oleh

Sosialisasi Rekontigensi dan Pemulihan Trauma Bencana, Dinkes Kota Payakumbuh Datangkan Narsum dari Dinkes Provinsi Sumatera Barat

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Dalam Rangka menghadapi  kemungkinan terburuk munculnya bencana / musibah dan meningkatkan kapasitas Petugas Tim Reaksi Cepat  dalam pemulihan trauma bencana, maka Dinas kesehatan kota payakumbuh mengadakan Sosialisasi Rekontigensi dan pemulihan trauma bencana yang berlangsung di Aula Dinas kesehatan kota payakumbuh kelurahan padang karambia, selasa (02/07).

Sosialisasi ini diikuti oleh 35 orang peserta perwakilan dari puskesmas yang ada di kota payakumbuh. Pada sosialisasi ini, mendatangkan 2 orang narasumber yaitu dr. Ryan rafik dan Syamsu Afrizal dari Dinas Kesehatan provinsi Sumatera barat.

Dalam Paparannya dr. Ryan Rafik mengatakan Pasca bencana, langkah cepat yang dilakukan bukan hanya rehabilitasi infrastruktur. Penanganan mendesak yang mesti diprioritaskan adalah kondisi fisik dan mental warga yang selamat dari bencana. Dalam situasi bencana, kesehatan warga terutama di pengungsian, sangat rentan terjangkit penyakit dan berpotensi munculnya wabah penyakit tertentu.

Bencana alam selalu berimplikasi pada gangguan kesehatan, karena selain kondisi fisik dan mental warga menurun, juga rentan terjadi wabah berbagai penyakit. Kondisi traumantik yang dialami warga, juga berpengaruh buruk pada kesehatan bila pemerintah tidak cepat turun tangan.

“Ancaman berbagai penyakit mengintai warga terdampak bencana akibat menjalani kehidupan yang tidak normal, kondisi lingkungan yang kotor pasca bencana serta organisme penyebab epidemi. Terlebih saat ini musim hujan, dimana potensi wabah penyakit lebih besar,” ujar Ryan

Ryan menambahkan Penyakit yang harus diwaspadai antara lain demam berdarah, ispa, diare,  infeksi dan berbagai penyakit yang berpotensi menular. Hal ini harus diantisipasi secara cepat. Karena bila lamban diantisipasi, akan menimbulkan bencana baru.

Kepala Dinas kesehatan kota Payakumbuh Dr.Bakhrizal,MKM mengatakan sosialisasi pemulihan trauma bencana ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada para petugas kesehatan di puskesmas dan pelayan kesehatan langkah apa saja dan pertolongan pertama apa yang wajib dilakukan jika mengatasi dan mengobati masyarakat yang mengalami trauma setelah terjadinya bencana. Dan sarana serta prasarana apa saja yg harus dipersiapkan.

” langkah jangka pendek yang diprioritaskan dalam penanganan trauma bencana yaitu mobilisasi bantuan penanganan kesehatan. Pelayanan pemulihan kesehatan baik asupan  gizi, sanitasi, kelayakan tempat tinggal sementara, ketersediaan air bersih, obat-obatan, pelayanan konseling pemulihan trauma, penting dilakukan segera guna mengantisipasi penyakit pasca bencana,” pungkas bakhrizal.

Komentar

Tinggalkan Balasan