oleh

Tekan Pekat, LGBT, Narkoba, Dan HIV/AIDS, Forum Kecamatan Sehat Payakumbuh Barat Gelar Sosialiasi

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Pemko Payakumbuh terus gencar membentengi masyarakatnya dari Penyakit Masyarakat (Pekat), berbagai penguatan dilakukan oleh Kota Randang yang terkenal dengan dunia kuliner malamnya ini, salahsatu kegiatannya yaitu Sosialisasi Forum Kecamatan Sehat dengan Tema “Penanggulangan dan Penanganan Bahaya LGBT, Napza, Serta HIV/AIDS yang digelar di Aula Kantor Camat Payakumbuh Barat, Kamis (18/7).

Dibuka oleh Camat Payakumbuh Barat L. Kefrinasdi, S.Sos, didampingi Kasi Kesos Muhammad Rio Hidayat, S. Kom, dan Ketua Forum Kecamatan Sehat Dt. Paduko Dirajo. Sedangkan Narasumber dari BNN Kota Payakumbuh Denni Ashar dan DKK Kota Fatma Nelly, turut hadir Ketua Karang Taruna Kota Payakumbuh yang barusaja menerima Penghargaan dari BNN Provinsi Sumbar Ade Vianora.

Kegiatan ini dianggap sangat penting guna memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkoba, LGBT, serta HIV/AIDS serta penangganannya kepada para peserta sosialisasi yang terdiri dari karang taruna, PKK, Pokja Forum Kelurahan Sehat se Kecamatan Payakumbuh Barat, LPM, Lurah, dan KAN koto Nan Ompek.

Narasumber Deni Ashar menyebut BNN mengaprsesiasi kegiatan Forum Kota Sehat yang mau menggandeng instansi Vertikal dan mengharapkan kedepannya kegiatan ini berkelanjutan sampai tingkat kelurahan sekaligus mensosialisasikan operasional dan pemahaman narkoba ke masyarakat melalui Mobil Sinar Payakumbuh dari BNN.

“BNN juga siap melayani kebutuhan penanganan tentang napza, sehingga peredaran dan bahaya narkoba di Kota Payakumbuh berkurang dan ditekan mengingat Payakumbuh daerah perlintasan yang rawan akan peredaran narkoba,” kata Deni.

Sedangkan harapan dari DKK Kota, dikatakan Fatma Nelly kedepannya DKK siap memberikan sumbangsihnya dalam menanggani peyakit masyarakat, sehingga LGBT dan masalah Penyakit Masyarakat lainnya bisa teratasi dan diberantas di Kota Randang.

Salahsatu peserta, Cahyo Laksana Guntur Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Bulakan Balai Kandi menyebut sosialisasi seperti ini perlu diperbanyak dan digelar sesering mungkin kepada generasi muda, apalagi kalau digelar di kafe-kafe tempat anak muda nongkrong.

“Kalau bisa digelar di tiap kelurahan, dan mengundang anak-anak muda, lalu kalau digelar di kafe sembari mengopi juga sepertinya akan menarik, kita berharao bisa melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.

Komentar

Tinggalkan Balasan