kota—sebuah kebutuhan yang selama ini dinilai mendesak namun belum kunjung terwujud.

Pertemuan tersebut menjadi titik penting. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian, memberikan sinyal kuat dengan menjadwalkan kunjungan langsung Menteri Pertanian RI ke Sumatera Barat pada Selasa, 14 April 2026.

Langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa. Banyak pihak menilai, ini merupakan respon atas dorongan aktif pemerintah daerah yang terus “mengetuk pintu” pusat agar komoditas gambir mendapat perhatian serius.

“Intinya, Pemkab Lima Puluh Kota tetap serius berjuang untuk pendirian pabrik gambir di Lima Puluh Kota,” tegas Safni.

Selama ini, petani gambir di Lima Puluh Kota menghadapi persoalan klasik: harga yang fluktuatif dan minimnya nilai tambah karena produk dijual dalam bentuk mentah. Kehadiran pabrik pengolahan diyakini akan mengubah rantai ekonomi tersebut secara signifikan.

Safni menyadari bahwa perjuangan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Ia pun mengajak petani gambir untuk ikut mengawal proses ini hingga benar-benar terealisasi.

“Kami mohon doa dan restu dari para petani gambir. Mari kita berjuang bersama-sama, mengawal aspirasi ini sampai ke tingkat kementerian di pusat,” ujarnya.

Langkah Safni ini mencerminkan pendekatan berbeda: bukan menunggu program turun, tetapi aktif membangun komunikasi, menekan, sekaligus memastikan isu gambir tetap berada di meja pembahasan pemerintah pusat.

Kini, dengan rencana kedatangan Menteri Pertanian ke Sumbar, harapan itu semakin terbuka. Pertanyaannya tinggal satu: apakah momentum ini akan benar-benar menjadi titik balik bagi kejayaan gambir Lima Puluh Kota?

Waktu yang akan menjawab, namun satu hal sudah terlihat jelas—perjuangan itu kini sudah sampai ke pintu pusat.  (Harika)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *