BUKITTINGGI – Podium bukan lagi domain eksklusif kaum pria. Pesan kuat inilah yang ingin disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Dewi Angraini, kepada seluruh perempuan di Kota Jam Gadang. Sebagai salah satu srikandi di kursi parlemen, Dewi menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) adalah kunci bagi perempuan untuk menyuarakan aspirasi dan membawa perubahan nyata bagi daerah.
Dalam berbagi perspektifnya pada Selasa (27/1/2026), Dewi menyoroti bahwa hambatan terbesar perempuan sering kali bukan pada ketidakmampuan, melainkan pada rasa ragu dan kegugupan yang berlebihan.
“Kegugupan itu sinyal alami bahwa tubuh sedang bersiap menghadapi tantangan. Jangan jadikan alasan untuk mundur. Bagi perempuan Bukittinggi, podium adalah panggung untuk bersinar dan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” ujar Dewi dengan penuh semangat.
Politisi perempuan dari Fraksi NasDem ini memaparkan bahwa kepercayaan diri bukanlah bakat bawaan sejak lahir, melainkan keterampilan yang diasah melalui latihan konsisten. Ia mengajak kaum perempuan untuk mulai “menjinakkan” rasa takut dengan persiapan matang, mulai dari mengenali audiens hingga menyederhanakan pesan agar lebih mudah diterima.
“Kalau arah pembicaraan sudah jelas, pikiran tidak akan mudah tersesat. Perempuan memiliki kelebihan dalam empati dan detail, jika digabungkan dengan teknik vokal serta bahasa tubuh yang rileks, pesan yang disampaikan akan sangat kuat dampaknya,” tambahnya.
Dewi juga mengingatkan pentingnya mengubah pola pikir. Menurutnya, audiens sebenarnya datang untuk mendukung keberhasilan pembicara, bukan untuk mencari kesalahan. Dengan prinsip ini, diharapkan semakin banyak figur perempuan di Bukittinggi yang berani tampil di berbagai forum, baik di tingkat RT/RW, organisasi masyarakat, hingga panggung politik formal.
“Percaya diri lahir dari keberanian mencoba. Semakin sering kita tampil, semakin kegugupan itu kehilangan kuasanya. Saatnya perempuan Bukittinggi tidak hanya menjadi pendengar, tetapi menjadi penentu narasi pembangunan kota,” pungkas Dewi.
Ajakan ini diharapkan mampu memicu lahirnya pemimpin-pemimpin perempuan baru di Bukittinggi yang cakap berkomunikasi, cerdas dalam berargumen, dan teguh dalam memperjuangkan aspirasi demi kemajuan daerah. (Harika)