Percepat Program Central of Agro, Bupati Safni Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat

Berita126 views

Suarapribumi.co.id, Lima Puluh Kota — Guna mempercepat pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian, Bupati Lima Puluh Kota, Safni, menggandeng berbagai elemen masyarakat. Mulai dari akademisi, praktisi, hingga mantan birokrat dilibatkan dalam perencanaan dan pengembangan program unggulan Central of Agro.

Langkah ini ditandai dengan kegiatan penanaman perdana 400 batang bibit alpukat jenis Miki di lahan seluas lebih kurang 2 hektare, yang berlokasi di Jorong Simpang Tigo, Nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD, wali nagari, penyuluh pertanian, serta tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak di bidang masing-masing. Di antaranya Budi Febriandi, Indra Sago, Gusdian Laora, serta Marzul Veri.

Dalam kesempatan itu, Budi Febriandi menyampaikan bahwa komunikasi dan diskusi bersama Bupati telah sering dilakukan. Ia juga menyebut keterlibatan David Andrio yang turut memberikan kontribusi pemikiran dalam pengembangan sektor pertanian di daerah tersebut.

Sementara itu, Gusdian Laora yang akrab disapa Da Yan, mengungkapkan optimisme terhadap arah pembangunan yang tengah dijalankan. Menurutnya, dengan landasan yang kuat serta perencanaan matang, hasil nyata dari program ini diperkirakan mulai terlihat dalam tiga tahun ke depan.

Di sisi lain, Indra Sago menekankan pentingnya strategi pembangunan yang dimulai dari sektor hulu. Ia mendorong Pemerintah Daerah untuk fokus pada kemandirian benih sebagai fondasi utama.

“Kita dorong Lima Puluh Kota menjadi sentra pembibitan. Tidak hanya untuk Sumatera Barat, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah sektor hulu diperkuat, langkah selanjutnya adalah peningkatan budidaya yang baik hingga masuk ke tahap hilirisasi.

“Hilirisasi kopi, kelapa, dan kakao harus menjadi arah berikutnya, agar nilai tambah bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Terakhir, Gusdian Laora menegaskan bahwa melalui kolaborasi lintas elemen ini, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan komitmen bahwa pembangunan Central of Agro bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan bersama.

“Kolaborasi menjadi kunci. Pembangunan yang kuat lahir dari kebersamaan, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tutupnya. (Harika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *