oleh

Serius Urusi Rendang, Pemko Payakumbuh Bentuk UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Rendang

Payakumbuh, SUARAPRIBUMI — Pemerintah Kota Payakumbuh benar-benar serius dalam mengurus dan mengembangkan produk rendang. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Pemko membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan dan Pengembangan Rendang Kota Payakumbuh.

“UPTD ini dibentuk sejak 26 April lalu, baru 2 hari setelah itu saya dilantik untuk bertugas di sini,” ujar Kepala UPTD Pusat Pelayanan dan Pengembangan Rendang Payakumbuh, Rendi Pratama, Senin (20/5).

UPTD yang khusus mengurusi produk rendang itu berkantor di Gedung Sentra IKM Rendang, Jalan Puti Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh Utara. “UPTD dalam hal ini sebagai pengelola dari pelaku usaha randang yang tergabung dalam koperasi yang nanti juga berkantor di sini,” tutur Rendi.

Menuju proses produksi nantinya, UPTD sudah melakukan berbagai persiapan. Dari segi alat produksi sudah tersedia 1 unit alat retouch dan 1 unit alat boiler. “Retouch untuk sterilisasi dan pengawetan, sementara boiler untuk produksi rendang. Insya Allah kami juga akan melakukan pengadaan alat vertikal packaging dan seamer untuk pengemasan kaleng,” ujar Rendi.

Dari segi Sumber Daya Manusia (SDM), UPTD juga melakukan pelatihan teknis untuk pegawainya agar bisa mengoperasikan alat produksi dengan baik. “Sekarang sedang ada bimbingan teknis thermal process. Ada 6 orang THL UPTD yang ikut bimbingan sehingga mereka nanti bisa diberdayakan menjadi operator alat produksi,” ucap Rendi.

Rendi menyampaikan, dalam berproduksi Sentra IKM Rendang memakai 2 konsep. Konsep pertama disebut dengan kamar kecil. Melalui konsep kamar kecil, para pelaku IKM rendang difasilitasi untuk berproduksi di Gedung Sentra namun tetap dengan output merek dagangnya sendiri.

“Alat-alat produksi rendang kami fasilitasi. Pelaku UKM bisa memberdayakan karyawan atau tukang masaknya sendiri di sini. Insya Allah kapasitasnya bisa mencapai 10 pelaku UKM rendang,” ujarnya.

Sementara untuk konsep kamar besar, produksi dilakukan dalam jumlah yang besar bahkan untuk kepentingan ekspor. “Outputnya nanti memakai merek yang disepakati koperasi,” ucap Rendi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar