Tak Terbukti Politik Uang, Bawaslu Hentikan Laporan Politik Uang Mulyadi-Ali Mukhi

Daerah, Polhukam281 views

Padang, Suarapribumi.co.id – Bantuan sembako dari Paslon Mulyadi untuk masyarakat ditengah Covid-19, yang seharusnya diapresiasi malah dilaporkan oleh sejumlah oknum, akhirnya mental. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatra Barat (Sumbar) menghentikan kasus dugaan politik uang pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur, Mulyadi-Ali Mukhni (Mualim) yang dilaporkan oleh sejumlah warga waktu lalu.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sumbar, Elly Yanti mengatakan, laporan itu tidak dilanjutkan karena pelapor tidak memberikan kelengkapan laporan ke Bawaslu sesuai batas yang ditentukan, sedangkan bukti itu dilakukan untuk mengkaji laporan tersebut memenuhi syarat formil dan materil.

“Kita sudah menerima laporan itu yang akan lakukan kajian awal. Tapi setelah dua hari laporan, kelengkapan yang kita minta dari pelapor tidak kunjung sampai ke Bawaslu,” kata Elly.

Ia mengatakan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2020 apabila pelapor tidak melengkapi laporan, maka registrasi tidak dilanjutkan karena tidak memenuhi syarat formil dan materil. “Jika laporan dilanjutkan, harus melaporkan dari awal lagi,” ujarnya.

Seperti diketahui ada sejumlah masyarakat di Kota Padang yang melaporkan paslon Mulyadi-Ali Mukhni ke Bawaslu Sumbar dengan membawa barang bukti sekarung beras dan poster atau stiker gambar Anggota DPR RI dan Bupati Padang Pariaman, karena diduga melakukan politik uang.

Kuasa hukum pelapor, Apriman SH menyebutkan paslon Nomor Urut 1 itu terindikasi melanggar Undang-Undang Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 73 ayat (1). Padahal, setiap paslon atau tim kampanye dilarang memberikan uang atau materi lainnya untuk memengaruhi pemilih pada Pilkada 9 Desember 2020.

“Kami datang ke Bawaslu karena ada paslon bagi-bagi beras ke warga dan terindikasi politik uang. Kami juga menyerahkan video-video buktinya, stiker, dan kalender foto Paslon,” ujar Apriman pekan lalu.

Pewarta: Syafri Ario

Tinggalkan Balasan