Site icon Suara Pribumi

Sempat Ambruk Diterjang Hujan, SDN 04 Tanjung Kini Berbenah Berkat Revitalisasi Rp1 Miliar

Oplus_16908288

Sempat Ambruk Diterjang Hujan, SDN 04 Tanjung Kini Berbenah Berkat Revitalisasi Rp1 Miliar

TANAH DATAR, SuaraPribumi.co.id — Kekompakan menjadi kunci keberhasilan revitalisasi UPT SDN 04 Tanjung, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar. Meski proses pembangunan berlangsung di bawah kepemimpinan tiga kepala sekolah berbeda, perbaikan fasilitas pendidikan tersebut akhirnya rampung dan kini menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman serta nyaman bagi siswa.

Keberhasilan itu mendapat apresiasi dari Bupati Tanah Datar, Eka Putra, saat menghadiri Open House Revitalisasi Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2026 di sekolah tersebut, Kamis (15/10/2026).

Eka Putra menilai, keberlanjutan pembangunan di tengah pergantian kepemimpinan menunjukkan kuatnya kerja sama antara kepala sekolah, guru, komite, dan seluruh pihak yang ikut mendukung program tersebut.

“Walaupun kepala sekolah berganti, pembangunan tetap berjalan sampai selesai. Alhamdulillah, berkat kerja sama pihak sekolah dengan komite dan berbagai pihak, program ini dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Revitalisasi SDN 04 Tanjung menjadi bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan. Kabupaten Tanah Datar sendiri memperoleh bantuan revitalisasi bagi 129 sekolah, yang diharapkan mampu menunjang proses pembelajaran secara lebih optimal.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen atas dukungan tersebut. Ia berharap perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan di Tanah Datar terus berlanjut agar semakin banyak satuan pendidikan memiliki fasilitas yang layak.

Namun, menurutnya, pembangunan tidak berhenti setelah pekerjaan fisik selesai. Kepala sekolah, guru, dan komite diminta menjaga serta merawat fasilitas yang telah tersedia, sekaligus memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar kebutuhan sekolah dapat terdata dengan baik untuk pengajuan bantuan berikutnya.

Eka Putra juga menyoroti pentingnya perlindungan anak di tengah perkembangan teknologi digital. Ia mengajak pemerintah nagari, kecamatan, Forkopimcam, pihak sekolah, komite, dan orang tua memperkuat pengawasan agar peserta didik tidak terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Selain itu, ia mendorong keberlanjutan program tahfiz Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.

Di balik rampungnya revitalisasi tersebut, terdapat persoalan kerusakan bangunan yang sempat mengancam kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Kepala UPT SDN 04 Tanjung, Desi Asrianti, mengungkapkan bahwa pada akhir November 2025, hujan deras menyebabkan atap salah satu ruang kelas roboh hingga bagian plafonnya ambruk pada malam hari.

Beruntung, peristiwa itu terjadi ketika tidak ada kegiatan pembelajaran sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan siswa.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan berbagai pihak dan menempuh tahapan pengusulan bantuan hingga akhirnya memperoleh anggaran revitalisasi sebesar Rp1.003.555.885.

Desi menjelaskan, perjuangan mendapatkan bantuan tersebut telah dimulai ketika sekolah dipimpin Asmah, dilanjutkan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah Mardalenis, hingga penyelesaian pembangunan di bawah kepemimpinannya.

“Dalam proses pembangunan ini, ada tiga kepala sekolah yang terlibat pada tahapan berbeda. Ada yang memperjuangkan dan memulai prosesnya, ada yang melanjutkan ketika pembangunan berlangsung, dan saya mendapat bagian pada tahap akhir,” jelasnya.

Dengan dukungan anggaran tersebut, enam ruang kelas direhabilitasi menggunakan dana sebesar Rp677.363.977. Pekerjaan juga meliputi perbaikan ruang administrasi, dua ruang kantor di gedung atas dan bawah, musala, toilet siswa pada kedua gedung, rumah guru, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Perubahan turut dirasakan oleh guru dan siswa dalam aktivitas sehari-hari. Sebelum perbaikan, tenaga pendidik yang bertugas di gedung bawah harus menggunakan toilet di gedung atas. Kini, fasilitas sanitasi telah tersedia di kedua gedung sehingga aktivitas di lingkungan sekolah menjadi lebih praktis.

Pengerjaan dimulai pada 5 Mei 2026 setelah melalui tahapan pengukuran, perencanaan, dan penyesuaian dengan petunjuk teknis. Seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan pada awal September 2026, dengan masa pengerjaan sekitar empat bulan.

Desi mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, komite sekolah, panitia pembangunan, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap fasilitas baru tersebut dapat menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus memberikan rasa aman bagi warga sekolah.

“Program revitalisasi ini sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumatera Barat yang diwakili Ketua Tim Kerja SMA BBPMP Sumatera Barat, Widyaprada Ahli Madya Iryasman, menjelaskan bahwa revitalisasi merupakan salah satu upaya pemerintah memenuhi Standar Nasional Pendidikan, khususnya terkait sarana dan prasarana.

Ia menerangkan, program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi sekolah yang terdampak bencana, tetapi juga dilaksanakan melalui skema reguler untuk memperluas pemerataan fasilitas pendidikan.

Iryasman meminta pengawas dan kepala sekolah memastikan data peserta didik serta kondisi bangunan selalu diperbarui sebagai dasar pengusulan bantuan pada tahun berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan fasilitas sesuai standar, termasuk toilet dan akses yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Rampungnya revitalisasi SDN 04 Tanjung menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan fasilitas yang semakin memadai, sekolah diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih layak sekaligus mendukung tumbuh kembang peserta didik di Kabupaten Tanah Datar. (Harika )

Exit mobile version