oleh

STAIDA Gelar Seminar, Ahmad Deski ; Dalam Rangka Pembukaan Kuliah.

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qur’an (STAIDA) Payakumbuh kembali menggelar seminar Al Qur’an bersama Dr. Syafruddin, M.Ag, dosen pasca sarjana UIN Imam Bonjol Padang dengan tema Aktualisasi Pemahaman Al Qur’an.

Seminar yang dipusatkan di Aula SKB Kota Payakumbuh, Rabu (25/09/2019) dihadiri Walikota Payakumbuh yg diwakili oleh Devitra, S. Sos, M.Si yang sekaligus Ketua Yayasan Darul Furqon Payakumbuh, Ketua STAIDA Payakumbuh, Ahmad Deski, MA, Ketua BAZNAS Kab. Lima Puluh Kota Desembri Chaniago, MA dan mahasiswa serta undangan lainnya.

Ketua STAIDA Payakumbuh, Ahmad Deski, M.A. dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan salah satu kegiatan rutin yag dilakukan STAIDA Payakumbuh dalam rangka pembukaan perkuliahan.

“Perkuliahan semester ganjil ini kita mengambil tema aktualisasi pemahaman Al Qur’an sesuai dengan prodi yang kita miliki yaitu Ilmu al-Qur’an dan Tafsir serta Pendidikan Bahasa Arab. Alhamdulillah peserta seminar banyak yang hadir dari akademisi, tokoh masyarakat serta pejabat di Luak Limo puluah. Terima kasih atas kehadiran kita semua dan selamat mengikuti seminar pada hari ini,” Jelas Ahmad Deski.

Sementara, Ketua Yayasan Darul Furqon Payakumbuh Devitra S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Ketua serta civitas akademika STAIDA Payakumbuh yang telah sukses melaksanalan seminar ini.

Saya selaku Ketua Yayasan sekaligus mewakili Pemko Payakumbuh mengucapkan terima kasih kepada narasumber Bapak Dr. Syafruddin, M.Ag. yang telah berkenan hadir berbagi ilmu bersama civitas akademika dan masyarakat Payakumbuh. Mudah mudahan dengan berkah al qur’an bisa membumi ditengah masyakat dan STAIDA Payakukumbuh bisa berperan untuk itu”, harapnya

Narasumber DR. Syafruddin, M.Ag. sebelum memaparkan materinya, menyampaikan pesan khusus untuk mahasiswa STAIDA Payakumbuh.

“perumpamaan orang yang pandai membaca al-Qur’an tapi tidak mampu menafsirkan seperti orang yang membaca surat yang datang tengah malam dalam keadaan gelap, sehingga dia tidak mampu membacanya. Maka, belajar tafsir hukumnya fardhu kifayah untuk setiap nagari atau kelurahan,”harap Syafruddin.

“Kita berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi, minimal satu orang disetiap nagari atau lurah untuk belajar tafsir di STAIDA Payakumbuh,”Harapnya lagi kepada Pemda.

Seminar al-Qur’an diikuti oleh semua peserta dengan sangat antusias sehingga pada sesi tanya jawab peserta banyak yang bertanya menanggapi berbagai persoalan tentang aktualisasi pemahaman al Qur’an ini.
Adalah Wirdanil, guru PAI di MTsN 2 Payakumbuh yang ikut dalam seminar tersebut merasa bangga bisa mengikuti wejangan dari sang narasumber.

“Paparan materinya sangat baik dan mengarah. Kita sebagai guru agama dituntut agar lebih termotivasi dalam mendalami al quran yang notabene berbahasa Arab. Guna mengamalan optimalnya, kita harus dalami juga tafsir. Jadi, PAI di madrasah semuanya saling terkait. Dasar itulah yang diajarkan narasumber tadi,”ungkap Wirdanil saat melaporkan kegiatannya kepada Kepala MTsN 2 Payakumbuh.

Komentar

Tinggalkan Balasan