Payakumbuh, Suarapribumi.co.id — Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh bersiap menjalankan program khusus pada bulan Ramadhan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan pemahaman siswa, baik aspek agama maupun karakter. Salah satunya dengan mengadakan pesantren selama 20 hari selama bulan ramadan.
“Sesuai edaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kami diberi keleluasaan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, terutama dalam aspek religius serta mempererat hubungan antara sekolah dan rumah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril.
Dia mengatakan, pesantren kali ini berbeda dengan pesantren sekolah (tradisional). Perbedaan nya terletak karena dirancang dengan variasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan antara sekolah, orang tua, dan komite sekolah.
Uniknya dari pesantren kali ini, siswa non Muslim pun juga bisa ikut mendalami ajaran agama mereka masing-masing. “Menyesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran setiap siswa,” ujarnya.
Selama Ramadan, dia mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan tak hanya terfokus pada pendidikan agama. Akan tetapi juga fokus pada pembiasaan karakter dan kurikulum umum.
“Misalnya, dalam Islam, ada pembelajaran tahfiz, salat, dan kegiatan keagamaan lainnya,” jelasnya.
Terkait dengan jam belajar, pihak Dinas Pendidikan memberikan penyesuaian agar kegiatan di bulan Ramadhan tetap berjalan dengan lancar. Durasi jam pelajaran akan disesuaikan dengan tingkat kelas.
Untuk siswa di kelas rendah, kegiatan belajar akan berlangsung sekitar dua hingga tiga jam, sedangkan untuk kelas tinggi seperti kelas IV, V, VI, dan SMP, durasi belajar mencapai sekitar lima jam pelajaran.
Selain itu, waktu masuk sekolah juga akan disesuaikan. “Kami berencana untuk menggeser waktu masuk sekolah menjadi sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar Dasril.(Syafri)