oleh

Warga Kota Randang Sudah Terpapar ISPA, PMI Gencar Sebarkan Masker Gratis

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Akibat kabut asap kiriman yang diduga akibat pemalakan dan pembakaran hutan, Kota Payakumbuh berubah menjadi kelabu akibat tertutup kabut asap. Kabut asap tersebut mulai memakan korban. Dampak kabut asap, terjadinya peningkatan kunjungan pasien yang diduga terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Menekan peningkatan penderita Ispa, hampir seminggu sudah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Payakumbuh menggelar diatribusi masker gratis kepada masyarakat. Pendistribusian bukan saja digelar di fasilitas umum di pusat pasar Kota Payakumbuh. Tapi, PMI mencoba melebarkan sayap penyebaran masker gratis hingga sekolah dan madrasah yang ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota.

Pendistribusian masker tersebut sebelumnya sudah dimulai Pemko Payakumbuh dengan merangkul para rekanan. Selain itu, pendistribusian masker gratis juga digelar komunitas dan mahasiswa. Tak mau ketinggalan, STIH – Putri Maharaja pun ikut andil sebar ribuan masker di arena car freeday medan nan bapaneh Ngalau Indah.

Dan, hari ini Senin (16/09/2019) PMI kembali gencar menebar masker gratis. Pendistribusian masker gratis hari ini tampak dibeberapa madrasah, setelah sebelumnya kegiatan senada juga telah dilaksanakan.

Usai membagikan masker di sekolah dan madrasah di kecamatan Aka Biluru, lanjutan tugas kemanusiaan, Kepala Markas PMI Payakumbuh Viny Holyana dibantu rekan kerja mendistribusikan ratusan masker di MTsN 2 Payakumbuh di kawasan Talawi kelurahan Ompang Tanah Sirah kecamatan Payakumbuh Utara.

Madrasah ini terletak paling utara Payakumbuh dan berbatas langsung dengan kecamatan Harau dan Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kedatangan Pengurus PMI disambut langsung Plh Kepala madrasah Erlina Yulia didampingi Kaur TU Murda Ayudi dan majlis guru.

“Kami dari PMI Payakumbuh hari ini menyerahkan masker kepada keluarga besar MTsN 2 Payakumbuh. Pakailah dan semoga bermanfaat dan bisa mengantisipasi kemungkinan penyakit saluran pernafasan,”ucap Viny sembari menyerahkan bantuan.

“Alhamdulillah dan terima kasih banyak untuk PMI Payakumbuh. Insyaallah bermanfaat besar bagi kami. Memang selama kabut asap melanda Payakumbuh, baru PMI Payakumbuh yang menebar masker gratis ke madrasah kita. Sekali lagi terima kasih,”balas Erlina Yulia.

Kesempatan itu, Pengurus PMI Payakumbuh menyempatkan diri memberikan pembinaan terkait pola pemakaian masker yang baik.

Usai dari MTsN 2 Payakumbuh, PMI Payakumbub jugabtampak mengirimkan bantuan serupa di MTsS TI Koto Panjang.

Kunjungan paaien penderita ISPA meningkat di RSUD Adnaan WD
Kabut asap yang beberapa hari terakhir terus melanda Kota Payakumbuh mulai berdampak berdampak terhadap kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di daerah tersebut.

Direktur Pelayanan dan Penunjang RSUD dr Adnaan WD Kota Payakumbuh, dr. Yanti menyebut, dalam empat hari terakhir jumlah kunjungan Instalasi Gawat Darurat (IGD) mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa.

“Jadi kita lihat ada sedikit peningkatan kunjungan dalam empat hari belakangan ini. Kalau persentasenya sekitar 20 sampai 30 persen,” kata Yanti, Senin (16/9/2019) sore.

Lebih lanjut, ia menyebut, sebagian besar yang terdampak kabut asap itu adalah anak-anak yang memiliki riwayat sesak napas ataupun asma.

Pasien yang masuk itu sebagian besar masuk dengan indikasi demam, batuk pilek, dan sesak napas.

“Jadi dengan kondisi seperti sekarang ini memang menjadi pencetus serangan kambuhan. Dari ruang rawat anak yang saat ini rata-rata penuh, itu sekitar 40 persen-nya merupakan pasien ISPA,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menghimbau kepada warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Dan apabila harus ke luar, ia menganjurkan untuk menggunakan masker.

“Ini untuk mengurangi dampak dari kabut asap ini,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan